Author: Administrator Suara Publik

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Ommey Wujudkan Pendidikan Anak ke Luar Negeri

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Ommey Wujudkan Pendidikan Anak ke Luar Negeri

    SUARAPUBLIK.ID, BENGKULU – Berawal dari bekal camilan sederhana untuk anak yang menempuh pendidikan di pesantren, usaha rumahan seorang ibu kini mampu mengantarkan kedua anaknya menembus pendidikan luar negeri. Satu anak telah lulus dan bekerja di Turki, sementara satu lainnya kuliah di Libya dengan beasiswa. Semua diraih melalui Ommey, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kerupuk kulit ikan tenggiri binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

    Ommey dirintis pada 2017 oleh Rili Hartawaty, ibu rumah tangga di Bengkulu, bermula dari camilan buatan sendiri untuk anak. Dari dapur sederhana di Muara Bangkahulu, kulit ikan tenggiri yang kerap dianggap limbah diolah menjadi kerupuk bernilai jual, dengan nama Ommey terinspirasi dari panggilan sang anak kepada “Ummi”.

    Perjalanan Ommey kian kuat berkat pendampingan berkelanjutan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui pembinaan kemasan, foto produk, legalitas usaha, hingga dukungan alat produksi.

    “Saya masih ingat, kala itu saya sampaikan kendala penyimpanan bahan baku. Tidak lama kemudian, kami dibantu freezer besar yang hingga kini masih digunakan dan sangat berdampak bagi usaha,” ujar Rili.

    Dukungan berlanjut melalui UMK Academy Pertamina, program pembinaan berjenjang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Pada 2023, Ommey meraih Runner Up UMK Academy, dan hadiah yang diterima dimanfaatkan untuk membeli peralatan produksi. Prestasi terus mengalir, di antaranya masuk 30 besar Bangga Buatan Indonesia Bengkulu, Finalis 100 Besar UMK Academy 2024, hingga berpartisipasi dalam SMEXPO Pertamina.

    Kini, Ommey mencatat omzet Rp38–60 juta per bulan dan mempekerjakan 6 orang, mayoritas ibu-ibu janda di sekitar rumah produksi serta pemuda lokal. Seiring perkembangan usaha, pendapatan pekerja pun meningkat.

    Lebih dari sekadar angka, pencapaian terbesar Ommey adalah keberhasilannya membiayai pendidikan kedua anak hingga ke luar negeri.

    “Anak pertama kuliah di Turki dengan biaya sendiri dan kini sudah bekerja. Anak kedua kuliah di Libya dengan beasiswa, namun kebutuhan hariannya tetap kami penuhi dari usaha ini. Bagi saya, inilah arti sukses yang sesungguhnya,” tutur Rili.

    Ommey juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap bulan, sekitar 60 liter minyak jelantah hasil produksi dikelola bekerja sama dengan Bang Jelantah Bengkulu, sementara sekitar 10 kilogram cangkang telur per bulan dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kisah Ommey mencerminkan dampak nyata pendampingan jangka panjang.

    “Ommey membuktikan pendampingan UMKM yang konsisten, berpadu dengan kegigihan seorang ibu menyekolahkan anaknya, mampu mengembangkan usaha rumahan menjadi sumber penghidupan berkelanjutan, mengantarkan pendidikan hingga ke luar negeri, serta memberdayakan masyarakat sekitar,” ujar Rusminto.

    Sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Ommey turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) , Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) , serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pegadaian Hadirkan Festival Tring di Palembang, Gaet Generasi Muda Lewat Investasi Emas Digital

    Pegadaian Hadirkan Festival Tring di Palembang, Gaet Generasi Muda Lewat Investasi Emas Digital

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Pegadaian Area Palembang menggelar Festival Tring mulai dari tanggal 16 – 18 Januari 2026 di Atrium Palembang Icon Mall sebagai upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkenalkan investasi emas digital melalui super app Tring by Pegadaian kepada masyarakat Kota Palembang, khususnya generasi muda.

    Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Emmanuel Agung Wicaksono menjelaskan, Festival Tring merupakan rangkaian dari peluncuran resmi aplikasi Tring yang sebelumnya telah diluncurkan secara nasional pada Oktober 2025.

    “Festival Tring ini kami laksanakan di tiga provinsi, yakni Palembang, Jambi, dan Lampung. Khusus di Palembang, kami ingin mendorong inklusi keuangan dengan memperkenalkan investasi emas dan layanan Pegadaian yang kini bisa diakses secara digital melalui aplikasi Tring,” ujarnya.

    Dalam festival tersebut, Pegadaian menawarkan berbagai promo menarik bagi nasabah baru. Salah satunya adalah pembukaan Tabungan Emas gratis yang dapat langsung diproses melalui aplikasi Tring tanpa biaya administrasi.

    Selain itu, Pegadaian juga memberikan promo cashback hingga Rp60 ribu per gram untuk produk cicilan emas yang dilakukan melalui aplikasi Tring selama periode festival.

    “Sebagai contoh, jika nasabah mengambil cicilan emas 100 gram, maka cashback yang diterima sebesar Rp60 ribu dikali 100 gram. Nilai itulah yang akan dikembalikan kepada nasabah,” jelasnya.

    Tak hanya itu, pengunjung Festival Tring juga berkesempatan memperoleh saldo Tabungan Emas sebesar Rp50 ribu bagi nasabah terpilih yang membuka rekening baru melalui aplikasi.

    Immanuel menambahkan, aplikasi Tring merupakan pengembangan dari Pegadaian Digital yang dirancang agar lebih ramah dan familiar bagi generasi Z serta nasabah muda.

    “Kami sengaja melakukan upgrade agar aplikasi Pegadaian lebih mudah digunakan, modern, dan sesuai dengan gaya hidup digital, khususnya untuk investasi emas,” katanya.

    Melalui aplikasi Tring, nasabah dapat mengakses hampir seluruh produk Pegadaian, termasuk pembiayaan gadai yang mencapai 80 persen dari total produk, pembiayaan kepemilikan kendaraan, hingga layanan keuangan lainnya tanpa harus mengantre di outlet.

