PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Penyesuaian durasi jam pelajaran selama bulan Ramadan di sekolah-sekolah menjadi isu penting dalam menjaga kualitas pendidikan, terutama bagi siswa kelas akhir yang tengah bersiap menghadapi kelulusan. SMP Negeri 19 Palembang memastikan kebijakan pengurangan jam pelajaran tidak mengganggu target akademik siswa.
Pada hari pertama masuk sekolah menjelang Ramadan 1447 Hijriah, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung dengan durasi setiap jam pelajaran dipangkas menjadi 30 menit. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi fisik siswa yang menjalankan ibadah puasa, sekaligus menjaga efektivitas pembelajaran.
Meski jam belajar lebih singkat, pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk tetap menuntaskan seluruh materi pelajaran. Guru-guru diminta memaksimalkan waktu dengan metode pembelajaran yang lebih fokus pada materi inti dan evaluasi capaian siswa.
Wali Kelas 9.7, Rully Agustina, S.Pd., M.M., Gr., menyebut Ramadan tidak boleh dijadikan alasan menurunkan kualitas pendidikan. Ia menekankan bahwa kelas IX saat ini berada pada fase krusial menjelang kelulusan sehingga konsistensi belajar harus tetap dijaga.
“Pembelajaran tetap berjalan, hanya waktunya disesuaikan. Kami memastikan materi tetap tersampaikan, karena siswa kelas IX sebentar lagi menghadapi kelulusan,” ujarnya.
Menurut Rully, Ramadan justru bisa menjadi momentum pembentukan karakter siswa, seperti disiplin, tanggung jawab, dan manajemen waktu. Ia berharap siswa mampu menyeimbangkan ibadah dan kewajiban akademik.
Sejumlah siswa mengakui adaptasi jadwal selama Ramadan membutuhkan penyesuaian, terutama terkait pola tidur dan stamina. Reza Pratama, siswa kelas 9.7, mengatakan hari pertama sekolah terasa cukup berat, namun ia tetap bertekad mengikuti pelajaran dengan baik agar tidak tertinggal materi.
“Puasa memang bikin agak lemas, tapi kami tetap harus fokus karena kelulusan sudah dekat,” katanya.
Siswa lainnya, Keisha Pradipa Sandy, menilai perubahan jadwal menuntut manajemen waktu yang lebih baik, mulai dari sahur hingga aktivitas belajar. Menurutnya, Ramadan bukan alasan untuk bermalas-malasan dalam menuntut ilmu.
Kebijakan penyesuaian jam belajar selama Ramadan menjadi perhatian publik, terutama terkait efektivitas pembelajaran dan kesiapan siswa menghadapi ujian kelulusan. SMPN 19 Palembang menegaskan akan terus melakukan evaluasi agar kualitas pendidikan tetap terjaga meski dalam kondisi pembelajaran khusus.
Penulis : Hasan Basri
Editor : Jaks

















