Category: Empat Lawang

  • Pj Bupati Ungkap Peran Besar Media Sampaikan Informasi Tentang Empat Lawang

    Pj Bupati Ungkap Peran Besar Media Sampaikan Informasi Tentang Empat Lawang

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Pj Bupati Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin, menggelar Coffe Morning bersama wartawan yang bertugas di Kabupaten Empat Lawang, Selasa (26/9/2023).

    Pertemuan ini merupakan janji dirinya kepada para wartawan di Kabupaten Empat Lawang, untuk melakukan pertemuan setelah dilantik sebagai Pj Bupati Empat Lawang.

    “Ini janji saya. Saya pastikan satu minggu setelah dilantik saya akan bertemu dengan teman-teman wartawan. Nah hari ini kita lakukan,” katanya.

    Coffe morning ini, lanjut Fauzan, merupakan awal dan bukan yang akhir. Sebab akan ada pertemuan kembali paling lama tiga bulan sekali. Selain itu juga akan rutin dilakukan konferensi pers.

    “Selaku Pj Bupati sudah barang tentu saya butuh media untuk menyampaikan informasi ke masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, tidak ada gading yang tak retak, dan tidak ada mawar yang tudak berduri. Maka dari itu ke depan dirinya akan banyak melakukan komunikasi kepada para wartawan.

    “Kedepan kita akan banyak melakukan komunikasi, karena saya butuh suport dan dukungan,” tuturnya. (ANA)

  • Identitas Kerangka Manusia Dalam Sumur Masih Jadi Misteri

    Identitas Kerangka Manusia Dalam Sumur Masih Jadi Misteri

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Satreskrim Polres Empat Lawang, masih menyelidiki identitas tengkorak manusia dalam sumur tua milik warga di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel), yang ditemukan pada Kamis (21/9/2023) lalu.

    Kapolres Empat Lawang, AKBP Helda Prayitno, melalui Kasi Humas, Iptu Salpia Wardi mengatakatan, adapun ciri dari tengkorak itu pada rongga gigi gerahamnya ada yang bolong.

    “Ciri-cirijya seperti itu, nanti akan kita lakukan tes DNA bagi warga atau masyarakat yang menyampaikan jika mayat itu adalah keluarganya,” kata Salpia, didampingi Kasatreskrim Polres Empat Lawang, AKP Tohirin, Selasa (26/9/2023).

    Diberitakan sebelumnya, temuan tengkorak manusia tersebut, pertama kali dilaporkan Tono (50) seorang tukang gali sumur asal Talang Jawa, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

    Ketika itu Tono yang bekerja tiba-tiba dikagetkan dengan adanya temuan tulang kaki manusia di dalam sumur.

    Penemuan mayat di dalam sumur belakang rumah atas nama Vera pada Kamis 21 September 2013 sekira pukul 14.00 WIB di Desa Mekar Jaya dan telah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Setelah dilakukan evakuasi, selain kerangka tubuh manusia di dalam sumur air tersebut petugas juga mendapati celana, topi, dan handuk. (ANA)

  • Geger, Warga Empat Lawang Temukan Kerangka Manusia di Dalam Sumur

    Geger, Warga Empat Lawang Temukan Kerangka Manusia di Dalam Sumur

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, dibuat gempar terkait penemuan kerangka manusia di dalam sebuah sumur tua. Penemuan kerangka manusia tersebut hingga kini masih menjadi misteri.

    Informasi yang dihimpun, ciri dari tengkorak bagian kepala bagian dari kerangka yang ditemukan, yakni adanya gigi graham yang bolong. Diperkirakan rangka tersebut sudah cukup lama berada di dalam sumur. Sebab saat ditemukan sudah dalam keadaan tinggal tulang belulang saja.

    Dilaporkan, warga yang pertama kali menemukan tulang belulang tersebut yakni Tono (50), seorang tukang gali sumur asal Talang Jawa, Kecamatan Tebing Tinggi.

    “Penemuan mayat di dalam sumur belakang rumah atas nama Vera pada Kamis, 21 September kemarin, sekira jam 2 siang (pukul 14.00 WIB) di Desa Mekar Jaya dan telah dilakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” kata Kapolres Empat Lawang, AKBP Helda Prayitno, melalui Kasi Humas, Iptu Salpia Wardi, Jumat (22/9/2023).

    Setelah dilakukan evakuasi, selain kerangka tubuh manusia di dalam sumur air tersebut petugas juga mendapati celana, topi, dan handuk.

    “Saat itu warga sedang membersihkan sumur karena sudah lama tidak ditempati. Ketika sedang membersihkan sumur tersebut, tukang gali sumur menemukan tulang. Setelah diangkat ternyata tulang kaki manusia. Kemudian setelah dicari lagi juga menemukan tulang rusuk dan tengkorak kepala,” jelasnya.

    Tidak lama berselang setelah mendapati tulang kaki, rusuk dan tengkorak, Tono memanggil warga lainnya lalu melapor ke pihak kepolisian.

    Adapun saat ini tulang belulang yang ditemukan di sumur warga tersebut telah dievakuasi dan masih berada di RSUD Empat Lawang. (ANA)

  • Bantuan Beras untuk KPM Segera Disalurkan

    Bantuan Beras untuk KPM Segera Disalurkan

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Empat Lawang, memastikan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional sebanyak 161 ton 370 kilogram beras, bakal sampai tepat sasaran ke Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

    Guna memastikan hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Empat Lawang, Noperman Subhi, didamping Kabid Distribusi dan Cadang Pangan Fafif Potuna, telah menemui Kepala Bulog Lahat Joko Susilo, dan ngecek langsung ke gudang bulog serta menemui Gomi Yustami yang bertanggungjawab atas beras bantuan hingga sampai ke tangan KPM.

    “Adapun KPM yang berhak menerima bantuan sebanyak  2.205 (Lintang Kanan), 2.163 (Muara Pinang), 1.496 (Paiker), 1.839 (Pendopo), 717 (Pobar), 1037 (Saling), 966 (Talang Padang), 3.082 (Tebing Tinggi), 1.420 (Ulu Musi) dan 1.213 (Sikap Dalam),” terang Noperman.

    Noperman bilang, informasi bantuan sudah disampaikan kepada 10 Camat yang ada di Empat Lawang. Berupa nama penerima untuk diteruskan kepada Lurah maupun Kepala Desa agar dipublikasikan dan diketahui masyarakat secara luas.

    “Kami berharap bantuan ini sampai dan sesuai harapan. Jangan terjadi hal yang tidak diharapkan seperti saat bantuan tahap pertama. Semoga kerjasama antara Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial melalui TKSK, Camat, Lurah dan Kepala Desa dapat mensukseskan pembagian bantuan berupa beras ini,” terangnya.

    Dilanjutkannya, daftar nama yang berhak dapat bantuan telah disampaikan, dan berharap kepada masyarakat dapat mengawasi pembagian. “Laporkan bila ada yang menyalahi,” tegasnya. (ANA)

  • Siswa di Empat Lawang Jadi Korban Bullying hingga Dikeroyok Belasan Orang

    Siswa di Empat Lawang Jadi Korban Bullying hingga Dikeroyok Belasan Orang

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Dugaan perundungan siswa sekolah kembali terjadi di Kabupaten Empat Lawang. Meri orangtua dari siswa salah satu sekolah di wilayah tersebut kini melapor ke pihak kepolisian.

    Saat ditemui di rumahnya, kepada wartawan Meri bercerita anaknya sempat alami trauma hingga pindah sekolah. Sebab dikeroyok oleh 12 orang temannya.

