PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026, SMP Negeri 19 Palembang bergerak cepat. Sekolah ini tak ingin siswanya datang ke ruang ujian dengan rasa cemas dan kebingungan. Sejak jauh hari, ratusan siswa kelas IX digembleng melalui simulasi TKA yang digelar secara bertahap dan terstruktur.
Langkah ini bukan sekadar latihan biasa. Pihak sekolah merancang simulasi menyerupai kondisi ujian sesungguhnya, mulai dari sistem berbasis komputer hingga pengaturan waktu pengerjaan soal. Tujuannya jelas membangun kesiapan akademik sekaligus mental siswa, Kamis (26/2/2026).
Guru TIK SMP Negeri 19 Palembang, Rianda Marta D, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa simulasi dilaksanakan secara bergelombang agar pelaksanaannya lebih efektif dan terkontrol.
“Simulasi TKA kami laksanakan bertahap untuk kelas IX, dibagi per sesi. Satu sesi terdiri dari 15 siswa agar mereka lebih fokus saat mengerjakan soal. Pelaksanaannya menggunakan komputer dan dilakukan secara bergantian,” ujarnya.
Menurutnya, pembagian sesi kecil bukan tanpa alasan. Selain untuk memastikan perangkat komputer dapat digunakan optimal, pola ini juga memberi ruang pendampingan yang lebih maksimal kepada siswa.
Dalam simulasi tersebut, materi yang diujikan meliputi Literasi Bahasa Indonesia dan Numerasi Matematika dua kompetensi utama yang menjadi indikator dalam TKA.
Siswa dilatih memahami soal berbasis bacaan panjang, menganalisis informasi, serta menyelesaikan persoalan numerik yang menuntut ketelitian dan logika berpikir.
“Simulasi ini kami desain menyerupai ujian sebenarnya, baik dari segi waktu maupun sistem pengerjaan. Harapannya, saat hari pelaksanaan nanti siswa tidak lagi bingung dengan teknis pengerjaan, tidak gugup menghadapi tampilan soal, dan tidak cemas dengan batas waktu,” jelasnya.
Ia menilai, kesiapan mental sama pentingnya dengan kesiapan akademik. Banyak siswa yang sebenarnya menguasai materi, namun hasilnya kurang maksimal karena faktor gugup atau belum terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer.
“Latihan yang berulang akan membangun rasa percaya diri. Anak-anak jadi tahu pola soal, terbiasa membaca dengan cermat, dan lebih tenang saat menghadapi ujian,” tambahnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah berkomitmen memastikan seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berlatih. Karena itu, simulasi akan terus digelar hingga mendekati jadwal pelaksanaan TKA.
“Kami ingin siswa benar-benar siap, bukan hanya siap materi, tetapi juga siap mental dan siap secara teknis. Dengan pembekalan sejak dini, kami optimistis mereka bisa menghadapi TKA April 2026 dengan lebih percaya diri.
Upaya intensif ini menjadi bukti keseriusan SMPN 19 Palembang dalam menjaga kualitas pembelajaran. Di tengah tantangan sistem evaluasi berbasis kompetensi, sekolah memastikan tidak ada siswa yang berjalan sendiri. Semua dipersiapkan, dilatih, dan didampingi agar pada hari ujian tiba, yang tersisa hanyalah keyakinan dan kemampuan terbaik mereka,” tutupnya.
Penulis : Hasan Basri
Editor : Jaks

















