Harga Kedelai Melambung Tinggi, Pengusaha Merugi

- Redaksi

Selasa, 10 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengusaha tahu Kampung Pensiunan Kelurahan Tanjung Makmur Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Pengusaha tahu Kampung Pensiunan Kelurahan Tanjung Makmur Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Produksi tahu di Kampung Pensiunan Kelurahan Tanjung Makmur Kecamatan Tebing Tinggi, terpaksa berkurang. Akibat pengusaha mengurangi jumlah produksi.

Hal itu lantaran tingginya harga kedelai yang meningkat dari biasanya. Bahkan sebagian besar konsumen menghentikan pembelian tahu.

Satu di antara pelaku usaha pembuatan tahu rumahan, Kemon dan Lastri mengatakan, terpaksa mengurangi jumlah produksi sejak beberapa bulan terakhir.

Saat ini dirinya hanya mampu membuat 2 karung perhari, dari produksi normal 2,5 karung sampai 3 karung perhari.

“Harga kedelai impor juga naik cukup tinggi, jadi saya mau tidak mau harus kurangi jumlah produksi yang tadinya bisa sampai 3 karung paling sekarang 2 karung perhari,” kata Kemon dan Lastri.

Lanjut Kemon, harga kedelai impor saat ini telah mencapai Rp 13.500 perkilogram jika sebelumnya berkisar di angka Rp 9000 perkilogram.

Harga tersebut diakuinya terbilang cukup tinggi, sehingga satu-satunya cara menyiasati adalah mengurangi jumlah produksi.

“Ya, mau bagaimana lagi harus kurangi produksi agar bisa bertahan dan tidak terlalu merugi,” ungkapnya.

Kemon yang sudah menjalankan usaha pembuatan tahu sejak tahun 1980 itu mengaku cukup sulit untuk pertahanan Produksi, jika harga kedelai terus naik, maka ditakutkan usaha yang dirintisnya selama berpuluh tahun akan gulung tikar.

“Di masa sekarang ini, kami harus pintar putar otak bagaimana caranya agar usaha tidak gulung tikar, karena harga bahan baku naik, dan di masa krisis ekonomi ini juga permintaan berkurang,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Santri bisa jadi Ulama Hingga Pemimpin Bangsa
Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi
Para Ibu adalah Benteng Utama Pencegahan Narkoba
Manajemen Talenta ASN Jadi Faktor Penting dalam Pelayanan
Polres Empat Lawang Laksanakan Bakti Sosial Serentak dalam Rangka Hari Jadi ke-75 Humas Polri
Polres Empat Lawang Ungkap Kasus Pembakaran Lahan 4 Hektare
Kejari Empat Lawang Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Senjata Tajam
5 Bulan Ditahan, Andika Bebas

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Santri bisa jadi Ulama Hingga Pemimpin Bangsa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Para Ibu adalah Benteng Utama Pencegahan Narkoba

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Faktor Penting dalam Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Polres Empat Lawang Laksanakan Bakti Sosial Serentak dalam Rangka Hari Jadi ke-75 Humas Polri

Berita Terbaru