    “Anak saya demam, trauma, terus tidak mau sekolah. Kejadiannya tanggal 28 Agustus, siang hari saat pulang sekolah,” katanya, Kamis (21/9/2023).

    Adapun saat ini anaknya tidak lagi bersekolah di sekolah tersebut atau telah pindah sekolah. Di mana saat ini ia telah melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut ke pihak kepolisian.

    “Saya pernah menghubungi sekolah untuk meminta etikad baik dari pihak sekolah dengan datang langsung ke sekolah,” ujarnya.

    Akan tetapi, sambungnya, ia belum mendapat solusi dari pihak sekolah tempat anaknya menimba ilmu tersebut.

    “Saya pernah datang ke sekolah untuk meminta kepada guru untuk memberi sanksi kepada pengeroyok anak saya. Akan tetapi permintaan saya belum diindahkan,” sebutnya.

    Sementara Kanit PPA Reskrim Polres Empat Lawang, Aipda Ariyanto, membenarkan adanya pengeroyokan tersebut terbaru pihaknya sudah memeriksa pelapor dan sampaikan undangan klarifikasi kepada terduga pelaku.

    “Benar sudah ada laporan dari pelapor yang merupakan orangtua korban. Sejauh ini kami sudah menyampaikan undangan klarifikasi terhadap pihak sekolah, 12 anak yang bersangkutan, dan akan berkoordinasi dengan pihak Bapas Lahat serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Empat Lawang,” katanya.

    Selain itu pihak sekolah setelah wartawan hubungi belum memberilan respon terkait dugaan perundungan ini. (ANA)

  • Heboh, Oknum Kades di Empat Lawang Digerebek Selingkuh dengan Istri Orang

    Heboh, Oknum Kades di Empat Lawang Digerebek Selingkuh dengan Istri Orang

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Seorang oknum Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, dilaporkan warga terkait dugaan perselingkuhan dengan warganya sendiri.

    Informasi yang didapat, skandal memalukan oknum Kades inisial SK ini diduga terlibat dalam hubungan mesum dengan seorang warga desa yang juga merupakan kerabatnya. Peristiwa ini terjadi di sebuah pondok di areal kebun sawit pada Senin (3/9/2023) lalu.

    Peristiwa ini pun terkuat atas laporan dari warga yang mempergoki oknum Kades tersebut berbuat mesum dengan wanita insial ES. Atas kejadian itu, warga desa setempat yang melihat perbuatan itu lalu melaporkan kepada suami ES.

    Setelah menerima laporan dari warga, suami ES yakni RQ menanyai kepada ES kebenaran atas perbuatan mesum itu. Setelah ditanyai, ES mengakui perbuatan mesumnya dengan oknum Kades tersebut, yang disinyalir dilakukannya di bawah tekanan dari oknum kades tersebut.

    Peristiwa ini menyebar diseluruh penjuru desa. Warga yang tidak terima, mendatangi Kantor Bupati. Tujuannya untuk meminta oknum Kades itu dipecat.

    Data yang diterima, selain mendatangi kantor Bupati, puluhan warga juga menekan kepada suami ES untuk melaporkan kejadian itu ke Polisi. Atas dasar tekanan dari warga suami ES melaporkan ke Polres Empat Lawang untuk ditindaklanjuti.

    Sementara, Kapolres empat Lawang AKBP Helda Prayitno melalui Kasat Reskrim AKP Tohirin, ketika dikonfirmasi membenarkan telah menerima melaporkan atas dugaan tersebut.

    “Iya, sudah ada laporannya. Kami saat ini sudah memeriksa saksi-saksi dan sekarang sedang memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan oknum selingkuh kades ini,” kata Kasat. (ANA)

  • Diduga Keracunan Gas, Dua Warga Empat Lawang Tewas saat Sedang Kuras Sumur

    Diduga Keracunan Gas, Dua Warga Empat Lawang Tewas saat Sedang Kuras Sumur

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Dua warga Kelumpang Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, merenggang nyawa. Informasi dihimpun, dua warga tersebut diduga keracunan Gas saat melakukan pengurasan sumur, Minggu (10/9/2023).

    Belakangan, diketahui identitas kedua orang itu ialah A (30) dan JI (20). Keduanya merupakan warga Desa Tanjung Kupang Baru dan masih berhubungan keluarga.

    Informasi yang didapat keduanya sedang menguras sumur. Saat di dalam sumur mereka sesak nafas kemudian pingsan tidak sadarkan diri.

    Keluarga korban lalu mengunjungi petugas SAR dan Damkar untuk melakukan evakuasi. Setelah melakukan evakuasi nyawa kedua korban sudah tidak terselamatkan.

    Kapolsek Tebing Tinggi, AKP Fauzi Saleh mengatakan, bahwa keduanya ditemukan terkapar oleh pemilik rumah, Zulkarnain, pada pukul 16.00 WIB.

    “Kami telah mendatangi lokasi TKP di rumah Pak Zulkarnain, di Kelurahan Kelumpang Jaya, yang mana didalam sumurnya ditemukan dua mayat,” ujar AKP Fauzi, di Mapolsek Tebing Tinggi, Senin (11/9/2023).

    Dugaan sementara, kata Kapolsek, kedua korban keracunan gas asap mesin yang dipakainya saat di dalam sumur. Saat ini kedua korban sudah disemayamkan di rumah duka untuk proses pemakaman. (ANA)

  • Sumur Kering Dampak Musim Kemarau, Masyarakat Berduyun-duyun Mandi ke Sungai Musi

    Sumur Kering Dampak Musim Kemarau, Masyarakat Berduyun-duyun Mandi ke Sungai Musi

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Sejak beberapa bulan terakhir, sejumlah warga di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, memanfaatkan Sungai Musi untuk mandi dan mencuci.

    Hal ini dikarenakan, dampak dari musim kemarau yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Empat Lawang.

    Akibatnya, banyak sumur warga mengalami kekeringan. Sehingga membuat warga memanfaatkan Sungai Musi untuk mandi dan mencuci pakaian.

    Seperti yang terlihat dibawah Jembatan Musi II Tebing Tinggi, setiap sore banyak warga yang datang ke sungai untuk mandi dan mencuci.

    Bahkan terlihat ada warga yang membawa derigen untuk menyetok air. Dan para anak-anak pun terlihat senang saat mandi di Sungai Musi.

    Seperti yang dikatakan salah seorang warga jalan poros Tebing Tinggi. Dia mengaku kalau sumur miliknya sudah kering. Terpaksa dirinya bersama keluarga mandi di Sungai Musi.

    Sementara itu, Nova warga Jalan Lingkar Kota Tebing Tinggi, mengatakan kalau sudah hampir dua bulan ini, sumur milik warga di kawasan tersebut mengalami kekeringan.

    Jep, warga Tebing Tinggi lainnya, juga mengaku sejak musim kemarau ini banyak warga memanfaatkan Sungai Musi, hanya untuk mandi dan mencuci. Bahkan ada yang membawa drigen untuk menampung dan menyentok air.

    “Setiap sore orang ramai di sini untuk mandi, datang ada yang sekeluarga. Maklum sejak musim panas banyak sumur warga yang kering. Air sumurnya cukup untuk mandi dan minum saja,” ucapnya. (ANA)

  • Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wanita Tanpa Busana, Keluarga Korban Tersulut Emosi

    Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wanita Tanpa Busana, Keluarga Korban Tersulut Emosi

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Tebing Tinggi, menggelar rekontruksi kasus pembunuh seorang wanita yang sempat hilang selama 15 hari lalu, Jum’at (8/9/2023). Pembunuhan tersebut terjadi di sebuah kebun milik warga di Desa Tanjung Ning Lama, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang.

