PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Suasana religius mewarnai lingkungan SMP Negeei 19 Palembang pada Kamis, 12 Maret 2026. Sekolah tersebut menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang dirangkai dengan berbagai kegiatan keagamaan bersama guru dan siswa sebagai bagian dari penguatan karakter spiritual di bulan suci Ramadan.
Peringatan turunnya Al-Qur’an ini diisi dengan rangkaian kegiatan ibadah seperti salat tasbih berjamaah, khatam Al- Qur’an, serta gerakan infaq Ramadan yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Kepala SMP Negeri 19 Palembang, Suharso, S.Pd mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan para siswa.
Baca Juga : Jelang TKA 2026, SMPN 19 Palembang Matangkan Siswa Lewat Simulasi Intensif Berbasis Komputer
Menurutnya, bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat pembinaan spiritual sekaligus membangun karakter peserta didik agar lebih dekat dengan Al-Qur’an.
“Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi bagian dari pembinaan spiritual siswa selama Ramadan. Kami ingin momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membangun kebersamaan antara guru dan siswa,” ujarnya.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman sekolah tersebut menghadirkan suasana penuh khidmat. Para siswa bersama guru mengikuti salat tasbih berjamaah yang dilanjutkan dengan khataman Al- Qur’an.
Rangkaian ibadah tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran spiritual yang tidak hanya menekankan aspek ritual, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan keteladanan di lingkungan sekolah.
Baca Juga : Penyesuaian Jam Belajar Ramadan, SMPN 19 Palembang Pastikan Persiapan Kelulusan Tak Terganggu
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap para siswa semakin memahami makna Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus membangun kebiasaan membaca dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Suharso juga menegaskan bahwa kehadiran seluruh siswa sangat diharapkan dalam kegiatan ini. Pihak sekolah menerapkan aturan kedisiplinan bagi siswa yang berhalangan hadir agar tetap menyampaikan izin secara resmi.
“Jika ada siswa yang tidak dapat hadir, selain melapor kepada wali kelas, mereka juga wajib menyampaikan izin melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Hal ini penting sebagai bentuk kedisiplinan dan tanggung jawab siswa,” tegasnya.
Selain kegiatan ibadah, peringatan Nuzulul Qur’an juga diisi dengan gerakan infaq Ramadan yang melibatkan partisipasi siswa.
Menurut Suharso, kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini.
Baca Juga : Pemkot Anggaran Rp 9,8 Miliar untuk Seragam Siswa SD dan SMP
Ia menilai nilai utama dari kegiatan infaq bukan terletak pada jumlah yang terkumpul, melainkan pada pembentukan sikap ikhlas dan semangat berbagi kepada sesama.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai keikhlasan dan kepedulian. Melalui kegiatan infaq, kami ingin membangun kesadaran siswa bahwa berbagi kepada sesama merupakan bagian penting dari ajaran Islam,” katanya.
Dana infaq yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan membantu pihak yang membutuhkan, sehingga siswa dapat belajar secara langsung tentang pentingnya empati dan solidaritas.
Sementara itu, pada hari yang sama sebagian siswa juga dijadwalkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang tengah berlangsung secara nasional.
Untuk memastikan seluruh agenda berjalan lancar, pihak sekolah telah mengatur pembagian kegiatan agar tidak mengganggu proses akademik.
“Bagi kelas yang terjadwal mengikuti TKA, kegiatan tetap dilaksanakan di ruang pertemuan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sedangkan siswa yang tidak memiliki jadwal TKA pada hari tersebut mengikuti kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an di lapangan sekolah,” jelas Suharso.
Pengaturan tersebut dilakukan agar kegiatan spiritual dan akademik dapat berjalan seimbang tanpa mengurangi esensi masing-masing.
Suharso berharap rangkaian kegiatan Ramadan ini mampu memberikan pengalaman spiritual yang berkesan bagi para siswa sekaligus memperkuat nilai moral dan akhlak dalam kehidupan mereka.
Menurutnya, pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus menanamkan nilai spiritual dan karakter yang kuat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, beriman, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” pungkasnya.
Dengan kegiatan seperti ini, SMP Negeri 19 Palembang berupaya menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana pembinaan karakter yang berkelanjutan bagi para siswa, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi pedoman dalam kehidupan mereka di masa depan.
Penulis : Hasan Basri
Editor : Admin

















