Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari 

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Syakirah Fitrah Zafiah

NIM    : PO7124226006

Prodi : STR Bidan

 

Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari

 

Pancasila bukanlah sekadar dasar negara yang cukup dihafal di luar kepala, melainkan pedoman hidup nyata yang saya terapkan dalam keseharian. Nilai-nilai luhur di dalamnya menjadi pegangan penting bagi saya saat berinteraksi dengan teman-teman di sekolah, di lingkungan masyarakat, maupun dengan anggota keluarga tercinta di rumah.

 

Pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya selalu berusaha menjaga ibadah salat tepat waktu serta senantiasa menghargai teman-teman yang memiliki keyakinan berbeda. Alasan saya melakukan hal ini adalah agar hidup saya mempunyai pegangan moral yang kuat, selalu ingat kepada Sang Pencipta, dan senantiasa merasa tenang dalam menghadapi berbagai situasi. Sebaliknya, jika saya mengabaikan nilai ini, saya pasti akan merasa kehilangan arah, kurang bersyukur, dan lebih mudah diliputi kecemasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

 

Beranjak pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya memilih untuk selalu peduli dengan cara menolong teman yang sedang kesulitan, seperti meminjamkan alat tulis atau membantunya memahami materi pelajaran, serta tidak melakukan perundungan atau bullying kepada siapa pun. Saya memegang teguh prinsip ini karena setiap manusia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlakuan yang baik, adil, dan manusiawi. Kalau saya tidak peduli atau justru menyakiti orang lain, hubungan pertemanan di sekolah akan rusak dan suasana yang penuh kebencian akan mudah sekali muncul di lingkungan sekitar.

 

Pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, wujud nyata yang selalu saya lakukan adalah menjaga kekompakan dan kerja sama yang baik, terutama saat ada tugas kelompok bersama teman-teman sekelas. Tujuannya tentu saja agar tercipta suasana pertemanan yang damai, kompak, saling membantu, dan tidak terpecah belah karena perbedaan pendapat. Tanpa adanya semangat persatuan ini, perpecahan, sifat egois yang mementingkan diri sendiri, serta perselisihan antar-teman akan sangat mudah terjadi dan membuat suasana belajar menjadi tidak nyaman.

 

Selanjutnya pada sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya membiasakan diri untuk berdiskusi bersama keluarga di rumah saat ingin merencanakan sesuatu atau memecahkan suatu masalah bersama. Saya melakukan ini agar keputusan akhir yang diambil bisa adil bagi semuanya tanpa ada pihak yang merasa dipaksa atau ingin menang sendiri. Jika kita tidak mau bermusyawarah dan lebih memilih ego masing-masing, keputusan yang diambil tentu akan berat sebelah dan pada akhirnya justru memicu konflik serta ketegangan di dalam rumah.

 

Terakhir, pada sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya menerapkannya dengan cara bersikap adil kepada ketiga adik saya di rumah demi menjaga keharmonisan keluarga tanpa ada yang merasa dibedakan perhatian maupun kasih sayangnya. Saya sadar betul bahwa sebagai kakak, saya harus bisa membagi waktu dan perhatian secara merata kepada mereka. Jika saya berlaku tidak adil atau pilih kasih, suasana di rumah pasti akan merenggang, membuat adik-adik merasa sedih, dan menimbulkan kecemburuan sosial yang tidak sehat antar-saudara.

 

Berita Terkait

Pancasila Sebagai Pedoman dalam Perjalanan Hidup Saya
Pancasila sebagai Pedoman dalam Membentuk Karakter dan Tindakan Saya 
Sektor Pendidikan dan Libur Sekolah Dorong Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,2 Persen di Triwulan II 2026
BPS Sebut Kemiskinan di Sumsel Melandai 9,5 Persen
Pancasila Adalah Diriku
Masuk Program Unggulan, Pasar Terminal Nendagung Ditata Ulang, Wako Ludi: Ini Demi Kebaikan Bersama
19 Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Pelanggaran Keselamatan di Balik Tragedi ALS-Mobil Tangki
Sidang Korupsi BTN e-Batara Pos: Saksi Kerap Jawab ‘Lupa’, Kuasa Hukum Pertanyakan Kredibilitas

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:51 WIB

Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Pancasila Sebagai Pedoman dalam Perjalanan Hidup Saya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Pancasila sebagai Pedoman dalam Membentuk Karakter dan Tindakan Saya 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Sektor Pendidikan dan Libur Sekolah Dorong Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,2 Persen di Triwulan II 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:08 WIB

BPS Sebut Kemiskinan di Sumsel Melandai 9,5 Persen

Berita Terbaru

Sumsel

Pancasila Sebagai Pedoman dalam Perjalanan Hidup Saya

Kamis, 6 Agu 2026 - 06:41 WIB

Caption: Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto saat diwawancarai langsung usai rilis, Rabu (5/8/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

BPS Sebut Kemiskinan di Sumsel Melandai 9,5 Persen

Rabu, 5 Agu 2026 - 22:08 WIB