    “Nasabah bisa melakukan simulasi gadai secara online, mengetahui estimasi nilai taksiran barang, mengajukan data, hingga mendapatkan nomor antre secara digital. Harga emas juga selalu terupdate dan tersedia fitur konsultasi,” ungkapnya.

    Ia menyebut untuk investasi, Pegadaian memberikan kemudahan dengan Tabungan Emas mulai dari Rp10 ribu serta cicilan emas mulai 1 gram, yang seluruh prosesnya dapat dilakukan secara online tanpa perlu datang untuk verifikasi awal.

    Selama pelaksanaan Festival Tring di Palembang, Pegadaian menargetkan 700 nasabah baru pengguna aplikasi Tring, dengan akumulasi transaksi tabungan dan cicilan emas sekitar 500 gram.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Palembang semakin mengenal investasi emas yang aman, mudah, dan terjangkau melalui layanan digital Pegadaian,” tutupnya.

  • Irigasi Lematang Kembali Mengalir, Produksi Pertanian Bergantung Tahap Lanjutan

    Irigasi Lematang Kembali Mengalir, Produksi Pertanian Bergantung Tahap Lanjutan

    SUARAPUBLIK.ID,. PAGARALAM — Proyek pembangunan Daerah Irigasi (D.I.) Lematang menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, aliran air dari Bendung Lematang telah kembali mengalir dan berhasil menjangkau saluran-saluran sekunder yang mengairi sawah masyarakat di sekitar wilayah Kota Pagaralam dan sekitarnya.

    ‎Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWS VIII) dalam pada keterangan persnya,diwakili staff Bidang PJPA, Suryanto, ‎menyampaikan bahwa D.I. Lematang merupakan irigasi semi teknis yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Pagaralam dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Sumatera Selatan, dengan target luasan layanan mencapai 3.000 hektare sawah.

    ‎“Pekerjaan jaringan primer dan sekunder telah kami laksanakan dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Per tanggal 16 Januari 2026, air yang bersumber dari Bendung Lematang kembali kami alirkan setelah sebelumnya ditutup sementara untuk keperluan pembersihan dan pemeliharaan saluran,” terangnya.

    ‎Dijelaskannya juga, pintu bendung saat ini dibuka sekitar 5 sentimeter, dan aliran air telah sampai ke seluruh saluran sekunder yang ada, meliputi Saluran Sekunder Tapus, Selebang, Joko Utama, Joko Kiri, Joko Kanan, dan Salipaya.

    ‎Meski demikian, Suyanto menegaskan bahwa pemanfaatan irigasi Lematang belum dapat berjalan secara maksimal, karena masih dibutuhkan tahapan lanjutan berupa pembangunan saluran tersier serta program cetak sawah.

    ‎“Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kota Pagaralam, khususnya Dinas Pertanian, untuk bersama-sama mendorong pelaksanaan cetak sawah dan pembangunan saluran tersier pada jaringan sekunder yang ada. Saluran tersier ini tidak memerlukan pembebasan lahan, sehingga sangat memungkinkan untuk segera direalisasikan,” jelasnya.

    ‎Dengan tersambungnya jaringan tersier di D.I. Lematang, BBWS VIII berharap masyarakat dapat mengembangkan pertanian secara lebih optimal, tidak hanya padi sawah, tetapi juga palawija, dengan memanfaatkan ketersediaan air yang berkelanjutan.

    ‎“Harapan kami, setelah saluran tersier selesai, D.I. Lematang dapat benar-benar menjadi penggerak peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

    ‎Keberadaan aliran air ini mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah petani menyebut sawah mereka kini kembali teraliri air, sehingga memberikan kepastian untuk memulai pengolahan lahan.

    ‎“Airnya sudah masuk ke saluran sawah. Ini sangat membantu, terutama setelah kemarin sempat dihentikan untuk pembersihan. Kami jadi lebih siap untuk tanam,” ujar Rd (41) salah satu petani setempat.

  • Uang Rp 12,3 Juta di Rekening Bank Raib, Eca Lapor Polisi

    Uang Rp 12,3 Juta di Rekening Bank Raib, Eca Lapor Polisi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tanpa sebab yang pasti, seorang perempuan di Palembang mengaku kehilangan uangnya di rekening bank BRI mencapai Rp 12, 3 juta. Atas peristiwa itu, korban yakni Eca Dwi Meifiani (21), warga Rusun Blok 08 lantai 2, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, melaporkan kejadian ini ke SPKT Polrestabes Palembang, Jumat (15/1/2026).

    Seperti laporannya di Polrestabes Palembang, korban mengatakan, peristiwa ini terjadi di Jalan Letkol Iskandar, tepatnya bank BRI unit Cinde, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Rabu, (14/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Menurutnya, saat itu ia mendatangi TKP untuk menanyakan isi saldo Rp 12,3 juta di dalam tabungannya yang sudah hilang tanpa sepengetahuannya.

    “Saya baru mengetahui kejadian ini pas di TKP (Tempat Kejadian Perkara), kalau saldo di rekeningnya sudah berkurang tanpa sepengetahuan saya,” ungkapnya.

    Di mana uang yang diambil tanpa sepengetahuan ini sebesar Rp 8,8 juta dan Rp 3,5 juta. “Ada 2 kali transaksi yang membuat uang saya ditarik 2 kali dengan nominal berbeda, sehingga saya mengalami kerugian mencapai Rp12,3 juta,” ungkapnya.

    Atas kejadian itulah ia melapor ke pihak berwajib dengan harapan kasus ini dapat terungkap dan uangnya dapat kembali lagi. “Saya harapkan kasus ini dapat terungkap dan uang saya itu dapat kembali,” katanya.

    Sementara, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Ammar, membenarkan adanya laporan korban terkait pencurian.