    Rekontruksi ini dipimpin langsung Kapolsek Tebing Tinggi, AKP Fauzi Saleh, didampingi Kanit Reskrim Iptu Andien. Proses rekontruksi dilakukan di kawasan Pulau Mas, Kecamatan Tebing Tinggi, pada pukul 10.00 WIB. Rekontruksi berlangsung selama satu jam dengan memperagakan 25 adegan.

    Sementara itu, Kapolsek Tebing Tinggi AKP Fauzi Saleh mengatakan, tersangka Eko Sugianto (33) memperagakan rekonstruksi dari awal kronologis ia membujuk korban hingga menyembunyikan barang bukti.

    “Dalam rekontruksi, terungkap tersangka Eko yang sengaja mengaku sebagai paranormal. Lalu berpura-pura kesurupan dihadapan warga untuk menunjukan keberadaan korban Yuli Marlina (35), kekasih gelapnya yang telah dia bunuh,” jelas Fauzi.

    Dalam proses rekostruksi tersebut juga dihadirkan Jaksa ahli dari Kejari Empat Lawang, ayah dari korban, keluarga dari korban dan saksi lainnya, guna meyaksikan langsung proses rekontruksi yang digelar di Pulau Mas.

    “Saat proses rekonstruksi berlangsung, salah seorang keluarga korban tidak kuasa menahan emosi hingga berteriak histeris melampiaskan kekesalannya kepada tersangka. Itu yang menjadi alasan kita tidak melakukan rekontruksi di tempat kejadian perkara (TKP),” katanya.

    Diberitakan sebelumnya, warga Desa Tanjung Ning Lama, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, geger dengan penemuan mayat wanita tanpa busana di sebuah kebun karet milik warga.

    Diketahui, wanita yang menjadi korban pembunuhan tersebut bernama Yuli Marlina (35), warga Desa Tanjung Ning. Berbekal punya keahlian menjadi paranormal, Eko Segianto pura-pura kesurupan untuk menemukan jasad Yuli Marlina serta menggambarkan peta lokasi mayat tersebut.

    Saat ditemukan pertama kali, jasad Yuli Marlina (Korban) oleh ayah dan ibu korban, dalam posisi terlentang dan tanpa busana ditutupi rumput pohon bambu.

    “Setelah ditelusuri peta yang digambar pelaku ditemukanlah jasad korban tanpa busana dan telah mengeluarkan bau busuk,” imbuh Kapolsek Tebing Tinggi.

    Usai jasad korban dievakuasi, Eko Sugianto alias Jaka sempat berusaha diam-diam untuk kabur. Sebab timbul sedikit kecurigaan polisi hingga melakukan pengamanan terhadap terduga pelaku.

    “Eko sugianto alias Jaka kita bawa ke Polsek Tebing Tinggi untuk kita interogasi setelah kita melakukan pendalaman dan pengecekan yang bersangkutan mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa korban,” terangnya. (ANA)

  • Gerebek Tempat Penimbunan BBM Ilegal, Polres Empat Lawang Sita 5 Ton Lebih Pertalite

    Gerebek Tempat Penimbunan BBM Ilegal, Polres Empat Lawang Sita 5 Ton Lebih Pertalite

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Polres Empat Lawang Polda Sumsel, melakukan pengerebekan lokasi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Desa Gaung, Kecamatan Tebing Tinggi. Penggerebekan ini dilakukan Polisi pada Rabu (6/9/2023).

    “Puluhan drum dan jerigen berisikan BBM jenis pertalite sebanyak 5,3 ton berhasil kita amankan. Untuk keberadaan tersangka saat ini sudah diketahui dan masih dalam proses pengejaran,” ungkap Kapolres Empat Lawang, AKBP Helda Prayitno, Kamis (7/9/2023).

    Sebagai langkah selanjutnya, sebagian dari barang bukti tersebut telah dibawa ke Mapolres Empat Lawang.

    “Tersangka akan dijerat sesuai dengan Pasal 55 Undang-undang (UU) No. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, yang mengancam dengan hukuman penjara hingga 6 tahun,” kata Kapolres.

    Masih dikatakannya, kasus ini menjadi perhatian penting dalam upaya mengendalikan dan mencegah aktivitas ilegal penimbunan dan pengoplosan BBM, yang dapat berdampak negatif pada pasokan BBM yang stabil dan aman bagi masyarakat.

    “Polres Empat Lawang terus berupaya untuk mengungkap lebih banyak detail mengenai kasus ini dan menangkap tersangka yang masih buron,” ucapnya.

    Sebelumnya, tim gabungan Mapolres berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang terkait dengan kasus penimbunan dan pengoplosan BBM jenis pertalite pada hari Rabu, 6 September 2023.

    Kasus ini muncul berdasarkan informasi dari masyarakat setempat yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di salah satu rumah warga di Desa Gaung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

    Dalam operasi penggerebekan yang dilakukan oleh tim dari Polres Empat Lawang, tersangka yang diduga terlibat dalam penimbunan dan pengoplosan BBM jenis pertalite telah berhasil melarikan diri dari rumah tersebut.

    Meskipun tersangka berhasil kabur, tim berhasil mengamankan puluhan drum berisi BBM oplosan jenis pertalite sebanyak 5,3 ton. Selain itu, sejumlah alat dan zat kimia yang digunakan untuk mencampur BBM juga ditemukan dan disita sebagai barang bukti. (ANA)

  • Kepergok Curi Motor, Herkules Dijebloskan ke Penjara

    Kepergok Curi Motor, Herkules Dijebloskan ke Penjara

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Herkules (29), warga Desa Nanjungan, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, harus merasakan dinginnya kamar penjara setelah nekat mencuri sepeda motor milik Antoni (34).

    Antoni tidak lain juga merupakan warga Desa Nanjungan yang saat itu sedang memarkirkan sepeda motor miliknya tepat di samping rumah.

    Betapa terkejut Antoni yang secara kebetulan saat itu akan keluar dari rumah melihat Herkules telah mengendarai dan mendorong sepeda motor miliknya. Melihat motor miliknya telah berpindah tangan ke Herkules, seketika Antoni reflek mengejar dan meneriaki.

    “Melihat pelaku sedang mengendarai sepeda motor miliknya, korban pun langsung mengejar. Pelaku melarikan diri dan sepeda motor tersebut berhasil korban amankan,” kata Kapolsek Pendopo, AKP Dwi Sapriadi, Minggu (3/9/2023).

    Beruntung saat itu Antoni berhasil memergoki Herkules yang langsung kabur setelah kedapatan hendak mencuri seoeda motor miliknya. Usai kejadian tersebut Antoni tidak diam. Ia segera melaporkan pencurian sepeda motor miliknya tersebut ke Polsek Pendopo.

    Adapun Herkules ditangkap polisi sekitar 17 hari usai kejadian pencurian tersebut. Ia diamankan Polsek Pendopo di rumahnya di Desa Nanjungan. Dari pengakuan Herkules kepada pihak kepolisian ia baru sekali melakukan pencurian sepeda motor.

    “Pelaku kita amankan pada hari kamis tanggal 31 Agustus sekira jam 9 malam di rumahnya,” ujar Kapolsek.

