Korban KDRT Kerap Menjadi Tersangka

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK, Palembang – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi hal yang menakutkan banyak perempuan di Palembang. Kondisi itu semakin membuat psikologis sebagian perempuan tertekan. Terkadang bukannya mendapat perlindungan hukum, korban KDRT justru dilaporkan balik dan dijadikan tersangka.

Ketua DPC Peradi Palembang, Nurmala dalam acara Dialog Publik ‘Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dalam Perspektif Hukum’ yang digelar di Hotel Harper Palembang, Kamis (6/8/2020) menjelaskan laporan KDRT yang diajukan oleh perempuan terkadang tak mendapat tanggapan. Proses hukum bagi kasus KDRT pun kerap kali tidak berjalan sesuai dengan yang semestinya.

“Korban KDRT sering menjadi tersangka, mereka tak bisa berbuat banyak sehingga mengikuti alur proses hukum meski awalnya mencari keadilan,” terangnya.

Sementara, Ketua WCC Palembang Yeni Roslaini Izi mengungkapkan, pihaknya kerap menerima aduan sekaligus pendampingan bagi perempuan yang melapor ke polisi karena menjadi korban KDRT.

“Ketimpangan hukum yang dialami perempuan korban KDRT disebabkan mereka sangat bergantung secara ekonomi kepada pasangannya atau pelaku KDRT,” ujarnya.

Sepanjang Januari-Juli 2020, setidaknya terdapat 69 kasus, 19 diantaranya KDRT.

Sementara secara keseluruhan perempuan yang menjadi korban kekerasan dari pasangannya atau orang lain berjumlah 138 kasus dan 38 diantaranya dalam bentuk KDRT.

Ketua DPRD Prov. Sumsel RA Anita Noeringhati yang notabene juga dulunya pengacara mengatakan ranah KDRT sekarang sudah menjadi ranah publik.

Tidak banyak korban KDRT yang berani melaporkan kasusnya dan ini menjadi bom waktu .

“Penanganan KDRT belum berpihak kepada perempuan. Kami ingin ada satu persepsi tentang penegakan hukum yang sama, bagaimana membela korban KDRT agar mendapat perlakuan adil, ” jelasnya.

Anita menegaskan, pihaknya akan mengajak berbagai pihak dari berbagai elemen Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel untuk segera lakukan audiensi dengan Kapolda dan Kejati serta pihak terkait untuk penyamaan persepsi penanganan kasus KDRT. (vie)

Berita Terkait

Niat Hati Hendak Nonton Konser BTS Perempuan Di Palembang jadi Korban Penipuan Pembelian Tiket Konser
Sidang Praperadilan Tuti Apolinawati Hadirkan Saksi Fakta, Soroti Dugaan Ketidaknetralan Penyelidikan
Gagal Berangkat Umroh, Pasutri di Palembang Laporkan Agen Travel atas Dugaan Penipuan Rp90 Juta
Kapolda Sumsel Siapkan Operasi Senpi Musi 2026, Jalur Peredaran Senjata Ilegal Diburu Hingga Perbatasan
Genset Menara Telekomunikasi Digondol, Tiga Pelaku Diburu hingga Lubuk Linggau dan Ditangkap
Dituding Pelakor, IRT di Palembang Dianiaya hingga Wajah Lebam
Pelaku Jambret Tas Berisi Laptop dan HP Ditangkap, Satu Rekannya Masih Buron
Warga Indramayu Diringkus Polisi Gegara Gelapkan Sepeda Motor Milik Pacarnya

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:55 WIB

Niat Hati Hendak Nonton Konser BTS Perempuan Di Palembang jadi Korban Penipuan Pembelian Tiket Konser

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:49 WIB

Sidang Praperadilan Tuti Apolinawati Hadirkan Saksi Fakta, Soroti Dugaan Ketidaknetralan Penyelidikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:58 WIB

Gagal Berangkat Umroh, Pasutri di Palembang Laporkan Agen Travel atas Dugaan Penipuan Rp90 Juta

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:22 WIB

Kapolda Sumsel Siapkan Operasi Senpi Musi 2026, Jalur Peredaran Senjata Ilegal Diburu Hingga Perbatasan

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:50 WIB

Genset Menara Telekomunikasi Digondol, Tiga Pelaku Diburu hingga Lubuk Linggau dan Ditangkap

Berita Terbaru

Empat Lawang

DPC PDIP Empat Lawang Gelar Fit Propertes Calaon ketua PAC

Sabtu, 13 Jun 2026 - 20:21 WIB