    “Untuk laporan polisi yang dibuat korban sudah diterima anggota piket SPKT Polrestabes Palembang dan akan diserahkan ke Unit Piket Reskrim untuk ditindaklanjuti,” tuturnya. (ANA)

  • Bupati OKI Terima Bantuan Darurat Banjir Rp395,4 Juta dari BNPB

    Bupati OKI Terima Bantuan Darurat Banjir Rp395,4 Juta dari BNPB

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki menerima kunjungan kerja sekaligus penyerahan bantuan dukungan logistik dan peralatan darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI) di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Kamis (15/1), sebagai langkah strategis percepatan penanganan bencana banjir di wilayah yang terdampak.

    Dukungan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB RI, Dra. Andi Eviana, M.Si, didampingi staf Deputi, Bpk. Ronald Ilyas. Turut hadir mendampingi dalam prosesi tersebut, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Sudirman SKM., M.Si didampingi juga Kepala Seksi Penanganan Pengungsi BPBD PROV SUMSEL, Febri Haryadi, SAP. M.Si.

    Dalam kesempatannya, Dra. Andi Eviana menekankan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

    “Kami hadir membawa amanah untuk memastikan masyarakat terdampak banjir di Kabupaten OKI mendapatkan dukungan logistik yang layak. Kecepatan distribusi adalah kunci agar beban warga dapat segera dituntaskan,” ujar Eviana.

    Dukungan senilai total Rp395.440.000 tersebut mencakup 2 set perahu karet dan mesin 25 PK, pemenuhan kebutuhan dasar berupa 200 paket sembako, 100 lembar matras, 100 lembar selimut, serta 50 paket hygiene kit untuk menjaga kesehatan pengungsi. Selain itu, guna mendukung tempat perlindungan sementara, diserahkan pula 100 lembar terpal dan 50 unit kasur lipat.

    Lebih lanjut, ia merinci bahwa dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga peralatan taktis untuk menunjang operasional di lapangan.

    “Peralatan yang kami serahkan, seperti dua set perahu karet lengkap dengan mesin 25 PK, diharapkan dapat memperkuat armada BPBD OKI dalam melakukan evakuasi di titik-titik yang sulit dijangkau,” tambahnya.

    Sementara itu, Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran BNPB RI atas respon cepat dan dukungan nyata yang diberikan kepada Kabupaten OKI.

    “Atas nama pemerintah dan masyarakat OKI, kami mengucapkan terima kasih kepada BNPB. Bantuan senilai lebih dari Rp395 juta ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang saat ini tengah berjuang menghadapi musibah banjir,” ungkap Muchendi.

    Muchendi menambahkan bahwa pemerintah daerah juga telah bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat di empat kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan.

    “Berdasarkan data lapangan per tanggal 15 Januari 2026, pemda telah menyalurkan bantuan logistik dengan total 514 paket sembako, serta perlengkapan pengungsian berupa 30 unit tenda gulung, 30 paket family kit, 32 paket kids ware, 30 paket sandang anak, 30 paket sandang dewasa, 30 lembar selimut, 40 unit kasur, serta 80 paket makanan anak,” jelasnya.

    Selain bantuan kebutuhan dasar, Muchendi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dan menyalurkan bantuan benih pertanian bagi petani di wilayah terdampak banjir sebagai langkah pemulihan ekonomi dan percepatan masa tanam pascabanjir.

    “Kami memastikan seluruh bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Tidak hanya untuk kebutuhan darurat, tetapi juga untuk membantu petani agar segera bangkit dan kembali berproduksi,” tegas Muchendi. (ANA)

  • Dukung Ketahanan Pangan, Polsek BMT Tanam Jagung Kurtal I Tahun 2026

    Dukung Ketahanan Pangan, Polsek BMT Tanam Jagung Kurtal I Tahun 2026

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur melaksanakan tanam jagung kwartal I Tahun 2026 bersama petani dengan areal lahan seluas 1 hektar di Desa Tambak Boyo, Kecamatan BMT, Kabupaten OKU Timur.

    Kapolsek BMT Iptu Swisspo mengatakan, program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga stabilitas wilayah.

    Adapun Jenis jagung yang ditanam jagung hibrida atau Jagung Pakan dengan luas lahan penanaman jagung di Desa Tambak Boyo seluas 1 Hektar.

    “Dengan terlibat dalam program pertanian, kepolisian menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan rakyat dan mempererat hubungan dengan masyarakat,” tegasnya, pada Jumat (16/01/2026).

    Kapolsek menjelaskan, kegiatan tanam jagung ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Buay Madang Timur dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan program 1 Desa 1 Hektar, serta  Polsek BMT tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian dalam komoditas jagung.

    “Melalui program 1 desa 1 hektar lahan jagung, diharapkan dapat menjadi salah satu penghasil jagung terbesar di Kecamatan Buay Madang Timur,” imbuhnya.

    Penanaman Jagung 1 Desa 1 Hektar Polsek Buay Madang Timur Polres OKU Timur tersebut dalam rangka mendukung ketahanan pangan sebagai bentuk Implementasi dari Instruksi Presiden RI untuk memperkuat ketahanan pangan pada pembangunan pertanian untuk menuju Indonesia Emas tahun 2045.

    Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi jagung sebagai komoditas unggulan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan.

  • Tingkatkan Kamtibmas Wilkum, Polsek BMT Siang Malam Gelar Patroli KRYD

    Tingkatkan Kamtibmas Wilkum, Polsek BMT Siang Malam Gelar Patroli KRYD

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat. Personel Polsek Buay Madang Timur Polres OKU Timur siang dan malam melaksanakan Kegiatan Rutin Kepolisian Yang Ditingkatkan (KRYD), antisipasi 3 C, Sambang, dan pengecekan debit air Sungai Macak, dan Strong Point.

    Patroli KRYD malam hari digelar di Jalan Desa Kedu, pada Jumat sekitar Pukul 01.00 WIB – Pukul 05.00 WIB. Dengan dilaksanakan oleh Aiptu M Ali Amin, Aipda Naldi Saptama, Bripka Nur Holik, Brigadir Tedy Heryadi, dan Brigadir Rusendi Ardianto.

