Ramadhan di Era Digital : “Antara Tren Kekinian dan Esensi Ibadah”

- Redaksi

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Yuli Yuspita

(Mahasiswi Program Pascasarjana IAI Pagar Alam)

 

 

SUARAPUBLIK.ID -Bulan suci Ramadhan 2026 kembali menyapa umat Muslim di seluruh dunia. Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, generasi muda menghadirkan warna baru dalam menjalankan ibadah puasa.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan beradaptasi dengan gaya hidup modern, menciptakan kebiasaan unik yang tidak ditemui pada generasi sebelumnya.

Salah satu tren yang paling menonjol adalah pergeseran aktivitas ngabuburit—kegiatan menunggu waktu berbuka puasa—dari dunia fisik ke dunia digital.

Kini, banyak anak muda yang mengisi waktu dengan ngabuburit digital, seperti menonton kajian singkat, podcast Islami, atau konten motivasi Ramadhan di platform media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Menurut laporan dari Statista, konsumsi video online meningkat signifikan selama periode keagamaan di berbagai negara, membuka akses seluas-luasnya terhadap ilmu agama.

Namun, di balik kemudahan ini, para pengguna juga dituntut untuk lebih selektif dalam memilih sumber agar tidak terpapar informasi yang keliru. Selain itu, semangat berbagi di bulan penuh berkah juga merambah ke dunia maya.

Generasi Z dan milenial gemar membagikan momen-momen Ramadhan mereka, mulai dari foto sahur, menu buka puasa, hingga momen tarawih, melalui Instagram atau platform lainnya.

Para ahli dari Harvard Business School menjelaskan bahwa berbagi pengalaman di media sosial dapat meningkatkan rasa keterhubungan sosial, yang sejalan dengan semangat kebersamaan Ramadhan.

Meski demikian, ada risiko munculnya perilaku pamer atau perbandingan sosial, sehingga penting untuk menjaga niat agar tetap tulus dalam berbagi. Tidak hanya itu, pola belanja pun turut berubah.

Generasi muda lebih memilih memesan makanan untuk berbuka melalui aplikasi daring karena dianggap lebih praktis dan cepat di tengah kesibukan mereka.

Kebiasaan ini menjadi bukti bahwa teknologi telah menyatu dengan keseharian, termasuk dalam menjalani ibadah di bulan suci. (***)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sambut Lebaran dengan Kreativitas Digital Fenomena “Perang Poster” Raya Berbasis AI
Menjaga Keberkahan Ramadhan dengan Bijak Berbelanja dan Tidak Berlebih-lebihan
Potret Jaminan dan Pelayanan Kesehatan Sumatera Selatan 2025
Menggerakkan Ekonomi Sumatera Selatan: Hilirisasi, Energi Hijau, dan Konektivitas sebagai Kunci Pertumbuhan Baru
Dilema Cukai Rokok: Antara Pemasukan dan Pembatasan
Cukai Rokok Melonjak, Rokok Ilegal Mengancam Pasar
Pengaruh Batalnya Kenaikan Tarif Cukai Rokok 2025 pada Generasi Muda
Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Depan Loket PLN Sekayu, Motifnya Dendam
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:03 WIB

Sambut Lebaran dengan Kreativitas Digital Fenomena “Perang Poster” Raya Berbasis AI

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:07 WIB

Menjaga Keberkahan Ramadhan dengan Bijak Berbelanja dan Tidak Berlebih-lebihan

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:12 WIB

Ramadhan di Era Digital : “Antara Tren Kekinian dan Esensi Ibadah”

Minggu, 21 Desember 2025 - 16:25 WIB

Potret Jaminan dan Pelayanan Kesehatan Sumatera Selatan 2025

Kamis, 30 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Menggerakkan Ekonomi Sumatera Selatan: Hilirisasi, Energi Hijau, dan Konektivitas sebagai Kunci Pertumbuhan Baru

Berita Terbaru

Dua penderita bibir sumbing yang akan dioperasi di RSKGM Palembang. Foto: Tia

Kota Palembang

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB