Sebelum Beraksi, Pelaku Pembunuh Calon Pengantin Sempat Peringati Korban

- Redaksi

Rabu, 3 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Untuk melengkapi berkas guna melanjutkan tahap selanjutnya, penyerahan berkas ke Kejaksaan Negeri, penyidik Pidana Umum (Pidum), Inafis Polrestabes Palembang, menggelar rekontruksi pembunuhan calon pengantin Farid, Rabu (3/1/2024).

Di mana, diketahui motif dari pembunuhan ini sendiri lantaran tersangka Dani Andika, yang merupakan mantan suami korban Agsupita, cemburu lantaran mantan istrinya ini hendak menikah dengan korban Farid.

Saat rekontruksi digelar, peran tersangka langsung diperankan tersangka Dani Andika, peran korban Agustina diperankan langsung oleh korban, peran korban Farid diperankan oleh pembantu penyidik.

Sedangkan peran saksi diperankan oleh saksi yang ada di TKP (tempat kejadian perkara), Mardalina (adik Agusvita). Rekontruksi ini digelar 29 adegan. Adegan pertama, tersangka mendapat informasi bahwa saksi/korban kembali selingkuh dengan korban Farid Afandi.

Sehingga merasa sakit hati dan membunuh korban Agus Pita dan korban Farid. Adegan kedua, tersangka mengirim pesen melalui Facebook kepada korban Aguspita yang berisi. “Dah usah ganggu aku lagi, aku nak hidup tenang, kagek kau ku bunuh dan korban, Aguspita menjawab, “Bunuhlah aku dak takut” sehingga tersangka kembali berniat untuk membunuh korban.

Lalu, adegan ketiga dan empat, tersangka membawa Sajam dan diselipkan dipinggangnya, menuju rumah korban dengan menggunakan sepeda motor tujuan untuk membunuh korban. Kemudian tersangka tiba di rumah korban dan langsung masuk ke dalam rumah.

Kemudian, pada adegan kelima, tersangka bertemu dengan korban Farid dan langsung menanyakan keberadaan krohan Aguspita, dijawab korban Aguspita pergi ke pasar 2 Ulu. Pada adegan keenam, tersangka langsung keluar rumah mencari korban Aguspita dengan mengunakan motor, namun tidak ketemu.

Pada adegan ketujuh dan delapan, korban Farid menelepon korban Aguspita memberitahu tersangka datang ke rumah mencari korban. Korban Farid keluar dari rumah menyusul korban. Dilanjutkan pada adegan-9, tersangka kembali ke rumah korban dan korban Farid sudah tidak ada di dalam rumah, Sehingga tersangka menunggu korban Aguspita di dalam rumah.

Adegan ke-10, Saksi, Mardalina masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan tersangka sambil memegang pisau ditangan kanan, sambil berkata; “Mano ayuk kau aku dendam”. Ke-11, karena ketakutan saksi Mardalina keluar rumah dan sembunyi di rumah tetangganya.

Tersangka keluar dari rumah korban dengan mengunakan sepeda motor dengan tujuan mencari korban pada adegan ke-12. Lanjut pada adegan ke-13, Korban Aguspita, bertamu dengan korban Farid, didepan Lorong kemudian berjalan menuju rumah.

Lalu, pada adegan ke-14, korban Aguspita bersama korban Farid dengan berjalan kaki bertemu tersangka yang sedang motor dan berhenti. Pada Adegan ke 15, dan 16, tersangka mencabut pisau dari pinggang sebelah kiri dan langsung menusuk korban Aguspita, pada bagian bawah ketiak sebelah kiri.

Kemudian kembali menusuk korban, pada punggung sebelah kiri sebanyak 1 kali. Membuat korban Aguspita terjatuh dan bersander di pagar rumah sambil  berteriak minta tolong dan meminta korban Farid untuk berlari. Lalu Saksi Zanudin melihat tersangka sambil berkata ” Mano Lanang tadi mati sikok mati Galo”.

Alhasil pada Adegan ke 20, tersangka menusuk korban Farid pada bagian perut sebelah kiri sebanyak 2 kali. Kemudian menusuk bahu kiri sebanyak 1 Kali, hingga akhirinya korban Farid berlari rumah warga, dan terkapar bersimbah darah.

“Benar hari ini kita menggelar rekontruksi pembunuhan yang dilakukan tersangka Dani Andika, yang bermotifnya cemburu, terjadi di jalan Faqih Usman Lorong Sungai Goren RT 24/04 Kelurahan I Ulu Kecamatan SU I, Palembang,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes, Palembang, AKBP Haris Dinzah melalui Kasubnit Penyidik Pidum, Iptu Naibaho.

Lanjut Naibaho, rekontruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas, guna pelimpahan untuk tahan selanjutnya. “Untuk tahap selanjutnya, guna melimpahan ke kejaksaan, dan untuk membuat terang suatu kasus yang terjadi sebenarnya,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Kapolrestabes Palembang: Media dan Aktivis Pilar Strategis Menjaga Kamtibmas di Era Digital
Pelayanan Kepolisian Di Polrestabes Palembang Gratis
Hendak Menjemput Anak Titipan, IRT di Palembang Malah Diduga Dianiaya Suami dan Mertua
Diduga Dipicu Dendam Lama, Remaja Putri di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan
Anak Diduga Dianiaya, Ibu Tempuh Jalur Hukum dan Lapor ke Polrestabes Palembang
Polda Sumsel Tangkap Tersangka Kekerasan Seksual Anak
Bobol Toko Manisan, Jabrik Gasak Puluhan Slop Rokok Senilai Rp31 Juta, Diciduk Polisi
Kecewa Diputus Cinta, Pria di Palembang Sebarkan Video Syur Mantan Pacar

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Kapolrestabes Palembang: Media dan Aktivis Pilar Strategis Menjaga Kamtibmas di Era Digital

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Pelayanan Kepolisian Di Polrestabes Palembang Gratis

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Hendak Menjemput Anak Titipan, IRT di Palembang Malah Diduga Dianiaya Suami dan Mertua

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Diduga Dipicu Dendam Lama, Remaja Putri di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Anak Diduga Dianiaya, Ibu Tempuh Jalur Hukum dan Lapor ke Polrestabes Palembang

Berita Terbaru

Lahan Kosong 5000 M2 Ex Dermaga Batubara Dilalap Sijago Merah

Kota Palembang

Lahan Kosong 5000 M2 Ex Dermaga Batubara Dilalap Sijago Merah

Senin, 3 Agu 2026 - 22:39 WIB