    Sementara patroli KRYD pagi, dijalan Desa Sumber Asri, dilaksanakan pada Jumat sekitar Pukul 09.00 WIB – Pukul 11.00 WIB. Dilaksanakan oleh Aiptu Mulyono, Bripda Agus Tralia, Brigpol Iswanto, dan Bripda Dekya Kevin Titara.

    Kegiatan dengan sasaran Miras, Premanisme, Senpi. Sajam, Narkoba, Curanmor, curas, curat, dan penyakit masyarakat lainnya, dipimpin oleh Kapolsek BMT Iptu Swisspo diawali dengan apel pengecekan personel.

    “KRYD ini merupakan operasi rutin dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,” Ungkap Iptu Swisspo.

    Iptu Swisspo menambahkan, bahwa Pelaksanaan KRYD juga bertujuan untuk mengurangi pontensi gangguan Kamtibmas, yang di harapkan bisa menekan niat pelaku tindak kriminal untuk melancarkan aksinya.

    “Guna menjaga situasi Kamtibmas, kami mengajak masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.

  • Dukung Program Nasional Pemasyarakatan, Bupati Muba Siap Hibahkan Lahan Bapas

    Dukung Program Nasional Pemasyarakatan, Bupati Muba Siap Hibahkan Lahan Bapas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dukungan konkret terhadap reformasi sistem pemasyarakatan nasional ditunjukkan Pemkab Musi Banyuasin. Kali ini, Bupati Muba HM Toha Tohet, SH menyatakan kesiapan menghibahkan lahan sebagai lokasi pembangunan Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Muba.

    Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Toha saat menerima audiensi jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Kamis (15/01/2026), di Kantor Perwakilan Pemkab Muba di Palembang.

    “Kami siap mendukung sesuai kewenangan dan kemampuan daerah. Ini demi terwujudnya sistem pemasyarakatan yang lebih berkeadilan dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Insyaallah lahannya ada dan akan kami hibahkan,” tegas Toha.

    Menurutnya, kehadiran Bapas di Muba memiliki nilai strategis dalam membangun kembali masa depan warga binaan, khususnya mereka yang menjalani pidana non-penjara.

    “Saya ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tapi juga mendapatkan pembinaan, keterampilan, dan kesempatan berkarya agar kelak bisa kembali menjadi bagian produktif di masyarakat. Kalau untuk kebaikan masyarakat dan bangsa, tentu akan kita dukung,” ujarnya.

    Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumsel, Erwedi Supriyatno, menyampaikan apresiasi atas respon cepat dan dukungan konkret Pemkab Muba. Ia mengungkapkan, pembentukan Bapas di Muba merupakan bagian dari program nasional pembentukan 100 Balai Pemasyarakatan di seluruh Indonesia sesuai arahan Menteri dan Dirjen Pemasyarakatan.

    “Di Sumatera Selatan, yang ditetapkan sebagai lokasi adalah Kota Prabumulih dan Kabupaten Muba. Wilayah kerja Bapas Palembang sangat luas, sehingga setelah evaluasi, Muba dinilai sangat layak memiliki Bapas sendiri,” jelas Erwedi.

    Ia juga menyebutkan bahwa Pemkab Muba telah menyatakan kesiapan menyediakan lahan untuk pembangunan gedung Bapas.

    Lebih lanjut Erwedi menjelaskan, dengan diberlakukannya KUHP baru, sistem pemidanaan Indonesia akan semakin menekankan pendekatan restorative justice, pidana kerja sosial, dan pengawasan non-penjara.

    “Bapas berperan penting dalam melakukan pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan terhadap pelaku tindak pidana ringan, khususnya yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Mereka bisa menjalani pidana kerja sosial, misalnya di panti asuhan atau fasilitas publik, dan petugas Bapas yang akan melakukan pendampingan,” jelasnya.

    Ia menambahkan, dukungan daerah seperti yang ditunjukkan Pemkab Muba menjadi kunci agar kebijakan nasional tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

    “Saya akan melaporkan hasil audiensi ini kepada Bapak Menteri. Dengan dukungan Bupati Muba, kami optimis Bapas di Muba dapat segera terealisasi dan beroperasi,” tandasnya.

  • Pemkot Palembang Kunjungi Jakarta Smart City, Dorong Kolaborasi Pengembangan Layanan Digital Terintegrasi

    Pemkot Palembang Kunjungi Jakarta Smart City, Dorong Kolaborasi Pengembangan Layanan Digital Terintegrasi

    SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA — Dalam upaya mempercepat transformasi digital dan mewujudkan Palembang sebagai kota cerdas, Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam dan jajaran Pemerintah Kota Palembang melakukan kunjungan kerja ke Jakarta Smart City (JSC) yang berlokasi di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta,Rabu (14/1/2026).

    Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kedua pemerintah daerah untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    Pemerintah Kota Palembang secara khusus ingin mempelajari praktik terbaik yang telah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun ekosistem kota cerdas yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Rombongan Pemkot Palembang disambut langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaludin.

    Dalam sesi pemaparan, Budi menjelaskan secara komprehensif mengenai strategi transformasi digital yang telah dijalankan Jakarta, termasuk penguatan integrasi data antar perangkat daerah, pengembangan sistem informasi berbasis open data, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data (data-driven policy).

    Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah pengenalan aplikasi super Jakarta Kini (JAKI), sebuah platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan publik seperti pelaporan warga, informasi lalu lintas, layanan kesehatan, perpajakan, hingga pengaduan masyarakat.

    Aplikasi ini menjadi tulang punggung digitalisasi pelayanan publik di Jakarta dan telah mendapatkan berbagai penghargaan nasional maupun internasional.

    Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari jajaran Pemprov DKI Jakarta serta keterbukaan dalam berbagi pengalaman.

    Orang nomor satu di Kota Palembang ini menegaskan , kunjungan ini bukan sekadar studi banding, melainkan langkah awal untuk menjalin kolaborasi konkret antara Palembang dan Jakarta dalam pengembangan layanan digital yang inklusif dan terintegrasi.

