Waspada Cuaca Ekstrem, Dinkes Sumsel Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus DBD

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring dengan tingginya curah hujan di awal tahun 2026.

Kondisi cuaca yang tidak menentu dan banyaknya genangan air pascabanjir di sejumlah wilayah seperti OKU Timur dan OKI dinilai menjadi faktor utama meningkatnya perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan penyakit mematikan tersebut.

“Kami meminta masyarakat untuk lebih giat melakukan gerakan 3M Plus, terutama di wilayah-wilayah yang baru saja terdampak luapan air atau banjir,” ujar Kadinkes Sumsel, dr. Trisnawarman, Senin (12/1/2026).

Berdasarkan data pemantauan, tren kasus DBD cenderung mengalami peningkatan saat memasuki musim penghujan akibat banyaknya tempat penampungan air alami yang tidak terkontrol.

Pihak Dinkes juga telah menginstruksikan seluruh jajaran Puskesmas di kabupaten/kota untuk bersiaga dan mempercepat proses deteksi dini terhadap warga yang mengeluhkan gejala demam tinggi.

Upaya pencegahan melalui pengasapan (fogging) akan tetap dilakukan secara selektif pada wilayah yang telah ditemukan kasus positif berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, maka tindakan yang paling efektif tetaplah pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri oleh warga,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemukan gejala bintik merah pada kulit atau penurunan trombosit yang drastis.

Keterlambatan penanganan medis pada pasien DBD dikhawatirkan dapat berakibat fatal, mengingat risiko sindrom syok dengue yang sangat berbahaya.

“Jangan menunggu kondisi parah, segera periksakan ke dokter jika demam tidak turun dalam dua hari agar mendapatkan penanganan yang tepat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemuda Indonesia Berdaya Sumsel Siap Kawal Pembangunan di Era Prabowo–Gibran
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA
Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang
Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ
Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun
Berikan Layanan Prima Dinas Damkarmat dan 9 OPD Terbaik Diganjar Penghargaan, Oleh Walikota Kota Ratu 
Buku Transaksi Jadi Barang Bukti, Polisi Bongkar Dugaan Judi Sabung Ayam di Gandus
HUT ke-75 Humas Polri, Kapolda Sumsel Ajak 42 Jurnalis Berbagi Lewat Donor Darah

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Pemuda Indonesia Berdaya Sumsel Siap Kawal Pembangunan di Era Prabowo–Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun

Berita Terbaru

Sumsel

Sekda Muba Ikuti Pra Ekspos Bersama BKN Pusat

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:32 WIB