    Adapun Herkules akan dipersangkakan dengan Pasal 363 KUH Pidana karena telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. (ANA)

  • Tersangka Kasus Pembebasan Lahan Pulo Mas Resmi Ditahan

    Tersangka Kasus Pembebasan Lahan Pulo Mas Resmi Ditahan

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi pembebasan lahan Pasar Pulau Mas pada 12 Juni 2023 lalu, Rahmat Riyadi (RR) kini resmi ditahan Kejaksaan Negeri Empat Lawang, pada Jumat (1/9/2023).

    RR merupakan Camat pada saat verifikasi berkas para penerima ganti rugi di tahun 2015. RR juga sebagai juru bayar saat menjabat Kabag Tapem terancam pasal 2 ayat 1 atau subsider nya pasal 3 Undang-Undang Tipikor 319920 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1.

    RR diketahui bersikap kooperatif memenuhi panggilan pihak Kejari Empat Lawang. Kepada awak media, RR menyampaikan verifikasi dilakukan oleh pihak Kelurahan, bukan dirinya selaku Camat.

    ”Yang melakukan verifikasi nama-nama penerima ganti rugi adalah pihak kelurahan, saya hanya selaku juru bayar sesuai nominal yang sudah ditentukan,” tegas RR, di Kejaksaan Negeri Empat Lawang.

    Sementara Kajari Empat Lawang, Eryana Ganda Nugraha, didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intel membenarkan bahwa tersangka RR ditahan oleh pihaknya dan akan dibawak ke lapas Kelas II Empat Lawang.

    “Ya kepada tersengka kita lakukan penahan,” ungkap Kajari.

    Sebelumnya, Kejari menetapkan tersangka, atas nama RR, kapasitasnya waktu itu sebagai mantan Camat dan sekaligus juga menjabat mantan Kabag Tapem.

    Penetapan tersangka ini, lanjut Eryana, setelah adanya barang bukti yang cukup dan keterangan saksi, ahli dan diperkuat alat bukti surat.

    ”Jadi kami tetapkan setelah adanya barang bukti yang cukup, jadi ada tindaklanjuti yang kami miliki yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, dan alat bukti surat,” ucapnya.

    Sementara untuk kerugian yang ditanggung negara, Eryana hanya mengatakan, bahwa kerugian selisih antara luasan yang dibayarkan dengan luasan yang diterima oleh pemerintah kabupaten Empat Lawang. Pihak Kejari pun juga masih menunggu hasil audit BPK untuk nominal yang ditaksir.

    ”Ancaman hukuman sendiri kalau pasal 2 ayat 1 minimal 2 tahun dan pasal 3 minimal 1 tahun,” ujarnya.

    Sementara itu, terduga tersangka RR sendiri melalui kuasa hukumnya Nurmala mengatakan, pihaknya menghormati aturan hukum yang berlaku, namun juga menganut azaz hukum praduga tidak bersalah.

    ”Yang jelas klien kami sudah memberikan keterangan apa yang dialami, apa yang dia ketahui, baik sebagai Camat maupun sebagai Kabag Tapem,” kata Nurmala diwawancarai di Kantor Kejari Empat Lawang.

    Namun, mengenai perencanaan penetapan lokasi, kliennya selaku camat lanjut Nurmala tidak ikut serta. Karena, penetapan lokasi itu adalah kewenangan pejabat saat itu, sedangkan untuk perencanaannya itu ada bagiannya tersendiri.

    “Sementara mengusulkan anggaran setelah beliau menjabat Kabag Tapem. Yang mengusulkanya Kabag Tapem yang sebelumnya. Terus mencairkan dana bukan kewenangan klien kami tapi ada bagiannya sendiri yang punya kewenangan untuk itu,” tegas Nurmala.

    Nurmala kembali menegaskan bahwa, ketua tim pada pengadaan lahan Pulo Mas itu adalah Kepala BPN pada saat itu yang menjadi ketua timnya.

    ”Proses pengusulan pembayaran, proses pencairan dana tidak terlepas dari hasil validasi dari ketua tim pengadaan tanah dan ketua tim pengadaan tahan itu Kepala BPN, tanpa ada validasi itu yang mengatakan yang berhak menerima ganti rugi adalah orang-orang ini, jumlah nya sekian mungkin tidak akan diproses,” tegasnya.

    Jika benar kasus ini dianggap merugikan keuangan negara, Sambungnya, tolong kiranya pihak-pihak terkait dapat diproses juga.

    ”Saya minta pihak Kejaksaan bersikap objektif dan tidak tebang pilih. Sekali lagi, seseorang itu belum ditetapkan bersalah jika belum ada keputusan pengadilan (kekuatan) hukum tetap,” tandasnya.

    Dalam proses penyidikan Kejari Empat Lawang sudah memeriksa setidaknya 31 orang saksi yang terdiri dari para penerima dan pejabat yang terlibat saat proses ganti rugi.

    Dugaan Korupsi Pembebasan Pasar Pulau Mas berawal dari laporan sejumlah LSM yang menduga ada tindak pidana korupsi saat pembebasan Lahan Pasar Pulau Mas.

    Awalnya pembebasan Pasar Pulau Mas Pemerintah menyiapkan uang senilai Rp 2,5 miliar namun terjadi perubahan anggaran sehingga nilai ganti rugi membengkak menjadi Rp 6,8 miliar. Anehnya pemerintah saat itu justru membayar hingga Rp 6,9 miliar, sehingga negara rugi Rp 4,3 miliar. (ANA)

  • Pengedar Narkoba di Empat Lawang Ditangkap di Bawah Jembatan

    Pengedar Narkoba di Empat Lawang Ditangkap di Bawah Jembatan

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Empat Lawang, mengamankan Dedi Irawan (37), seorang pengedar narkoba di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi. Pelaku ditangkap Polisi pada Selasa, 29 Agustus 2023.

    Terduga pelaku diringkus petugas usai mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada seorang laki-laki warga Desa Padang Tepong menjadi pengedar narkotika di wilayah Kecamatan Ulu Musi, Empat Lawang.

    Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Empat Lawang, kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan itu, petugas berhasil mengamankan pelaku Dedi Irawan, yang diduga sebagai pengedar narkoba.

    Kapolres Empat Lawang, AKBP Helda Prayitno, melalui Kasat Narkoba, AKP Rudin Suprianto, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap terduga pengedar narkoba tersebut.

    Menurut Kasat, menindaklanjuti informasi tersebut anggota Opsnal Satresnarkoba Polres Empat Lawang melakukan penyelidikan.

    Lalu pada Selasa, 29 Agustus 2023, sekira pukul 16.00 WIB, Anggota Opsnal Satres Narkoba Polres Empat Lawang, mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku sedang berada di pinggir Sungai Musi di bawah jembatan Ponton (Kecamatan Ulu Musi – Kecamatan Paiker).

    Setelah itu anggota Opsnal Satresnarkoba Narkoba Polres Empat Lawang melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap pelaku di pinggir Sungai Musi di bawah jembatan Ponton.

    Saat melakukan penggeledahan ditemukanlah barang bukti berupa satu paket yang diduga narkotika golongan I jenis sabu yang dibungkus plastik klip bening dengan berat bruto 1,80 Gram.

    “Barang haram ini ditemukan di dalam saku celana sebelah kiri depan pelaku. Setelah diinterogasi, pelaku mengakui bahwa barang bukti diduga narkotika jenis sabu itu miliknya,” ungkap Rudin.

    Rudin bilang, sabu tersebut awalnya dipesan pelaku inisial DI (37), warga Desa Padang Tepong Ulu Musi, Empat Lawang, dari E sebanyak satu paket setengah kantong seharga Rp 6.000.000.

