Sidang Korupsi Dana Desa Terkuak: Kades Permata Baru Diduga Pakai Uang Negara untuk Bayar Utang dan Kabur

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat para saksi dihadirkan di persidangan di PN Tipikor Palembang, Kamis (16/4/2026)

Saat para saksi dihadirkan di persidangan di PN Tipikor Palembang, Kamis (16/4/2026)

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID- Sidang lanjutan dugaan korupsi dana desa yang menjerat Kepala Desa Permata Baru, Alamsyah. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (16/4/2026), jaksa menghadirkan delapan saksi yang mengurai dugaan penyimpangan hingga ratusan juta rupiah.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Masriati menghadirkan saksi kunci, Camat Indralaya Utara, Saiful. Di hadapan majelis hakim, ia mengungkap bahwa Alamsyah sempat diberhentikan dari jabatannya setelah meninggalkan tugas selama tiga bulan berturut-turut.

“Setelah diberhentikan, kami perintahkan pengecekan. Hasilnya, banyak program desa yang tidak dijalankan,” ujar Saiful di persidangan.

Tak hanya itu, kejanggalan juga terungkap pada laporan penggunaan anggaran. Meski secara administratif dilaporkan selesai 100 persen, fakta di lapangan justru menunjukkan sejumlah pekerjaan tak kunjung terealisasi.

Anggaran Desa Permata Baru sendiri terbilang besar. Pada 2023 mencapai sekitar Rp1,3 miliar, dan meningkat pada 2024 menjadi Rp1,2 miliar lebih. Namun, pengelolaannya diduga tidak sesuai peruntukan.

Jaksa bahkan menyinggung dugaan bahwa terdakwa sempat menghilang selama tiga bulan setelah pencairan dana tahap pertama. Saiful menyebut, berdasarkan informasi yang ia terima, Alamsyah diduga membawa kabur dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Informasi dari Kasi PMD, ada temuan di 2024, termasuk pembangunan PAUD. Saat ini yang bersangkutan (Resti) menjabat Plt Kades,” jelasnya.

Dalam dakwaan, jaksa membeberkan bahwa Alamsyah tidak menjalankan prinsip tata kelola pemerintahan desa yang baik.

Sejumlah laporan pertanggungjawaban disebut tidak dilengkapi bukti sah, bahkan ditemukan indikasi kegiatan fiktif.

Lebih jauh, dana desa dan alokasi dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan justru diduga dipakai untuk kepentingan pribadi. Di antaranya untuk membayar utang hingga puluhan juta rupiah, serta membiayai pelarian ke Lombok Tengah.

Rinciannya, dana desa diduga digunakan untuk membayar utang Rp70 juta, Rp25 juta, dan Rp28 juta kepada beberapa pihak, serta sekitar Rp66 juta untuk kebutuhan hidup selama pelarian. Akibat perbuatannya, negara ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp675 juta.

Atas dugaan tersebut, terdakwa dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tipikor,

Sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi berikutnya untuk mengungkap lebih jauh aliran dana dan peran terdakwa dalam perkara ini.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Empat Terdakwa Korupsi Perkimtan Palembang Dituntut 1,5 hingga 2 Tahun Penjara
Polres Empat Lawang Gelar Sholat Istisqo, Doa Bersama dan Salurkan Bansos
Beli HP di Facebook Marketplace, Warga Talang Kelapa Tertipu Rp2,2 Juta
Gugat-Menggugat Rumah di Sinta Regensi, Tergugat II Beberkan Transaksi Tunai hingga SHM
Terekam CCTV Hendak Curi Motor di Parkiran Hotel, IA Nyaris Diamuk Warga
Polisi Dalami Karhutla 350 Hektare di Bukit Senubut Lahat
Tujuh Tersangka Karhutla Nonkorporasi Diproses di Sumsel, Satu Perkara Segera Disidangk
Kejari Palembang Periksa Admin PT Amanda Tiga Mandiri dan Anggota DPRD Terkait Dugaan Korupsi Lampu Jalan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Empat Terdakwa Korupsi Perkimtan Palembang Dituntut 1,5 hingga 2 Tahun Penjara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Polres Empat Lawang Gelar Sholat Istisqo, Doa Bersama dan Salurkan Bansos

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Beli HP di Facebook Marketplace, Warga Talang Kelapa Tertipu Rp2,2 Juta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Gugat-Menggugat Rumah di Sinta Regensi, Tergugat II Beberkan Transaksi Tunai hingga SHM

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Terekam CCTV Hendak Curi Motor di Parkiran Hotel, IA Nyaris Diamuk Warga

Berita Terbaru

Sumsel

Menerapkan Pancasila Melalui Hal-Hal Kecil

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:59 WIB

Sumsel

Pancasila : Nilai yang Hidup dalam Diriku

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:58 WIB

Sumsel

Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:19 WIB

Sumsel

Pancasila, Bagian dari Hidup

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:15 WIB

Sumsel

Pancasila di Setiap Langkah Kecil Saya

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:10 WIB