    “Kami melihat banyak hal yang bisa diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan Kota Palembang. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat percepatan Palembang sebagai kota berbasis smart city, dengan pelayanan publik yang semakin efektif, efisien, dan berbasis digital untuk masyarakat Kota Palembang,” ujar Ratu Dewa.

    Lebih lanjut, Ratu Dewa menekankan pentingnya membangun sistem informasi yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

    Ia menyebut bahwa Pemkot Palembang tengah mengembangkan sejumlah inisiatif digital, seperti sistem informasi pelayanan terpadu, dashboard monitoring pembangunan, serta aplikasi pelaporan masyarakat yang akan diintegrasikan dalam satu platform.

    Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menambahkan bahwa kunjungan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jejaring antar pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan era digital.

    “Kami ingin belajar dari Jakarta, bagaimana membangun sinergi antar OPD, memanfaatkan data secara optimal, dan menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi warga,” ujarnya.

    Kunjungan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan peninjauan langsung ke pusat komando Jakarta Smart City Lounge, di mana rombongan Pemkot Palembang dapat melihat secara langsung bagaimana sistem pemantauan kota bekerja secara real-time, mulai dari pengawasan lalu lintas, pengelolaan bencana, hingga respons cepat terhadap laporan warga.

    Dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap inovasi, diharapkan sinergi antara Palembang dan Jakarta dapat menjadi model pengembangan smart city yang berkelanjutan di Indonesia, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui layanan publik yang lebih baik dan berbasis teknologi.

  • Ratu Dewa Temui Mensos, Palembang Ajukan Sekolah Rakyat dan Penambahan Kuota Bansos

    Ratu Dewa Temui Mensos, Palembang Ajukan Sekolah Rakyat dan Penambahan Kuota Bansos

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Wali Kota Palembang Ratu Dewa melakukan audiensi bersama Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf untuk membahas berbagai penguatan program kesejahteraan sosial di Kota Palembang, Kamis (15/1/2026).

    Audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Sosial tersebut menitikberatkan pada dua agenda utama, yakni rencana pembangunan Sekolah Rakyat serta penambahan kuota bantuan sosial bagi masyarakat Palembang.

    Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Raimon Lauri, yang turut mendampingi Wali Kota dalam audiensi tersebut menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang secara khusus mengajukan permohonan penambahan kuota sejumlah program bantuan sosial kepada Kementerian Sosial.

    “Terkait dengan rencana pembangunan Sekolah Rakyat, dan yang kedua permintaan penambahan kuota bantuan sosial. Kita meminta penambahan kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBIJK), bantuan sembako, serta Program Keluarga Harapan (PKH),” ujar Raimon.

    Menurutnya, penambahan kuota bantuan sosial tersebut sangat dibutuhkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat kurang mampu di Kota Palembang, seiring dengan dinamika kebutuhan sosial dan ekonomi di lapangan.

    Selain bantuan sosial, pembahasan juga difokuskan pada kesiapan Pemerintah Kota Palembang dalam merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat.

    Saat ini, Pemkot Palembang tengah mempersiapkan aset dan sejumlah alternatif lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sekolah tersebut secara permanen.

    Raimon menyampaikan bahwa Menteri Sosial memberikan respons positif terhadap rencana tersebut dan mendorong Pemerintah Kota Palembang agar memastikan kesiapan lahan pembangunan Sekolah Rakyat benar-benar clear dan siap bangun.

    “Untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat ada beberapa alternatif. Namun, sementara ini yang berjalan baru rintisan di Sentra Budi Perkasa, dan ke depan akan kita bangun secara permanen,” tutup Raimon.

    Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Palembang dan Kementerian Sosial dalam memperluas akses pendidikan serta meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

  • Pelaku Asusila Terhadap Pelajar di Banyuasin Dibekuk, Tersangka Kakak Ipar Korban

    Pelaku Asusila Terhadap Pelajar di Banyuasin Dibekuk, Tersangka Kakak Ipar Korban

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan, melalui Subdit IV Renakta, berhasil mengungkap kasus tindak pidana asusila yang melibatkan anak di bawah umur di wilayah Kabupaten Banyuasin.

    Seorang pria berinisial AT (36), ditangkap petugas setelah diduga melakukan persetubuhan terhadap adik iparnya sendiri yang masih berstatus pelajar.

    Kejadian bermula pada Rabu, 10 Juli 2024, di kediaman pelapor yang berlokasi di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Tersangka melakukan aksi bejatnya dengan cara mengancam korban menggunakan sebilah pisau agar korban tidak berteriak saat kejadian berlangsung di dalam kamar.

    Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak serta menindak tegas segala bentuk kekerasan seksual.

    “Kami telah mengamankan tersangka AT (36) yang merupakan kakak ipar korban. Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka melakukan aksinya berulang kali hingga mengakibatkan korban hamil dan telah melahirkan seorang bayi pada Maret 2025 lalu,” tegas Nandang, Kamis (15/1/2026).

    Kasus ini terungkap setelah orangtua korban berinisial S melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Sumsel pada 19 November 2024.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan intensif untuk memburu pelaku yang sempat mangkir dari panggilan kepolisian.

    Tersangka akhirnya berhasil diringkus oleh personel Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumsel pada Senin 12 Januari 2026 sekitar pukul 12.30 WIB.

    “Pelaku ditangkap di rumah kontrakan yang terletak di Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, tanpa perlawanan,” kata Nandang.

    Dalam pengungkapan kasus ini petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian milik korban yang dikenakan saat kejadian pertama kali serta akte kelahiran korban berinisial ME (16).

    “Saat ini tersangka telah dilakukan penahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tutur Nandang.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 473 ayat (2) huruf b KUHP Tahun 2023 atau Pasal 415 huruf b KUHP Tahun 2023 atau Pasal 417 KUHP Tahun 2023 tentang tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak dengan ancam hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun. (ANA)

  • Peredaran 5 Kg Sabu Terbongkar, Wahyu Ramadan Dituntut  JPU Seumur Hidup

    Peredaran 5 Kg Sabu Terbongkar, Wahyu Ramadan Dituntut JPU Seumur Hidup

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Upaya peredaran narkotika dalam jumlah besar kembali berujung di meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara seumur hidup terhadap terdakwa Wahyu Ramadan bin Usman Gunadi dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (15/1/2026).

