Dinkes Sumsel Minta Percepatan Vaksinasi Campak Anak Guna Antisipasi Penularan Massal di Sekolah

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Trisnawarman saat diwawancarai, Rabu (4/3/2026). Foto: Tia

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Trisnawarman saat diwawancarai, Rabu (4/3/2026). Foto: Tia

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengimbau masyarakat untuk segera melengkapi vaksinasi campak bagi anak usia sembilan bulan ke atas guna mengantisipasi tren kenaikan kasus dan risiko penularan massal di lingkungan sekolah.

“Vaksinasi campak jangan sampai terlewat untuk anak usia sembilan bulan ke atas. Dengan vaksinasi, kalaupun anak tersebut tertular, kondisinya tidak akan parah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Trisnawarman saat diwawancarai, Rabu (4/3/2026).

Trisnawarman menyebut jika laporan kasus campak mulai muncul dalam beberapa bulan terakhir yang dipicu oleh faktor cuaca serta siklus tahunan.

“Penyakit campak atau morbili memiliki gejala khas berupa demam tinggi selama beberapa hari yang menyerupai gejala demam berdarah, namun diikuti dengan munculnya ruam merah di seluruh permukaan kulit,” jelasnya.

Ia menekankan jika vaksinasi adalah langkah paling efektif untuk mencegah perburukan kondisi kesehatan pada anak.

“Tanpa perlindungan vaksin, virus yang menular melalui udara ini dapat menyebabkan deteriorasi atau penurunan kondisi fisik yang signifikan pada anak,” katanya.

Risiko penularan massal menjadi perhatian utama Dinkes, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD) di mana mobilitas dan interaksi antar-anak sangat tinggi. Untuk itu, upaya pencegahan melalui penguatan daya tahan tubuh melalui imunisasi menjadi krusial.

“Penyakit ini sangat mudah menular melalui udara. Jika sudah ada yang terpapar, penularan massal biasanya paling sering terjadi di tingkat SD atau sekolah-sekolah,” imbuhnya.

Ia meminta para orang tua untuk lebih waspada terhadap gejala demam naik-turun pada anak dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan bintik-bintik merah pada tubuh.

“Kami harapkan kesadaran masyarakat meningkat untuk memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak mereka. Jangan sampai karena ketidaktahuan, dampak yang dialami anak menjadi lebih berat di kemudian hari,” pungkasnya.

Penulis : Tia

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemda Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Sesuai Aturan
PH Tegaskan Mahasiswa UIN Jambi Terdakwa Kasus Vape Etomidate Tidak Bersalah
Saksi Ungkap Dua Kali Aksi Lempar Bom Molotov ke Kantor BCA Palembang, Terdakwa Diduga Kesal Soal Saldo Rp2 Juta
Bawa Pisau Saat Patroli Malam, Pria di Gandus Ditangkap Polisi
Vonis Sama dengan Tuntutan JPU, Perantara Jual Beli 20 Gram Sabu Divonis 8,5 Tahun Penjara
Saksi Pokja Mengaku Tak Tahu Proyek Guest House UIN Dibangun Dua Tahap, Hakim: Kok Beda dengan Ketua Pokja?
SIRA dan PST Kawal Sidang Korupsi Proyek Irigasi Lematang, Desak JPU Usut Dugaan Keterlibatan HM dan A
Eksepsi Ditolak, Sidang Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Ataran Air Lemutu Lanjut ke Pembuktian

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:25 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemda Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Sesuai Aturan

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:03 WIB

PH Tegaskan Mahasiswa UIN Jambi Terdakwa Kasus Vape Etomidate Tidak Bersalah

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:56 WIB

Bawa Pisau Saat Patroli Malam, Pria di Gandus Ditangkap Polisi

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:53 WIB

Vonis Sama dengan Tuntutan JPU, Perantara Jual Beli 20 Gram Sabu Divonis 8,5 Tahun Penjara

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:51 WIB

Saksi Pokja Mengaku Tak Tahu Proyek Guest House UIN Dibangun Dua Tahap, Hakim: Kok Beda dengan Ketua Pokja?

Berita Terbaru