Begal di Palembang Beraksi di Siang Hari, Modus Tagih Utang

- Redaksi

Rabu, 23 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dodi Saputra (30), warga Desa Pematang Palas, Kelurahan Pematang Palas, Kecamatan Mariana, Kabupaten Banyuasin Sumsel, nyaris tewas diamuk warga saat hendak membegal seorang pelajar.

Peristiwa itu terjadi di jalan Letjen Ibnu Sutowo Spring Hill, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) Palembang, Rabu (23/8) sekitar pukul 12.45 WIB.

Kronologi kejadian bermula saat pelaku dan korban bertemu di warung yang tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Korban yang saat itu disuruh sang ibu membeli tabung gas melon. Pada saat di warung, pelaku mendekati korban, dan meminta untuk diantar ke suatu tempat.

Korban pun menumpangi pelaku dan mengantarkan ke tempat tujuan yang dimaksud pelaku. Saat ditengah jalan, pelaku mencoba merampas paksa motor milik korban dengan cara mendorong korban.

Dwi Anun (38) saksi mata menjelaskan, bahwa antara korban dan pelaku saat kejadian sama-sama teriak di depan rumahnya.

“Pelaku dan korban ini teriak di depan rumah saya, ada yang teriak maling, ada yang teriak menagih hutang,” jelas Anun, saat ditemui di Polsek Sukarami Palembang, Rabu (23/8/2023).

“Saat itu saya tanya kepada yang besar (pelaku) siapa yang salah, dia jawab kalau Dwi Aji Pangestu (korban) punya hutang sama dia, karena punya hutang, artinya pelaku berhak mengambil motor milik korban,” sambung Anun.

Mendengar jawaban pelaku, Dwi pun bimbang siapa yang salah dan siapa yang benar. “Saya kembali bertanya kepada pelaku, kamu punya KTP di sini (Talang Kelapa), dia jawab tidak punya,” kata Anun.

Saat itu pelaku Dedi kembali berteriak bahwa korban mempunyai hutang. “Dia ini (pelaku) teriak sambil pegang gas mau dilemparkan ke kepala korban,” terang Anun.

Melihat pelaku ingin melemparkan gas di kepala korban, Anun pun berfikir bahwa sekalipun korban mempunyai hutang dengan pelaku.

“Waktu saya berfikir, sekalipun korban mempunyai hutang dengan pelaku, kepala korban tidak berhak untuk dilempar dengan tabung gas itu, dari sanalah saya tau kalau yanv salah adalah Dedi,” jelas Anun.

“Saat itulah saya pegang tangan pelaku, kamu yang salah, kamu pengen aman atau tidak, kalau kamu pengen aman dengar kata saya, kalau tidak kamu akan di massa oleh warga,” tutur Anun.

Ketika itu, lanjut Anun, pelaku menuruti saran dari dirinya.

“Akhirnya saya amankan, karena kalau tidak diamankan beliau (pelaku) ini bakal habis di massa warga, karena warga sudah banyak berkumpul di TKP,” beber Anun.

Anun pun membawa pelaku ke Polsek Sukarami Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (ANA)

Berita Terkait

Jambret Kalung Emas Nyaris Babak Belur Dihajar Warga
115 Unit Handphone Raib Digelapkan Karyawan Toko
Unit 5 Satresnarkoba Gerebek Kontrakan di Kertapati, 10 Paket Sabu Disita
Janda Muda 16 Tahun di Palembang Diduga Jadi Korban Rudapaksa, Ibu Sambung Lapor Polisi
Polda Sumsel Amankan Tiga Orang Terkait Terbakarnya Sumur Minyak di Lahan PT Hindoli
Pelaku Penganiayaan dan Penusukan Diringkus Saat Tertidur
Sempat Kabur ke Jambi, Pemilik Sumur Minyak Ilegal di Lahan PT Hindoli Diringkus Polda Sumsel
Simpan Ekstasi di Boks Motor Dua Kurir Diringkus Polisi

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:18 WIB

Jambret Kalung Emas Nyaris Babak Belur Dihajar Warga

Kamis, 16 April 2026 - 15:12 WIB

115 Unit Handphone Raib Digelapkan Karyawan Toko

Kamis, 16 April 2026 - 12:30 WIB

Unit 5 Satresnarkoba Gerebek Kontrakan di Kertapati, 10 Paket Sabu Disita

Rabu, 15 April 2026 - 12:23 WIB

Janda Muda 16 Tahun di Palembang Diduga Jadi Korban Rudapaksa, Ibu Sambung Lapor Polisi

Selasa, 14 April 2026 - 20:07 WIB

Polda Sumsel Amankan Tiga Orang Terkait Terbakarnya Sumur Minyak di Lahan PT Hindoli

Berita Terbaru