    Tuntutan dibacakan JPU Muhammad Jauhari, SH. di hadapan majelis hakim yang diketuai Afrizal Hady, SH MH.JPU menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan permufakatan jahat peredaran narkotika Golongan I jenis sabu dengan barang bukti sangat besar, mencapai 4.931 gram.

    Dalam amar tuntutannya, JPU menyatakan Wahyu melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan menuntut hukuman penjara seumur hidup.

    “Menuntut dan menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Wahyu Ramadan bin Usman Gunadi dengan pidana penjara seumur hidup,” tegas JPU di persidangan.

    JPU mengungkapkan, hal-hal yang memberatkan antara lain perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika, berpotensi merusak generasi bangsa, serta terdakwa diketahui pernah menjalani hukuman. Sementara itu, tidak ditemukan hal-hal yang meringankan.

    Usai mendengarkan tuntutan, terdakwa yang mengikuti sidang secara daring dari Lapas Pakjo Palembang langsung menyampaikan nota pembelaan (pledoi). Dalam pembelaannya, Wahyu memohon keringanan hukuman dengan alasan sebagai tulang punggung keluarga dan masih memiliki anak kecil.

    “Saya mohon yang mulia diberikan hukuman yang ringan. Saya tulang punggung keluarga dan masih memiliki anak yang kecil,” ujar terdakwa melalui sambungan telepon.

    Permohonan serupa juga disampaikan tim penasihat hukum terdakwa. Namun, menanggapi pledoi tersebut, JPU menyatakan tetap pada tuntutan.

    Majelis hakim kemudian menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembacaan putusan.

    “Sidang ditunda minggu depan dengan agenda pembacaan putusan,” ujar hakim ketua sambil mengetuk palu.

    Dalam dakwaan terungkap, penangkapan Wahyu bermula dari informasi masyarakat terkait rencana transaksi narkotika di wilayah Palembang. Tim Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dan menangkap terdakwa pada Rabu (11/6/2025) sekitar pukul 00.20 WIB, di Jalan Gubernur H. Asnawi Mangku Alam, Kecamatan Sukarami, Palembang, tak jauh dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

    Saat ditangkap, terdakwa membawa satu kardus bertuliskan DAIRA berisi lima bungkus sabu kemasan teh China merek JIN XUAN TEA dengan berat total 4.931 gram. Dua pelaku lainnya, Daud dan Ucup, berhasil melarikan diri dan kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Berdasarkan keterangan terdakwa, ia diperintahkan oleh Daud untuk mengambil sabu atas perintah seorang bandar bernama Buyung, dengan imbalan Rp5 juta yang akan dibagi bertiga. Namun rencana tersebut gagal setelah terdakwa lebih dulu dibekuk aparat. (ANA)

  • Dua Pencuri Rumah Kosong Dibekuk Anggota Pidum Polrestabes Palembang

    Dua Pencuri Rumah Kosong Dibekuk Anggota Pidum Polrestabes Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Satreskrim Polestabes Palembang pimpinan Kasat Reskrim AKBP Andrei Setiawan, tidak main-main dalam menindaklanjuti kasus 3C (curat, curas dan curanmor), yang terjadi di metropolis.

    Hal itu terbukti, setelah menerima laporan korban terkait adanya peristiwa pencurian anggota Ospnal Pidum (Pidana Umum) di lapangan langsung bergerak melakukan penyelidikan dan menangkap para pelaku tersebut.

    Kali ini anggota Ospnal Pidum pimpinan Kanit Pidum Iptu Dewo Deddy Ananta dan Kasubnit Opsnal Ipda Popay berhasil menangkap dua pelaku pencurian yang meresahkan warga Palembang, Rabu (14/1/2026), malam.

    Kedua pelaku yakni, Joni Iskandar (42), warga Jalan Pangeran Ratu Kelurahan 15 Ulu Kecamatan SU I dan Ilham alias Iam (25) warga Jalan Beti Perumahan Top Amin Mulya Kecamatan Jakabaring, Palembang, ditangkap saat berada di rumahnya tanpa perlawanan.

    Aksi pencurian yang dilakukan Kamis 4 Desember 2025, sekitar pukul 13.30 di Jalam Opi 1 Perumahan Anggrek Residence Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring, Palembang.

    Berawal, pelaku Joni keluar dari rumah dengan membawa 1 buah gunting seng warna kuning yang disimpan di saku celana dan kemudian pelaku langsung menuju rumah korban yakni Ishmatuddin (27), lewat belakang rumahnya.

    Lalu, pelaku memanjat pagar disebelah rumah korban dan kemudian naik ke atap belakang rumah korban, kemudian pelaku mengeluarkan gunting dari saku celananya dan kemudian memotong atap seng belakang rumah korban sekira 1 meter lebih.

    Setelah terbuka masuk kedalam rumah korban tepatnya di dapur belakang, saat didalam rumah dari dapur ke ruang tengah dan pelaku melihat ada 1 buah lampu belajar anak kemudian pelaku menghidupkan lampu tersebut dan kemudian pelaku melihat ada 1 unit TV warna hitam diatas meja.

    Saat itu, pelaku melepas kabel colokannya dan kemudian pelaku keluar melalui dapur dan kembali memanjat lewat atap belakang sambil membawa 1 unit TV tersebut dengan cara mengikat tv tersebut menggunakan tali tambang (tali jemuran) sekira 10 meter.

    Setelah di ikat lalu pelaku naik ke atap dan menarik Tv tersebut, dan setelah itu pelaku mengulurkan Tv tersebut ke diluar / belakang rumah korban dan setelah itu pelaku turun dari atap dan melepas tali di TV tersebut dan kemudian pelaku kembali naik ke atap.

