Bahan Makanan Berbahaya Masih Ditemukan di Pasar Sukajadi

- Redaksi

Senin, 3 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan melakukan sidak pasar

Tim gabungan melakukan sidak pasar

SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Saat bulan puasa, sudah menjadi tradisi setiap pasar menjual jajanan takjil yang manis dan berwarna menarik. Seperti halnya cendol, cincau, kolang kaling dan jajanan lainnya.

Tetapi sangat disayangkan jika jajanan tersebut mengandung bahan berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit serius bagi yang menikmatinya.

Ini terlihat dari hasil pengambilan sampel pada saat sidak pasar yang dilakukan oleh tim gabungan Pemkab Banyuasin.

Bupati Banyuasin H Askolani menugaskan Dinas Koperindag bersama Balai Besar POM, dinas kesehatan, dinas ketahanan pangan, SatpolPP, Polres Banyuasin, Kejaksanaan Negeri Banyuasin dan pihak terkait lain, untuk melakukan sidak pasar. Guna menjamin bahan pangan terbebas dari peredaran bahan berbahaya.

Tim gabungan ini dipimpin Asisten II Drs HM Yusuf di dampingi Kadis Koperindag Ir Erwin Ibrahim, Kadis kesehatan Dr Rini Pratiwi, Kadis ketahanan pangan Dra Masita, Kasat Reskrim Polres banyuasin AKP Harry Dinar, Aquirina Leonora SSi Apt, PFM Ahli Madya Substansi Pemeriksaan BBPOM di Palembang, Camat Talang Kelapa Salinan beserta perwakilan OPD.

“Kami telah melakukan pengambilan sampel sebanyak 15 sampel bahan makanan, seperti mie, cendol, cincau, dawet, tahu, dll dan di temukan ada 1 bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya yaitu cendol berwarna merah. Sedangkan ada ditemukan lagi bahan yang dicurigai dan perlu dilakukan pengujian lab lebih lanjut,” kata Asisten II HM Yusuf.

Selain melakukan pengujian pihaknya juga menyita bahan pangan mengandung bahan berbahaya, dan melakukan penelusuran produsen makanan tersebut dengan pihak Polres Banyuasin. Dengan melakukan pengecekan langsung ke tempat produksinya.

“Ini semua kami lakukan tindakan tegas agar tidak terjadi berulang-ulang setiap tahun. Ini terbukti dari 15 sampel hanya 1 yang masih mengandung bahan berbahaya,” ujar Ir Erwin Ibrahim.

Selain Pasar Sukajadi, sidak ini juga direncanakan dilaksanakan di pasar pasar lain di wilayah banyuasin. (*)

Berita Terkait

Perempuan Diduga Terseret Arus Sungai Komering, Tim SAR Gabungan Sisir Area Lakukan Pencarian
Bank Sumsel Babel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin Perkuat Sinergi Dorong Transparansi serta Digitalisasi Keuangan Daerah
188 KK di Desa Gasing Minta Kepastian Hukum Lahan, Harap Perhatian Presiden RI
BAZNAS Banyuasin Salurkan Daging Kurban kepada 360 Penerima Manfaat melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa
Tim Gabungan Polda Sumsel Lakukan Identifikasi Jasad Mr. X yang Ditemukan Mengapung di Sungai Musi
Grebek Ruko di Banyuasin, Polda Sumsel Amankan Puluhan Ribu Botol Miras Palsu Senilai Ratusan Juta
Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Giovani, SH., MH Jadi Narasumber Pelatihan Dasar CPNS 2026
Pidsus Kejari Banyuasin Tahan Kades Aktif Dua Periode Sebokor, Diduga Korupsi Dana Desa Rp418 Juta

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:25 WIB

Perempuan Diduga Terseret Arus Sungai Komering, Tim SAR Gabungan Sisir Area Lakukan Pencarian

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:55 WIB

Bank Sumsel Babel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin Perkuat Sinergi Dorong Transparansi serta Digitalisasi Keuangan Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:01 WIB

188 KK di Desa Gasing Minta Kepastian Hukum Lahan, Harap Perhatian Presiden RI

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:44 WIB

BAZNAS Banyuasin Salurkan Daging Kurban kepada 360 Penerima Manfaat melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:01 WIB

Tim Gabungan Polda Sumsel Lakukan Identifikasi Jasad Mr. X yang Ditemukan Mengapung di Sungai Musi

Berita Terbaru