    Lalu pada Jum’at, 25 Agustus 2023, diantarkan P warga Desa Lubuk Puding, yang merupakan adik sepupu dari E. Pelaku juga mengakui bahwa barang bukti sabu yang ditemukan Polisi merupakan sisa yang belum terjual.

    Adapun barang bukti yang diamankan yaitu: satu paket yang diduga narkotika golongan I jenis sabu yang dibungkus plastik klip dengan berat bruto 1,80 gram, dan satu buah celana pendek warna biru.

    “Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Empat Lawang untuk pengembangan lebih lanjut,” tegasnya. (ANA)

  • 13 Desa di Empat Lawang Masih Blank Spot, Belum Ada Sinyal

    13 Desa di Empat Lawang Masih Blank Spot, Belum Ada Sinyal

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Empat Lawang, mencatat ada 13 Desa yang belum tersentuh sinyal alias masih blank spot.

    Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Empat Lawang Sumardi mengatakan, pihaknya pernah mengajukan bantuan ke Kominfo pusat untuk mengatasi blank spot di 13 desa tersebut.

    “Kita sudah minta ke Kominfo pusat. Kita minta bangunkan di daerah yang blank spot itu, tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Karena kita bukan daerah prioritas seperti Papua. Kita Sumatera ini wilayahnya sudah bisa usaha untuk nyari sinyal,” kata Sumardi, Kamis (24/8/2023).

    Dulu, lanjut Sumardi, Pemerintah boleh membangun tower. Namun setelah itu ada aturan baru, pemerintah tidak boleh lagi membangun tower.

    “Kecuali daerah khusus, seperti Papua tadi nah itu boleh,” ujarnya.

    Sumardi merasa bersyukur, Pemkab Empat Lawang sudah melakukan MoU ke pihak Telkomsel, untuk kompleks perkantoran di jalan poros. Yaitu pembangunan viber optik.

    “Tinggal tergantung dengan opd nya masing-masing untuk melakukan kontrak ke telkom. Kontraknya sudah ada pormatnya secara nasional, jadi daftarnya secara e-katalog. Nanti setiap bulan keluar rekening pembayaran seperti listrik,” jelasnya. (ANA)

  • Hijaukan Negeri, Polres Empat Lawang Tanam 1000 Pohon

    Hijaukan Negeri, Polres Empat Lawang Tanam 1000 Pohon

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Polres Empat Lawang Polda Sumsel, melakukan penanaman Pohon secara serentak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2023, Rabu (23/8/2023).

    Kapolres Empat Lawang AKBP Helda Prayitno melalui Kasi Humas Iptu Silvia Wardi mengatakan, kegiatan penanaman Pohon ini juga dilakukan melalui zoom meeting dengan Kapolri di Pulau Rinca Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Kemudian dilanjutkan dengan penanaman Pohon di area Mapolres Empat lawang dipimpin Kapolres Empat Lawang AKBP Helda Prayitno, beserta Wakapolres, para PJU, Kapolsek Jajaran dan anggota serta Bhayangkari Polres Empat Lawang.

    “Adapun Pohon yang ditanam sebanyak 2.500 batang terdiri dari beberapa tanaman, seperti Mangga, Alpukat, Jambu, hingga Durian,” ungkap Silvia.

    Untuk rinciannya ialah Mangga 500 batang, Alpukat 300, Jambu 250, Palem 300, Durian 50, Ketapang 400, Kelengkeng 300, Jeruk 350, dan Nangka 50 batang.

    Ditambahkannya, kegiatan penanaman pohon secara serentak seluruh Indonesia yang dilakukan oleh Polri ini sebagai wujud peduli pada kelangsungan alam dengan mengusung tema “Polri Lestarikan Negeri Penghijauan Sejak Dini”. (ANA)

  • Merasa Terancam Foto Mesranya Bakal Disebar, Eko Cekik Yuli hingga Tewas

    Merasa Terancam Foto Mesranya Bakal Disebar, Eko Cekik Yuli hingga Tewas

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Polsek Tebing Tinggi Polres Empat Lawang, berhasil mengungkap pelaku pembunuh Yuli Marlina (33), warga Tanjung Ning, Kecamatan Saling, yang ditemukan meninggal dunia pada Rabu, 16 Agustus 2023, sekitar pukul 08.30 WIB.

    Kapolres Empat Lawang, AKBP Helda Prayitno, melalui Kapolsek Tebing Tinggi, AKP Fauzi Saleh, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Menurut Kapolsek, pelaku Eko Sugianto alias Jaka, ditangkap dan mengakui sebagai pelaku pembunuhan.

    Menurut keterangan saksi dan keluarga, korban telah menghilang dari rumah sudah 15 hari, tepatnya pada siang hari pada 1 Agustus 2023. Kemudian pada 16 Agustus sekira pukul 07.00 WIB, mayat korban ditemukan saksi M Sohar, Sahnun dan Neti.

    Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Pada saat ditemukan posisi korban dalam keadaan terlentang dan posisi badan dalam keadaan tidak berbusana.

    “Saksi mendapati jasad korban di dalam semak-semak rumpun bambu dan langsung dibawa ke rumah rumah sakit guna proses lebih lanjut,” kata Kapolsek.

    Fauzi mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku mengaku membunuh korban karena diancam akan menyebarkan foto mesra mereka jika tidak memberikan uang sebesar Rp2 juta.

    ‘Pelaku membunuh korban dengan cara dicekik sampai meninggal. Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Empat Lawang dan terancam hukuman sesuai Pasal 338 KUHPidana,” tegasnya. (ANA)

  • HUT RI, Camat Tebing Tinggi Gelar Lomba Asah Kreativitas Anak

    HUT RI, Camat Tebing Tinggi Gelar Lomba Asah Kreativitas Anak

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Usai sudah berbagai lomba yang diadakah Kantor Camat Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, guna memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-78.

    Sebelumnya telah diadakan lomba mewarnai untuk siswa PAUD/TK diikuti 120 peserta. Selain itu ada juga lomba membuat robot dan boneka dari barang bekas.

    Di hari terakhir ini, yang dilombakan berupa fashion show untuk tingkat TK dan SD, serta lomba tumpeng antara desa/kelurahan yang bernuansa biru dan merah sebagai warna favorit di Kabupaten Empat Lawang.

    Selain menampilkan anak-anak berbakat dalam memperagakan busana di catwalk yang dibuat dengan sedemikian rupa, orang tua pendamping pun didaulat untuk ikut unjuk kebolehan berdua diatas pentas.

    Hal ini tentu membuat suasana semakin meriah. Para isteri lurah dan kepada desa tidak tinggal diam menitip catwalk dengan mengunakan pakaian batik PKK. Mereka beraksi setelah didahului oleh Isteri Camat Tebing Tinggi berlenggak lenggok.

    Ketika dimintai komentarnya, Camat Tebing Tinggi, Noperman Subhi menjelaskan, lomba-lomba diadakan dalam rangka mengasah mental, keterampilan dan kreativitas anak.

    “Perlombaan melibatkan peserta dari siswa PAUD/TK, SD, SMP dan SMA sederajat. Namun ada beberapa cabang perlombaan yang sepi peminat seperti membuat robot atau boneka berbahan bekas, khususnya botol plastik serta lomba video kreatif,” ujarnya.

    Ketika ditanya mengenai adanya Desa dan Kelurahan yang tidak mengikuti lomba tumpeng Camat Tebing Tinggi memaklumi. Selain faktor tidak adanya anggaran untuk mengikuti lomba, mereka pun mengadakan lomba yang tidak kalah banyak dan meriahnya.

