Sidang Korupsi Kredit BRI: Mangantar Akui Pernah Minta Eks Kepala BPN Percepat Pengurusan Dokumen Plasma

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat kedua terdakwa memberikan keterangan disidang Tipikor Senin (6/7/2026)

Saat kedua terdakwa memberikan keterangan disidang Tipikor Senin (6/7/2026)

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID- Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kepada PT Buana Sejahtera Sejahtera (BSS) dan PT SAL kembali mengungkap sejumlah fakta dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (6/7/2026).

 

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan sejumlah pertanyaan kepada terdakwa Mangantar Siagian, Komisaris PT BSS, terkait proses pengurusan dokumen perkebunan kelapa sawit, termasuk hubungannya dengan mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuasin.

 

Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Fauzi Isa, SH, MH, Mangantar mengaku mengenal mantan Kepala BPN Banyuasin, Manatar pak saribu,sejak keduanya masih berstatus aparatur sipil negara (ASN). Saat itu, Mangantar menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi.

 

JPU kemudian mendalami apakah hubungan tersebut berkaitan dengan pengurusan dokumen plasma maupun Hak Guna Usaha (HGU). Menjawab pertanyaan tersebut, Mangantar mengakui pernah meminta bantuan agar proses administrasi dipercepat.

 

“Ya, minta dibantu saja dipercepatkan,” ujar Mangantar di hadapan majelis hakim.

 

Menurut Mangantar, bantuan yang dimaksud hanya sebatas mempercepat proses administrasi berdasarkan dokumen dan surat permohonan yang telah diajukan. Ia juga menegaskan tidak pernah memberikan biaya maupun imbalan kepada pihak BPN untuk memperlancar proses tersebut.

 

Usai pemeriksaan terhadap dua terdakwa dari pihak PT BSS dan PT SAL selesai, persidangan dilanjutkan setelah jeda istirahat, salat, dan makan (isoma) dengan agenda pemeriksaan empat terdakwa dari pihak BRI.

 

Mereka yakni Duta OKI selaku Junior Analis Kredit Grup Analisa Risiko Kredit Divisi Kantor Pusat tahun 2013, Ekwan Darmawan sebagai Account Officer/Relationship Manager Divisi Agribisnis periode 2010–2012, Maria Lysa Yunita selaku Junior Analis Kredit tahun 2013, serta Rif’ani Arzaq sebagai Relationship Manager Divisi Agribisnis periode 2011–2019.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Peluang Usaha UMKM, Raih Omzet Puluhan Juta di OPI Food Carnival 2026
26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Perluas Jaringan Internet
Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 
Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan
Ketua DPM FH UM Palembang Kecam Kekerasan terhadap Aktivis Mahasiswa dan Jurnalis di Mapolda Sumsel
DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Peluang Usaha UMKM, Raih Omzet Puluhan Juta di OPI Food Carnival 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:29 WIB

26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Perluas Jaringan Internet

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi

Berita Terbaru

Kadis Kesehatan empat lawang, Dery Kurniawan

Empat Lawang

Kabut asap Landa Empat Lawang, Kasus ISPA Meningkat

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:10 WIB