    Setelah itu, pelaku kembali masuk kerumah korban dan mengambil 1 unit kompor merk RINAI warna Silver, 1 unit Air Coolant warna putih, dengan cara yang sama yaitu menggunakan tali tambang, dan setelah berhasil barang milik korban.

    Lalu pelaku pergi membawa barang korban tersebut satu per satu kerumah saya dengan cara saya angkat ke bahu keesokan harinya pelaku mengajak temannya bernama Ilham untuk ikut melakukan pencurian kembali dirumah korban dan mengambil barang barang yang masih ada di dalam rumah.

    Melihat ada 1 unit sepeda motor yamaha X.Tried dengan cara bodinya dilepaskan dan kerangkanya kami angkat melalui atap rumah dan pada hari Jumat tanggal 09 Januari 2026 kedua pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti milik korban.

    “Jadi benar setelah kita mendapatkan laporan dari korban yang melaporkan kasus pencurian atau bobol rumah yang terjadi di rumahnya. Anggota dilapangan langsung melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, melalui Kasat Reskrim Andrie Setiawan, Kamis (15/1/2026).

    Lanjutnya, setelah berhasil mengendus keberadaan kedua pelaku, saat itu pelaku langsung diringkus saat berada di rumahnya masing masing. “Pelaku kita tangkap saat berhasil diendus keberadaannya. Dari hasil penyelidikan pelaku ini sudah beraksi sebanyak 2 kali,” bebernya.

    Sambungnya, selain mengamankan kedua pelaku, anggota juta mengamankan barang bukti berupa, 1 Air Coolant merk AVA, 1 Kompor Gas merk Polytron, 1 unit TV merk Panasonic, 1 unit Tab merk Samsung, 1 buah selimut dan 1 buah senter kepala merk LUBI.

    “Hingga kini pelaku masih dalam pemeriksaan anggota penyidik satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan pengembangan terkait adanya dugaan lain,” ungkapnya, sambil mengatakan atas ulahnya kedua pelaku terancam pasal pasal 477 Ayat (2) KUHP tentang pencurian ancaman hukuman 7 tahun penjara.

    Sedangkan, kedua pelaku yakni Joni dan Ilham hanya ketika diperiksa hanya bisa mengakui perbuatannya. “Terpaksa pak kami mencuri karena tidak ada pekerjaan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari hari dan makan ya kami mencuri,” tuturnya. (ANA)

  • Gubernur Sumsel Lantik 154 Pejabat di Lingkungan Pemprov

    Gubernur Sumsel Lantik 154 Pejabat di Lingkungan Pemprov

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 154 pejabat struktural serta fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel guna mempercepat target pembangunan daerah.

    Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Putri Kembang Dadar BPSDMD Sumsel ini mencakup pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, hingga pengawas.

    Momentum ini juga meresmikan sejumlah pejabat yang sebelumnya berstatus pelaksana tugas (Plt) menjadi pejabat definitif.

    Beberapa nama yang mengisi posisi strategis di antaranya Dr. Darmayanti sebagai Kepala Biro Umum dan Perlengkapan, Maharesitama sebagai Kasat Pol PP, Dr. H. Rudi Irawan sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Musni Wijaya sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel.

    Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa penempatan jabatan ini murni didasarkan pada rekam jejak dan penghargaan atas dedikasi aparatur sipil negara (ASN).

    Ia mengatakan dari seratusan pejabat yang dilantik, mayoritas dipilih bukan berdasarkan kedekatan personal, melainkan profesionalitas.

    “Sebelas bulan saya dilantik menjadi gubernur, saya adalah tipe yang sangat percaya kepada pejabat yang dikukuhkan. Tidak ada punishment. Semua yang dilantik hari ini adalah reward dan penghargaan,” ujar Deru, Kamis (15/1/2026).

    Ia juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar menghapus stigma dikotomi jabatan “basah” dan “kering”.

    Menurutnya, kesejahteraan pegawai melalui tambahan penghasilan kini sepenuhnya berbasis pada hasil kerja yang nyata.

    “Yang saya tuntut adalah produk. Setiap pejabat harus punya target. Target itu dilihat dari hasilnya, bukan prosesnya. Proses sudah ada pengawasan, yang saya nilai adalah output,” tegasnya di hadapan para pejabat baru.

    Ia berharap para pejabat yang baru dilantik segera melakukan akselerasi program kerja sesuai aturan dan disiplin yang berlaku.

    “Amanah ini diharapkan menjadi dorongan kuat bagi birokrasi Sumsel untuk memberikan pelayanan publik yang lebih optimal serta mendukung visi pembangunan provinsi secara kolektif,” pungkasnya.

    Daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang Dilantik

    * Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Provinsi Sumsel: Maharesitama, S.E., M.M.

    * Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel: Dr. H. Rudi Irawan, S.Sos., M.Si.

    * Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel: Musni Wijaya, S.Sos., M.Si.

    * Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel: Dr. H. M. Alfajri Zabidi, S.Pd., M.Pd.I., M.M.

    * Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Sumsel: Regina Ariyanti, S.T.

    * Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel: Drs. Arinarsa Jayasurya

    * Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumsel: Dr. Darmayanti, S.E., M.M.

    * Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sumsel: Eka Martha Dinata, S.STP.

    Pejabat Administrator dan Pengawas Lainnya

    * Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Provinsi Sumsel: Hadiyanto, S.E., M.Si.

    * Kepala Subbagian Keuangan pada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel: Aulia Agustina, S.Si., M.M.

  • Literasi Bahasa Isyarat Didorong Masuk Ruang Publik, Perpustakaan Diminta Lebih Inklusif

    Literasi Bahasa Isyarat Didorong Masuk Ruang Publik, Perpustakaan Diminta Lebih Inklusif

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —informasi bagi penyandang disabilitas Tuli masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Perpustakaan, yang selama ini dikenal sebagai pusat literasi, dinilai perlu bertransformasi menjadi ruang yang benar-benar inklusif, termasuk dengan menghadirkan layanan bahasa isyarat.

    Hal itu disampaikan Duta Literasi Provinsi Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, saat membuka dan meluncurkan Pekan Literasi Bahasa Isyarat dalam rangka peringatan Hari Tuli Nasional, di Palembang, Kamis(15/1/2026).