    Sementara itu, salah satu orangtua yang ikut mendampingi anaknya jadi peserta lomba mengucapkan terima kasih kepada panitia lomba yang menjembatani bakal yang dimiliki anak mereka dan berharap kedepannya tetap diselenggarakan lebih banyak lagi, bukan sekedar saat HUT-RI tetapi di momen-momen tertentu. (ANA)

  • KPUD Empat Lawang Keluarkan Edaran Larangan Terkait Atribut

    KPUD Empat Lawang Keluarkan Edaran Larangan Terkait Atribut

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Empat Lawang, sudah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait beberapa tempat yang dilarang dipasang atribut kampanye oleh bakal calon legislatif (Bacaleg) pada Pemilu 2024.

    “Jadi yang tidak boleh antara lain tempat pendidikan, tempat ibadah, tempat umum, tempat pelayanan kesehatan, dan kantor instansi daerah ataupun vertical,” ungkap Ketua KPU Empat Lawang, Eskan Budiman.

    Terkait adanya Bacaleg yang sudah memasang nomor urut padahal belum memaskui masa kampanye Eskan menyampaikan, kalau pemasangan nomor urut tersebut belum ada legalitasnya. Apalagi Daftar Calon Tetap (DCT) belum diumumkan.

    “Tapi mungkin dari parpol (partai politik) caleg tersebut sudah memberikan nomor urut, tapi untuk dari KPU sendiri belum ada legalitas,” katanya.

    Karena memang ditambahkan Eskan, penetapan Daftar Calon Tetap masih cukup lama, yaitu akan dilaksanakan pada bulan November mendatang.

    “Penetapan DCT masih lama, penetapan DCT akan diumumkan pada tanggal 4-6 November mendatang,” ujarnya. (ANA)

  • Harga Kebutuhan Pokok di Empat Lawang Terpantau Stabil

    Harga Kebutuhan Pokok di Empat Lawang Terpantau Stabil

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Sampai saat ini harga kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Empat Lawang, terpantau masih tetap stabil. Meskipun ada beberapa yang mengalami kenaikan, namun tidak begitu signifikan.

    “Hasil pantauan kita terakhir masih stabil, tetap normal. Seperti beras cap 688 harganya tetap Rp13 ribu per kilogram, gula pasir juga tetap Rp15 ribu,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Empat Lawang, Taufik, melalui Kabid Perdagangan, Ade Candra.

    Begitu juga, lanjut Ade, harga minyak goreng masih normal tidak mengalami kenaikan. Seperti minyak goreng curah per liter tetap Rp15,3 ribu, minyak goreng kemasan premium tetap Rp18 ribu. Pun demikian juga dengan minyak goreng kemasan sederhana tetap diharga Rp17 ribu.

    “Hanya minyak goreng Minyak Kita yang mengalami kenaikan, dari  sebelumnya Rp16 ribu menjadi Rp.18 ribu per liternya. Jadi naik Rp2 ribu,” ujarnya.

    Untuk harga daging Sapi maupun daging Ayam, dijelaskan Ade, juga masih stabil dan tidak mengalami kenaikan. Sepeti daging Sapi lokal paha belakang per kilogramnya tetap Rp130 ribu.

    Begitu juga dengan daging Ayam Broiler utuh tetap Rp30 ribu per kilogramnya. Sementara daging Ayam kampung utuh juga tetap diharga Rp42 ribu per kilogram.

    “Untuk telur Ayam negeri per kilogram Rp29 ribu, telur Ayam kampung Rp84 ribu,” jelasnya. (ANA)

  • Dua Residivis Curanmor Dibekuk Polisi

    Dua Residivis Curanmor Dibekuk Polisi

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Joni Iskandar (25) dan Yedi Adiyatma (20), dua residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang sering beraksi di Kabupaten Empat Lawang, Lahat, dan Kota Pagar Alam, akhirnya pasrah saat ditangkap Polisi.

    Keduanya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dari beberapa kepolisian, termasuk Polres Pagar Alam, Polsek Pagar Alam Selatan, Polsek Pagar Alam Utara, Polsek Fajar Bulan, dan Polsek Jarai.

    Aksi terbaru mereka, keduanya mencuri sepeda motor milik anggota Polsek Muara Pinang yang sedang diparkir di depan rumah di Desa Lubuk Tanjung, Kecamatan Muara Pinang.

    Aksi tersebut terlihat jelas melalui rekaman CCTV rumah korban dan CCTV online Polsek Muara Pinang.

    Kapolsek Muara Pinang, Iptu M Indra Gunawan, menyatakan bahwa keberadaan jaringan CCTV di setiap titik rawan di Kecamatan Muara Pinang sangat membantu dalam mengungkap kasus tindak pidana di wilayah tersebut, Senin (7/8/2023).

    Kasus curanmor tersebut terjadi pada tanggal 27 Juli sekitar pukul 5 pagi, saat korban Amir (43) kehilangan 1 unit sepeda motor merk Aerox yang sedang terparkir di teras rumahnya.

    Setelah menerima laporan, polisi segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa rekaman CCTV online di desa yang terhubung ke Command Center Polsek.

    “Rekaman tersebut memastikan aksi pelaku tercatat dengan jelas di CCTV online yang terpasang di Desa Lubuk Tanjung,” tuturnya. (ANA)

  • Kontingen Empat Lawang Raih Medali Emas Porseniwada

    Kontingen Empat Lawang Raih Medali Emas Porseniwada

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Empat Lawang, berhasil meraih medali emas, pada Pekan Olahraga dan Seni Wartawan Daerah (Porseniwada) ke-3 tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2023, di Lubuk Linggau, Jum’at (4/8/2023).

    Adalah Meri Hermiati, wartawan Harian Pagi Rakyat Empat Lawang (Koran REL), berhasil menjuarai lomba karaoke di ajang tahunan yang diselenggarkan PWI Provinsi Sumsel tersebut.

    Meri mengalahkan pesaingnya, Nazarudin dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang harus puas di peringkat kedua, Agus, dari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang juga harus puas di peringkat ketiga dan Frans perwakilan tuan rumah Kota Lubuk Linggau di peringkat keempat.

    Ketua PWI Kabupaten Empat Lawang, Beni Syafrin mengaku bangga dengan prestasi yang berhasil diraih Meri Hermiati di ajang Porseniwarda ke-3 tingkat Provinsi Sumsel tahun 2023 di Kota Lubuklinggau, tersebut.

    “Alhamdulillah, tentu ini kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Empat Lawang, karena salah seoarang kontingen kita berhasil meraih medali emas di sini, di tingkat Provinsi Sumsel,” ungkap Beni.

    Menurut Beni, dirinya merasa terharu ketika nama Kabupaten Empat Lawang disebut dan diumumkan di ajang tingkat Sumsel tersebut, dan berhak membawa pulang medali emas dari salah satu cabang yang diperlombakan.

    Tentunya pada kesempatan ini, dirinya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport dan mendukung PWI Kabupaten Empat Lawang, hingga pada kesempatan ini kontingen Kabupaten Empat Lawang dapat mengikuti Porseniwarda ke-3 tinglat Sumsel di Kota Lubuk Linggau kali ini. (ANA)

  • Bakti Sosial HUT Polwan Berbagi dengan Kaum Lansia

    Bakti Sosial HUT Polwan Berbagi dengan Kaum Lansia

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Polres Empat Lawang Polda Sumatera Selatan (Sumsel), menggelar Bakti Sosial dalam rangka perayaan Hari Jadi Polwan (Polisi Wanita) ke-75 tahun, Jumat (4/8/2023).

