Penulis : Holvi Mardalinah Mahasiswi Pascasarjana
SUARAPUBLIK.ID – Tradisi mengirimkan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri mengalami evolusi signifikan di tahun 2026. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi bintang baru dalam perayaan Lebaran, memicu fenomena “perang poster” digital yang meramaikan platform media sosial.
Warga maya, terutama di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia, termasuk di daerah seperti di kota Pagar Alam berbondong-bondong menghasilkan potret individu atau keluarga menggunakan teknologi AI.
Cukup dengan mengunggah foto dan menuliskan beberapa baris perintah atau prompt yang detail, siapa pun dapat menciptakan gambar berkualitas tinggi, mulai dari potret bergaya studio profesional, kartu ucapan pop-up tiga dimensi, hingga visual kreatif dengan latar suasana kampung halaman yang dihiasi ketupat dan lampu minyak. Hasilnya pun dapat disimpan sebagai kenangan digital atau dibagikan kepada sanak saudara.
Holvi Mardalinah mahasiswi program Pascasarjana IAI Pagar Alam, menjelaskan bahwa minat ini melonjak karena masyarakat memang gemar bersama-sama menikmati suasana perayaan.
“Sejak awal Ramadan, pengguna sudah mula beramai-ramai memosting poster hari ramadhan dan kini mulai memosting poster hari raya yang diketahui menggunakan AI. Biasanya seminggu sebelum Aidilfitri, jumlah nya meningkat,” katanya.
Ia menekankan bahwa meskipun AI memudahkan proses, kreativitas manusia tetap menjadi kunci. Semakin terperinci prompt yang diberikan—mencakup konsep visual, latar belakang, gaya seni, dan elemen tertentu—semakin tepat hasil gambar yang mendekati imajinasi pengguna.
Tren ini membuktikan bahwa teknologi tidak hanya menjadi alat, tetapi juga kanvas baru untuk mengekspresikan kegembiraan dan mempererat tali silaturahmi di hari yang fitri.
Editor : Redaksi

















