PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Memasuki semester genap Tahun Pelajaran 2026/2027, langkah tegas langsung ditunjukkan Dinas Pendidikan Kota Palembang. Monitoring menyeluruh digelar ke sejumlah SD dan SMP di Kota Palembang untuk memastikan satu hal mendasar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam kelas harus berjalan aman, tertib, dan bermutu sejak hari pertama.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, Affan Prapanca, turun langsung ke lapangan. Ia tidak sekadar menyapa guru dan siswa, tetapi memeriksa detail fasilitas sekolah mulai dari ruang kelas, kondisi gedung, hingga sanitasi dan ketersediaan air bersih. Monitoring ini menjadi penegasan bahwa kualitas pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tetapi juga soal lingkungan belajar yang layak.
Dalam peninjauan di sejumlah ruang kelas, ditemukan fakta yang tak bisa diabaikan. Beberapa lantai keramik terlihat terlepas dan pecah di sejumlah titik. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi keselamatan siswa serta berpotensi mengganggu konsentrasi belajar.
“Kita melihat langsung ada beberapa titik lantai kelas yang keramiknya sudah terlepas. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan anak-anak kita. Lingkungan belajar yang aman adalah fondasi utama agar kegiatan belajar mengajar berjalan efektif,” tegasnya.
Menurutnya, ruang kelas bukan sekadar tempat duduk dan papan tulis. Ia adalah ruang tumbuh, ruang membangun mimpi, sekaligus tempat membentuk masa depan. Karena itu, kerusakan sekecil apa pun tidak boleh dianggap remeh. Dinas Pendidikan meminta pihak sekolah segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap tingkat kerusakan dan mengajukan usulan perbaikan agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir secepat mungkin.
Tak hanya ruang kelas, perhatian juga diarahkan pada fasilitas toilet siswa. Kebersihan, kelayakan penggunaan, serta fungsi saluran air menjadi fokus evaluasi. Sanitasi yang baik dinilai sebagai indikator penting sekolah yang sehat dan ramah anak.
“Fasilitas toilet harus bersih, airnya mengalir dengan baik, dan layak digunakan. Kita ingin memastikan siswa merasa nyaman selama berada di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh timpang. Kebersihan toilet yang terjaga harus berjalan seiring dengan kondisi infrastruktur ruang kelas yang aman. Efektivitas pembelajaran, kata dia, hanya dapat tercapai bila didukung fasilitas yang memadai secara menyeluruh.
Monitoring ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan tidak berhenti pada laporan administrasi. Evaluasi langsung di lapangan menjadi instrumen penting untuk memastikan standar pelayanan pendidikan benar-benar diterapkan,” katanya.
Melalui langkah ini, Dinas Pendidikan Kota Palembang berharap seluruh sekolah semakin responsif terhadap kondisi sarana dan prasarana, serta terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan bagi generasi penerus di Kota Palembang,” tutupnya.
Penulis : Hasan Basri
Editor : Jaks

