    Dalam suasana yang penuh kehangatan, anggota Polwan dari Polres Empat Lawang memberikan bantuan berupa paket sembako kepada ibu-ibu lansia. Wajah bahagia dan senyum tulus terpancar dari para penerima bantuan tersebut.

    Selain memberikan bantuan, Polwan juga berbaur dengan para lansia, berinteraksi, dan mendengarkan cerita-cerita berharga dari mereka, menciptakan momen kebersamaan yang mengesankan.

    Peringatan Hari Jadi ke-75 Polisi Wanita Republik Indonesia menjadi momen yang tepat untuk mengingatkan kami akan komitmen kami sebagai pelayan masyarakat.

    “Dengan kehadiran kami di sini, kami berharap dapat meringankan beban dan membawa kebahagiaan bagi saudara-saudara kami yang sudah lanjut usia,” Ungkap seorang anggota Polwan.

    Kapolres Empat Lawang AKBP Helda Prayitno, mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-75 Polisi Wanita Republik Indonesia, semoga semakin bermanfaat dan berarti bagi bangsa dan negara. (ANA)

  • Simpan Ganja dan Sabu di Pondok Kebun, Zulfikar Digelandang Polisi

    Simpan Ganja dan Sabu di Pondok Kebun, Zulfikar Digelandang Polisi

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Zulfikar pria usia kepala 3 di Desa Lawang Agung, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Empat Lawang, diciduk Satres Narkoba Polres Empat Lawang karena simpan sabu dam tanam ganja di pondok kebun miliknya.

    Zulfikar disergap polisi di pondok kebun miliknya saat ia sedang tertidur lelap, dimana setelah petugas menggeledah pondoknya petugas mendapati sabu dan tanaman ganja yang masih hidup.

    Diduga Zulfikar adalah seorang pengedar dihadapan petugas ia mengakui jika kedua jenis barang terlarang tersebut adalah miliknya, sabu ia dapatkan dari seseorang yang ada di Kecamatan Pendopo sedangkan ganja ia memang sengaja menanam sendiri.

    Dimana tanamam ganja tersebut ia tanam tidak jauh dengan lokasi pondok tempat ia bermalam dengan jarak sekitar 20 meter.

    “Narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,33 gram dan pohon ganja hidup sebanyak 5 batang dengan tinggi 30 hingga 50 cm. Juga ada beberapa barang bukti lainnya yakni plastik klip transparan, timbangan digital, tas pelaku, alat hisap sabu, hingga korek gas,” kata Kapolres Empat Lawang melalui Kasatres Narkoba, AKP Rudin Suprianto, Selasa (1/8/2023).

    Lanjutnya, penyergapan terduga pengedar narkoba jenis sabu dan ganja ini berawal dari informasi akan keberadaan terduga pelaku di desa tersebut.

    “Menindaklanjuti informasi tersebut kita lakukan penyelidikan setelah penyelidikan semalam anggota opsnal Satres Narkoba langsung mendatangi sebuah pondok yang ada di lahan perkebunan Desa Lawang Agung, Kecamatan Pasemah Air Keruh,” jelasnya.

    Adapun saat ini Zulfikar beserta barang bukti telah diamankan di kantor Polres Empat Lawang, ia akan disangkakan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 dan Pasal 111 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (ANA)

  • Pelaku Duel Maut di Jembatan Ponton Ditangkap Polisi

    Pelaku Duel Maut di Jembatan Ponton Ditangkap Polisi

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Deni, pelaku peristiwa berdara duel maut antara dua pemuda yang terjadi di Jembatan Ponton, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, ditangkap Polisi Unit Reskrim Polsek Ulu Musi.

    Pelaku diamankan polisi usai menikam korban Dodi hingga tewas. Kapolres Empat Lawang AKBP Helda Prayitno melalui Kapolsek Ulu Musi, Iptu Hariyono, membenarkan penangkap terhadap pelaku tersebut.

    “Ya, sudah kita amankan pelaku duel yang menewaskan korban pada Minggu kemarin (30/7/2023),” kata dia, Senin (31/7/2023).

    Disampaikannya, duel berdarah ini terjadi pada Senin malam (24/7/2023), setelah keduanya bertemu di sebuah acara pesta pernikahan di Desa Muara Kalangan, Kecamatan Ulu Musi.

    Peristiwa ini pun, tidak lepas dari dendam lama yang telah mengakar di antara kedua pemuda tersebut. “Sebelumnya, kedua pemuda ini, Dodi dan Deni, sudah ada dendam lama,” ujar Kapolsek.

    Dodi yang merupakan pelaku ini, merupakan warga dari Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), menantang Deni, yang berasal dari Kecamatan Ulu Musi, untuk berduel di Jembatan Ponton, Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi.

    Keduanya pun membawa senjata tajam sebagai persiapan dalam duel tersebut. Karena saling menggunakan senjata tajam, baik Dodi maupun Deni, sama-sama terluka. Namun nasib malang justru menghampiri Dodi yang harus meregang nyawa.

    Dodi menghembuskan nafas terakhir akibat luka tusuk di bagian dada. Korban ditusuk oleh Deni menggunakan pisau herder. Sedangkan Deni juga terluka setelah mendapat tusukan pada bagian paha oleh Dodi.

    “Saat diamankan pelaku Deni tidak ada perlawan, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya. (ANA)

  • Imbas Erupsi Gunung Api Dempo Akibatkan Ikan Mabuk, Warga Empat Lawang Ketiban Rezeki

    Imbas Erupsi Gunung Api Dempo Akibatkan Ikan Mabuk, Warga Empat Lawang Ketiban Rezeki

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Erupsi Gunung Api Dempo di Kota Pagar Alam, pada Selasa malam (25/7/2023), sekitar pukul 21.15 WIB yang lalu, secara tidak langsung membawa berkah bagi warga Kabupaten Empat Lawang.

    Diduga akibat erupsi tersebut, mengakibatkan Ikan di Sungai Musi Kabupaten Empat Lawang menjadi mabuk. Hal inilah yang membuat sejumlah warga Empat Lawang, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi, terjun ke Sungai.

    Tentu saja, para warga turun ke Sungai ini bukan untuk menyelamatkan diri dari ancaman bahaya erupsi Gunung Api Dempo, melainkan menangkap Ikan yang mabuk di Sungai, atau biasa disebut warga setempat ketubean.

    Ikan di Sungai Musi diduga mabuk akibat terkena belerang akibat erupsi Gunung Api Dempo. Para warga turun ke Sungai Musi sambil membawa peralatan menangkap Ikan, seperti jala dan sanggi.

    Suman, warga Kecamatan Tebing Tinggi mengatakan, air Sungai Musi ini memang mengalami ketubean, yang disebabkan oleh erupsi Gunung Dempo. Namun belerangnya hanya sedikit.

    “Ini memang ketubean, tapi belerangnya kurang. Bau belerangnya ada, tapi tidak terlalu. Makanya dikit Ikannya (yang mabuk). Kalau belerangnya banyak pasti banyak Ikannya,” kata dia, ditemui pada saat menangkap Ikan di Sungai Musi, Kamis (27/7/2023). (ANA)

  • Operasi Patuh Musi 2023 Catat 320 Pelanggar di Empat Lawang

    Operasi Patuh Musi 2023 Catat 320 Pelanggar di Empat Lawang

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Sebanyak 320 pelanggar lalu lintas terjaring Operasi Patuh Musi 2023 yang digelar Satlantas Polres Empat Lawang selama periode 10 Juli sampai 23 Juli 2023.

