BPS Sebut Kemiskinan di Sumsel Melandai 9,5 Persen

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai langsung usai rilis, Rabu (5/8/2026). Foto: Tia

Caption: Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai langsung usai rilis, Rabu (5/8/2026). Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan mengalami penurunan sebesar 0,35 persen. Persentase penduduk miskin melandai dari posisi sebelumnya 9,85 persen menjadi 9,50 persen.

 

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto menyampaikan jika penurunan ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan ekonomi daerah yang ditopang sektor pertanian serta akumulasi pendapatan masyarakat saat momen keagamaan.

 

“Kondisinya di periode Triwulan I lalu, pertumbuhan kita cukup tinggi mencapai 5,34 persen. Pertanian tumbuh bagus dengan hasil panen melimpah dan HPP yang naik, ditambah akumulasi pendapatan serta konsumsi rumah tangga saat Ramadan, Idulfitri, hingga pencairan gaji ke-13 ASN,” ujar Wahyu saat diwawancarai usai rilis, Rabu (5/8/2026).

 

Wahyu menyebut jika Garis Kemiskinan (GK) di Sumatera Selatan saat ini ditetapkan sebesar Rp622.000 per kapita per bulan.

 

Jika dihitung dalam skema satu rumah tangga dengan rata-rata anggotanya terdiri atas 4 hingga 5 orang, batas pengeluaran minimum kategori miskin berada di kisaran Rp2,9 juta hingga Rp3 juta per bulan.

 

Ia mengimbau para pelaku usaha agar patuh memberikan upah sesuai Standar Upah Minimum Provinsi (UMP/UMR) guna memisahkan rumah tangga dari kategori miskin.

 

Dalam menghitung beban pengeluaran masyarakat miskin, BPS memantau sebanyak 52 komoditas pangan dan 51 komoditas non-pangan. Hasilnya, beras dan rokok kretek menjadi dua komponen utama yang menyerap anggaran terbanyak.

 

Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga beras agar daya beli masyarakat berpenghasilan rendah tidak tergerus.

 

“Makanya harga beras ini betul-betul harus dijaga, jangan sampai naik tinggi karena sangat mempengaruhi pengeluaran. Kalau harga beras naik, daya beli masyarakat turun,” tegasnya.

 

Selain beras, BPS juga menyoroti tingginya alokasi belanja rumah tangga miskin pada komoditas rokok. Padahal, rokok merupakan pengeluaran non-kalori yang sebenarnya dapat dialihkan untuk pemenuhan gizi keluarga.

 

Masyarakat diimbau mulai menggeser pola konsumsi dengan memprioritaskan bahan pangan berkalori tinggi seperti beras, telur, dan produk bergizi lainnya.

 

“Rokok itu pengeluarannya besar tetapi tidak ada kalorinya. Harusnya pengeluaran rokok dialihkan untuk membeli bahan pangan berkalori, namun karena sudah menjadi kultur, rokok seolah jadi pengeluaran wajib,” pungkasnya.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Sektor Pendidikan dan Libur Sekolah Dorong Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,2 Persen di Triwulan II 2026
Sidang Korupsi BTN e-Batara Pos: Saksi Kerap Jawab ‘Lupa’, Kuasa Hukum Pertanyakan Kredibilitas
Kejari Palembang: Penyidikan Korupsi Lampu Jalan dan Solar Cell Terus Dikebut. 
Ahli Dewan Pers: Sengketa Jurnalistik Harus Diselesaikan di Dewan Pers, Sidang Gugatan 25 Media Ditunda Lagi
Diserang Pria Bersenjata Tajam Saat Jemput Teman, Pemuda di Palembang Alami Luka Robek di Kepala
Diduga Jadi Korban Perundungan di Sekolah, Bocah 6 Tahun Alami Iritasi Mata, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum
Kejari Palembang Periksa 69 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Lampu Jalan, Delapan Anggota DPRD Sudah Dimintai Keterangan
GRANSI dan Forum LSM Bersatu Desak Kejari Palembang Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Sektor Pendidikan dan Libur Sekolah Dorong Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,2 Persen di Triwulan II 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:08 WIB

BPS Sebut Kemiskinan di Sumsel Melandai 9,5 Persen

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Kejari Palembang: Penyidikan Korupsi Lampu Jalan dan Solar Cell Terus Dikebut. 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Ahli Dewan Pers: Sengketa Jurnalistik Harus Diselesaikan di Dewan Pers, Sidang Gugatan 25 Media Ditunda Lagi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Diserang Pria Bersenjata Tajam Saat Jemput Teman, Pemuda di Palembang Alami Luka Robek di Kepala

Berita Terbaru

Caption: Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai langsung usai rilis, Rabu (5/8/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

BPS Sebut Kemiskinan di Sumsel Melandai 9,5 Persen

Rabu, 5 Agu 2026 - 22:08 WIB

Sumsel

Pancasila Adalah Diriku

Rabu, 5 Agu 2026 - 20:42 WIB