PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMP/MTs/SMPLB serta Paket B/PKPPS Wustha resmi dimulai lebih awal secara nasional, yakni pada 6–16 April 2026. Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam transformasi sistem evaluasi pendidikan di Indonesia yang kini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga karakter dan lingkungan belajar siswa.
Dengan sistem pelaksanaan berbasis gelombang, TKA 2026 menuntut kesiapan menyeluruh dari satuan pendidikan maupun peserta didik. Sekolah diharapkan mampu memastikan kesiapan teknis dan nonteknis, sementara siswa perlu mempersiapkan diri secara akademik dan mental menghadapi ujian yang lebih komprehensif.
Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa mekanisme pelaksanaan TKA telah dirancang secara matang dan terarah. Ia mengimbau siswa untuk menjaga keseimbangan antara belajar, kesehatan, dan kesiapan mental.
Baca Juga : Pelantikan 130 Kepala Sekolah di Palembang, Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis Kepemimpinan Inovatif
“Semua sudah ada rujukan dan mekanismenya. Siswa harus belajar dengan baik, menjaga kesehatan, dan jangan lupa meminta doa restu dari orang tua,” ujarnya usai pelantikan kepala sekolah di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang.
Ia juga menekankan pentingnya ketenangan dan ketelitian dalam mengerjakan soal. Menurutnya, sikap terburu-buru justru dapat menurunkan hasil yang seharusnya bisa dicapai secara maksimal.
“Fokus dalam mengerjakan soal, jangan tergesa-gesa, dan ikuti seluruh rangkaian ujian dengan konsisten,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ratu Dewa menilai bahwa TKA 2026 tidak seharusnya menjadi beban psikologis bagi siswa. Dengan persiapan yang matang, ujian ini justru dapat dijalani secara lebih terukur dan tenang sehingga potensi terbaik peserta didik dapat muncul secara optimal.
Baca Juga : Bupati Muba Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan di Tengah Konflik Antar Siswa
TKA 2026 juga memiliki peran penting dalam memetakan kualitas pendidikan, khususnya di Kota Palembang. Hasil ujian tidak hanya menjadi indikator capaian individu, tetapi juga menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pendidikan ke depan.
“Ini bukan sekadar soal nilai akhir. TKA menjadi pijakan untuk memperbaiki sistem pendidikan secara menyeluruh,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan menyeluruh, TKA 2026 diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul secara akademik, berkarakter kuat, serta memiliki daya saing tinggi di masa depan.
Pemerintah Kota Palembang pun optimistis bahwa transformasi sistem evaluasi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Penulis : Hasan Basri
Editor : Admin

















