Pemilik Warung Klarifikasi Terkait Video Viral Bocah 12 Tahun Diduga Onani

- Redaksi

Jumat, 1 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dedek (27), pria yang merekam aksi seorang pemuda berusia 12 tahun inisial DK saat sedang memperagakan gerakan layaknya sedang onani, menyampaikan klarifikasi terkait video tersebut.

Untuk diketahui, sebuah video viral di Instagram yang memperlihatkan DK, warga KM 5, yang sedang diguyoni beberapa pemuda saat jualan pisang coklat (Piscok) di salah satu warung makan di Jalan Balap Sepeda, Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I, melakukan aksi diduga cabul dengan cara onani sambil diimingi uang Rp50 ribu.

Dimana, kejadian bermula saat DK yang setiap hari berjualan piscok ini sedang mampir ke warung makan tersebut untuk numpang duduk sekaligus istirahat. Di saat itu, DK dibercandain beberapa pemuda untuk melakukan onani. Bahkan hal tersebut sempat direkam.

Di saat proses perekaman, remaja ini bersedia dan mau lakukan coli (onani) karena sudah akrab dengan pemuda tersebut. Sementara itu, terkait video yang beredar luas, Dedek, perekam yang juga pemilik warung makan itu kemudian dengan gamblang menjelaskan kronologis yang terjadi sebenarnya pada saat kejadian.

Di samping itu, dirinya jua sangat menyesalkan, tindakannya yang sekedar bercanda ini menjadi viral hingga dirinya dihujat netizen dengan komentarnya yang pedas.

” DK ini setiap hari berjualan di dekat kami jualan, bahkan kalau sudah kelelahan habis keliling istirahatnya di warung kami. Namun memang, pada saat kejadian itu, DK pinjam HP ke teman saya untuk bermain game. Namun yang membuat penasaran, saat main HP dan nonton game, tangannya dimasukkan ke dalam celananya tersebut. Karena itu kami bercandain, mau coli (onani) ya. Bukannya berhenti, DK ini malah menantang kalau iya kenapa, dan terus menggoyangkan baju dan celananya itu dengan cepat seperti orang yang onani,” ungkap Dedek.

Untuk lebih menghangatkan suasana serta candaan lebih asyik, kata Dedek, uang Rp50 ribu yang merupakan pembayarannya pelanggan digunakan untuk seolah-oleh ini membayarnya karena sudah onani tersebut. Sehingga karena melihat tingkat lucu DK dan temannya tersebut yang memang telah mengenal DK sejak beberapa tahun terakhir, dirinya kemudian merekamnya. Maksudnya itu cuma bukti bercanda dan bukan benaran terjadi.

“Saya sudah menganggap DK seperti adik sendiri, bahkan keluarganya juga tahu kalau DK ini sering berjualan piscok di sekeliling warung makan dan sering istirahat ataupun duduk-duduk di warung. Bahkan pada saat itu juga, ada cewek cantik. Sehingga uang Rp50 ribu itu pura-pura mau kasih ke DK. Padahal itu uang orang yang bayar makan. Jadi itu cuma guyonan dan candaan kami dengan DK, karena memang DK orangnya suka menerima tantangan. Namun tujuan bukan yang aneh-aneh, tapi lebih bercanda doang,” jelasnya.

Setelah video tersebut viral, dirinya dengan beserta tiga temannya kemudian datang ke rumah korban di KM 5 dan menyampaikan permintaan maaf dan rasa bersalah terkait hal tersebut pada Rabu (28/2/2024) malam.

Yang lebih mengejutkan lagi, video unggahannya tersebut direspon banyak netizen. Sampai pada akhirnya dirinya dihujat habis netizen. Bahkan beberapa diantaranya dengan tegas menyebuy dirinya gay dan beberapa hinaan lainnya.

“Bukan bangga karena video tersebut viral, namun malah kaget. Karena reaksi netizen sangat di luar dugaan, mereka menghujat saya habis-habisan bahkan saya tidak tidur akibat komentar netizen tersebut. Karena itu, sebagai permintaan maaf sekaligus jua penyesalan atas apa yang terjadi tersebut, kami berempat datang ke rumah DK, tujuan utamanya minta maaf,” bebernya.

Walaupun pada awalnya, keluarganya DK ini sempat marah, karena anaknya viral akibat video tersebut, namun setelah dijelaskan yang sebenarnya terjadi, keluarga dari DK ini membaik.

“Kalau orangtuanya marah, itu wajar karena kami memang salah dan akan terima semuanya. Alhamdulillahnya permintaan maaf kami diterima, bahkan kita juga buat penyataan tidak akan mengulangi hal tersebut. Sebagai ungkapan permintaan maaf, juga berbagi sedikit rezeki dan tentu berharap kejadian serupa tida terjadi lagi,” ulasnya.

Terkait kejadian tersebut, ungkap Dedek, ia akhirnya dipanggil polisi untuk berikan klarifikasi terkait kronologis sebenarnya di saat itu. “Selain tidak bisa tidur, saya kemarin saya diambil keterangan oleh pihak Polda Sumsel terkait video viral tersebut. Yang pasti, ini jadi pelajaran saya agar bercandanya tidak kelewatan hingga berdampak ke saya sendiri dan usaha saya tersebut,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Diserang Pria Bersenjata Tajam Saat Jemput Teman, Pemuda di Palembang Alami Luka Robek di Kepala
Diduga Jadi Korban Perundungan di Sekolah, Bocah 6 Tahun Alami Iritasi Mata, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum
Kuasa Hukum Sucipto Wijaya Gugat SP3 Polda Sumsel, Nilai Penghentian Penyidikan Janggal
Kapolrestabes Palembang: Media dan Aktivis Pilar Strategis Menjaga Kamtibmas di Era Digital
Pelayanan Kepolisian Di Polrestabes Palembang Gratis
Hendak Menjemput Anak Titipan, IRT di Palembang Malah Diduga Dianiaya Suami dan Mertua
Diduga Dipicu Dendam Lama, Remaja Putri di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan
Anak Diduga Dianiaya, Ibu Tempuh Jalur Hukum dan Lapor ke Polrestabes Palembang

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Diserang Pria Bersenjata Tajam Saat Jemput Teman, Pemuda di Palembang Alami Luka Robek di Kepala

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Diduga Jadi Korban Perundungan di Sekolah, Bocah 6 Tahun Alami Iritasi Mata, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Kuasa Hukum Sucipto Wijaya Gugat SP3 Polda Sumsel, Nilai Penghentian Penyidikan Janggal

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Kapolrestabes Palembang: Media dan Aktivis Pilar Strategis Menjaga Kamtibmas di Era Digital

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Pelayanan Kepolisian Di Polrestabes Palembang Gratis

Berita Terbaru

Sumsel

Pancasila Sebagai Pedoman dalam Perjalanan Hidup Saya

Kamis, 6 Agu 2026 - 06:41 WIB

Caption: Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai langsung usai rilis, Rabu (5/8/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

BPS Sebut Kemiskinan di Sumsel Melandai 9,5 Persen

Rabu, 5 Agu 2026 - 22:08 WIB