Muka Air Rawa Menurun, Sumsel Genjot Produksi Padi Targetkan 4 Juta Ton GKG pada 2026

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Bambang Pramono saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026). Foto: Tia

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Bambang Pramono saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026). Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID  – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memanfaatkan momentum penurunan muka air di kawasan rawa lebak saat musim kemarau untuk menggenjot produksi padi demi mengejar target 4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2026.

 

Target tersebut dipatok lebih tinggi guna mendongkrak realisasi capaian dari periode tahun sebelumnya yang berada di posisi 3,69 juta ton.

 

“Target tahun 2026 harus lebih tinggi dari capaian tahun 2025 sebesar 3,69 juta ton. Artinya minimal kita harus mencapai 4 juta ton GKG atau membutuhkan tambahan sekitar 300 ribu ton GKG,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Bambang Pramono, Rabu (15/7/2026).

 

Bambang Pramono mengungkapkan bahwa volume produksi komoditas padi di wilayah Sumatera Selatan terpantau telah berhasil menyentuh angka 2,46 juta ton GKG hingga periode pertengahan tahun 2026 ini.

 

Pihaknya menjelaskan bahwa total bentangan luas lahan baku sawah yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan saat ini tercatat berada di angka 519.482 hektare.

 

Dari total luasan tersebut, sekitar 73 persen di antaranya merupakan area lahan rawa, baik yang termasuk kategori rawa lebak maupun kawasan pasang surut.

 

Kondisi alam berupa lahan rawa yang mendominasi tersebut dinilai masih menyimpan potensi yang sangat besar untuk menggenjot produktivitas hasil panen padi lokal.

 

Saat memasuki periode musim kemarau, permukaan muka air di area kawasan rawa lebak dilaporkan akan mengalami penurunan yang cukup signifikan.

 

Hal tersebut membuat lahan yang sebelumnya selalu tergenang air hingga sembilan bulan dalam setahun berbalik menjadi dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk kegiatan tanam.

 

Demi mendukung realisasi pencapaian target produksi, Pemprov Sumsel telah melayangkan usulan perbaikan infrastruktur pertanian sejak bulan April 2026 lalu.

 

Usulan berupa rehabilitasi saluran irigasi primer dan sekunder di kawasan pasang surut itu diajukan kepada Kementerian Pertanian, Kementerian PPN/Bappenas, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 

Langkah pengajuan ini diambil lantaran jaringan saluran irigasi primer dan sekunder yang menjadi kewenangan penuh Kementerian PUPR sudah belasan hingga puluhan tahun belum pernah direhabilitasi.

 

Sementara itu, pelaksanaan perbaikan melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) pada 2019 hingga program optimalisasi lahan (Oplah) pada 2025 tercatat baru mencakup area saluran tersier.

 

Intervensi program di masa lalu itu diakui memang telah berhasil meningkatkan produktivitas lahan pasang surut dari sekitar 5 ton per hektare menjadi 5,6 hingga 6,5 ton per hektare.

 

Namun, lompatan produktivitas itu belum mampu diikuti oleh kenaikan indeks pertanaman akibat masalah sedimentasi dan pendangkalan pada saluran primer serta sekunder yang membatasi frekuensi tanam petani.

 

Di samping mendorong perbaikan infrastruktur air, pihak dinas terkait kini juga resmi meluncurkan program taktis Gerakan Tanam Menyongsong El Nino.

 

Langkah ini dirancang untuk memanfaatkan musim kemarau sesuai dengan hasil prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar lahan rawa lebak yang biasa tergenang dapat ditanami padi.

 

Pihak otoritas pertanian daerah menyatakan keyakinan penuh bahwa target pemenuhan ketahanan pangan di tahun ini akan sanggup direalisasikan secara maksimal.

 

“Kami optimistis target produksi 4 juta ton GKG pada 2026 dapat tercapai melalui dukungan berbagai program Kementerian Pertanian, seperti cetak sawah, bantuan alat dan mesin pertanian, brigade pangan, serta penyaluran pupuk bersubsidi yang kini dinilai semakin mudah diakses petani,” pungkasnya.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA
Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang
Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ
Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun
Berikan Layanan Prima Dinas Damkarmat dan 9 OPD Terbaik Diganjar Penghargaan, Oleh Walikota Kota Ratu 
Buku Transaksi Jadi Barang Bukti, Polisi Bongkar Dugaan Judi Sabung Ayam di Gandus
HUT ke-75 Humas Polri, Kapolda Sumsel Ajak 42 Jurnalis Berbagi Lewat Donor Darah
Pasutri Diduga Curi Tas di RS Bari Palembang
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Berikan Layanan Prima Dinas Damkarmat dan 9 OPD Terbaik Diganjar Penghargaan, Oleh Walikota Kota Ratu 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Buku Transaksi Jadi Barang Bukti, Polisi Bongkar Dugaan Judi Sabung Ayam di Gandus

Berita Terbaru

Sumsel

Sekda Muba Ikuti Pra Ekspos Bersama BKN Pusat

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:32 WIB

Empat Lawang

Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:10 WIB

Empat Lawang

Para Ibu adalah Benteng Utama Pencegahan Narkoba

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:57 WIB