    Diketahui, Operasi Patuh Musi digelar tanggal 10-23 Juli 2023 guna untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas serta menekan angka kecelakaan.

    Kasat Lantas Empat Lawang AKP Desi Azhari mengatakan, kurun waktu sela 10 Juli hingga 23 Juli 2023 dilaksanakan, setidaknya sudah 320 pelanggar yang terjaring operasi tersebut.

    “Selama 14 hari dilaksanakan, sejak tanggal 10-23 Juli jumlah pelanggar yang terdata sejak dimulainya operasi sampai hari terahir ini ada 320 kasus pelanggaran,” kata AKP Desi Azhari, saat dikonfirmasi, Selasa (25/7/2023).

    Menurutnya, pelanggaran itu merupakan gabungan dari pelanggaran yang di antaranya, terekam kamera ETLE, tilang dan teguran.

    Dari total pelanggaran yang terdata itu, Desi mengungkap ada kasus yang menonjol dan menjadi sorotan.

    “Itu data gabungan ya, dari ETLE statis tilang dan teguran,” kata AKP Desi.

    Diungkapkan AKP Desi, pelanggaran lalu lintas paling tinggi yang dilakukan masyarakat di Empat Lawang, yakni malasnya warga memakai helm saat bersepeda motor, baik pengemudi maupun penumpang. (ANA)

  • Duel Maut, Pemuda 18 Tahun Tewas Ditikam

    Duel Maut, Pemuda 18 Tahun Tewas Ditikam

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Dodi, pemuda berusia 18 tahun asal Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang, tewas bersimbah darah usai berduel dengan Deni (26). Dodi menghembuskan nafas terakhir akibat luka tusuk di bagian dada.

    Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Senin petang (24/7/2023). Dodi ditusuk oleh Deni menggunakan pisau herder. Sedangkan Deni juga terluka setelah mendapat tusukan pada bagian paha oleh Dodi.

    Kejadian berdarah tersebut bermula saat keduanya bertemu di sebuah pesta pernikahan di Desa Muara Kalangan, Kecamatan Ulu Musi, di hari yang sama. Sebelumnya, kedua pemuda ini diketahui sudah ada perselisihan.

    Saat bertemu di sana, Dodi menantang Deni untuk bertemu di Jembatan Ponton Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi. Tantangan ini diduga dipicu akibat dendam lama tersebut.

    Menyepakati janji itu, Deni dan temannya pergi menuju Jembatan ponton, yang juga disusul Dodi dan teman-temannya. Sesampai di lokasi yang telah dijanjikan, terjadilah perkelahian antara Dodi dan Deni menggunakan senjata tajam.

    “Korban terluka pada bagian bahu atas sebelah kiri akibat senjata tajam jenis pisau atau herder dengan panjang lebih kurang 15 cm. Sehingga korban meninggal dunia,” kata Kapolsek Ulu Musi, Iptu Hariyono, Selasa (25/7/2023).

    “Sedangkan pelaku mengalami luka pada bagian paha sebelah kiri akibat senjata tajam yang jenisnya belum kita ketahui. Jadi keduanya sama-sama luka dengan satu di antaranya meninggal dunia,” jelas Hariyono.

    Menurut Hariyono, setelah pelaku menusukkan senjata tajam ke tubub korban, pelaku langsung loncat dari Jembatan Ponton ke Sungai Musi untuk menyelamatkan diri. (ANA)

  • Kebakaran di Air Mayan Paiker, 14 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

    Kebakaran di Air Mayan Paiker, 14 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Peristiwa kebakaran terjadi di Desa Air Mayan, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang. Kebakaran terjadi pada Senin dini hari (24/3/2023).

    Api pertama kali muncul sekitar pukul 02.00 WIB, saat mayoritas warga mulai terlelap tidur. Dengan cepat api membakar dua buah rumah permanen yang ada di pinggir jalan tersebut.

    Dua unit rumah warga yang terbakar milik Royadi (48) dan Samsul Bahri (54). Dugaan sementara api berasal dari konsleting arus listrik salah satu rumah.

    Selain rumah, Si Jago Merah juga membakar dan menghabiskan hampir seluruh isi rumah Royadi dan Samsul Bahri.

    Akibat peristiwa kebakaran ini, sebanyak 14 jiwa penghuni kedua rumah tersebut kehilangan tempat tinggal. Diperkiran, keduanya mengalami kerugian hingga Rp 400 juta.

    Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Damkar dan Penyelamatan Empat Lawang, Supriyadi menyampaikan, kedua rumah alami hangus total atau habis terbakar.

    “Untuk kebakaran di Desa Air Mayan, Paiker semalam itu, ada dua buah warga yang terdampak yakni milik Royadi dan Samsul Bahri. Keduanya habis terbakar atau hangus total. Api berhasil dipadamkan oleh warga serta petugas,” ungkapnya. (ANA)

  • Lima Desa Eks Transmigrasi di Empat Lawang Sudah Definitif

    Lima Desa Eks Transmigrasi di Empat Lawang Sudah Definitif

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Lima desa yang sebelumnya merupakan wilayah di kawasan eks daerah transmigrasi di Kabupaten Empat Lawang berubah status menjadi defenitif.

    Daerahnya antara lain Desa Mejarti Jaya (3B), Desa Mekar Jaya (3A), Desa Pancurmas (Unit 4) Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Tanjung Ning Jaya, Kecamatan Saling dan Desa Lubuk Puding, Kecamatan Ulu Musi.

    Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Muhibbudin, melalui Kabid Transmigrasi Purwanto, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pembinaan terhadap ke-5 desa eks transmigrasi tersebut.

    “Dalam artian mengenai perekonomiannya sudah maju apa belum. Kalau tertinggal apa yang kita perbuat,” kata Purwanto, Senin (24/7/2023).

    Waktu penempatan awal dulu, lanjut Purwanto, Empat Lawang masih bergabung dengan Kabupaten Lahat. Setelah Empat Lawang berdiri baru dilakukan pemetaan wilayah.

    “3B masuk empat lawang, 3A masuk empat lawang, pancurmas masuk empat lawang, tanjung ning jaya masuk empat lawang dan lubuk puding masuk empat lawang. Nah 5 exs transmigrasi inilah yang kita lakukan pembinaan,” ujarnya.

    Untuk saat ini, dijelaskan Purwanto, tidak ada pembukaan lahan baru untuk transmigrasi di sumatera selatan (sumsel) khusus nya di Kabupaten Empat Lawang, hal ini dikarenakan untuk mendapatkan lahan baru tidak bisa sebab rata-rata padat.

    “Sekarang sudah susah, transmigrasi ini sekarang banyak buka di wilayah timur. Kalau di sumsel sudah susah, sumsel ini yang punya wacana Kabupaten Pali dan OKI, nah 2 daerah ini yang ada wacana. Kalau kita tidak ada lahan, siapa yang mau menghibahkan tanah ratusan hektar itu,” jelasnya.

    Yang perlu dikaji saat ini, ditambahkannya, kenapa ekonomi di wilayah eks transmigrasi belum berkembang, seperti Desa Pancurmas. Inilah yang me jadi PR pihaknya dalam hal ini Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Empat Lawang.

    Kita cari tahu apa kendalanya, apa mungkin itu inprastruktur yang merupakan akses perekonomian. Trus skil nya apa disana, SDM nya bagaimana, apa keterampilan disana yang mesti kita angkat, ini kita gali terus untuk mengembangkan ekonomi ini,” ungkapnya. (ANA)