    “Bahasa isyarat bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan empati dan bentuk penghormatan terhadap keberagaman,” ujarnya

    Ia menegaskan, penyandang disabilitas Tuli memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi, pendidikan, dan layanan publik, termasuk perpustakaan.

    Menurut Ratu Tenny, perpustakaan tidak boleh lagi hanya ramah bagi masyarakat umum, tetapi juga harus siap melayani kelompok rentan. Karena itu, ia mendorong pustakawan memiliki kemampuan dasar bahasa isyarat agar komunikasi dengan pemustaka Tuli dapat terjalin secara setara dan manusiawi.

    Pekan Literasi Bahasa Isyarat digagas sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran publik akan pentingnya komunikasi inklusif. Kegiatan ini digelar di enam lokasi, mulai dari Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, sejumlah sekolah kejuruan, sekolah rakyat, hingga pusat perbelanjaan buku Gramedia Palembang.

    Ia juga mengajak, komunitas perempuan dan masyarakat umum untuk mempelajari bahasa isyarat. Menurut dia, keterampilan tersebut tidak hanya bermanfaat di ruang formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

    “Dengan bahasa isyarat, interaksi menjadi lebih humanis. Kita tidak lagi memandang keterbatasan, tetapi membuka ruang saling memahami,” katanya.

    Data World Health Organization (WHO) menunjukkan sekitar 5 persen populasi dunia atau sekitar 430 juta orang mengalami gangguan pendengaran signifikan. Sementara di Indonesia, jumlah penyandang Tuli diperkirakan mencapai 22,97 juta orang.

    Angka tersebut, menurut Ratu Tenny, berbanding terbalik dengan jumlah juru bahasa isyarat dan relawan yang tersedia.

    Karena itu, ia berharap peserta Pekan Literasi Bahasa Isyarat tidak berhenti pada pembelajaran personal, tetapi turut menularkan pengetahuan kepada lingkungan sekitarnya,”katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas makna literasi.

    “Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga soal akses dan kesetaraan,” ujarnya

    Ia menjelaskan, Pekan Literasi Bahasa Isyarat dilaksanakan selama sepekan dan menyasar 550 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara, pustakawan, pelajar, komunitas, hingga organisasi perempuan. Narasumber utama kegiatan ini berasal dari komunitas Tuli, yakni Ketua GERKATIN Sumatera Selatan.

    Fitriana menambahkan, kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan, sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi inklusif di Sumatera Selatan. Bahkan, program literasi bahasa isyarat sebelumnya telah mengantarkan Sumatera Selatan meraih Inovasi Government Award (IGA) tingkat nasional pada 2023.

    “Harapannya, literasi bahasa isyarat tidak lagi menjadi hal yang asing, tetapi menjadi bagian dari budaya komunikasi masyarakat,” pungkasnya.

  • Scoot Resmi Operasikan Kembali Rute Palembang–Singapura, Terbang Empat Kali Seminggu

    Scoot Resmi Operasikan Kembali Rute Palembang–Singapura, Terbang Empat Kali Seminggu

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Maskapai penerbangan Scoot resmi membuka kembali rute internasional Singapura – Palembang – Singapura melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II mulai Kamis (15/1/2026).

    Penerbangan perdana ini menandai kembalinya konektivitas udara langsung antara Sumatera Selatan dan Singapura yang telah lama dinantikan oleh masyarakat serta pelaku bisnis.

    General Manager Bandara SMB II, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan bahwa rute perdana mendarat dari Singapura pada pukul 06.05 WIB dan berangkat kembali menuju Singapura pada pukul 07.20 WIB.

    “Saat ini kembali dibuka rute penerbangan internasional dari maskapai Scoot. Masyarakat Sumatera Selatan khususnya sangat antusias menunggu kabar kapan Bandara SMB II akan membuka kembali rute favorit ini,” ujar Ahmad Syaugi Shahab, Kamis (15/1/2026).

    Pihak otoritas bandara menilai pengoperasian rute ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan gairah sektor pariwisata, baik bagi pelancong domestik maupun mancanegara.

    Scoot menjadwalkan frekuensi penerbangan sebanyak empat kali dalam satu minggu, yakni pada hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu.

    “Untuk update jadwal secara berkala dapat dilihat pada media sosial Palembang Airport,” imbuhnya.

    Dalam operasionalnya, maskapai menggunakan pesawat tipe Embraer 190-E2 yang memiliki kapasitas angkut sebanyak 112 penumpang.

    Fasilitas layanan yang ditawarkan mencakup kapasitas bagasi kabin hingga 10 kilogram, yang diharapkan dapat menunjang kenyamanan para pelaku perjalanan udara.

    Singapura tetap menjadi destinasi prioritas bagi warga Palembang karena jaraknya yang dekat serta fungsinya sebagai pusat bisnis dan kuliner di Asia Tenggara.

    Pengelola bandara berharap kehadiran rute internasional ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kemudahan akses mobilitas masyarakat lintas negara.

    “Diharapkan fasilitas ini dapat memberikan kenyamanan dalam penerbangan bagi pengguna jasa bandara,” pungkasnya.

  • Sidang PMH Yayasan Bina Darma: Kuasa Hukum Tergugat Pertanyakan Lokasi Objek Sengketa

    Sidang PMH Yayasan Bina Darma: Kuasa Hukum Tergugat Pertanyakan Lokasi Objek Sengketa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sidang lanjutan perkara perdata gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) antara Yayasan Bina Darma Palembang melawan 11 tergugat kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (15/1/2026). Agenda persidangan masih difokuskan pada penyerahan bukti tambahan dari pihak penggugat.

    Persidangan yang dipimpin majelis hakim Noor Ichwan Ria Adha, SH, MH tersebut dihadiri para tergugat melalui kuasa hukumnya. Dalam sidang, pihak penggugat menyerahkan sejumlah dokumen tambahan sebagai bagian dari pembuktian.

    Usai penyerahan bukti, majelis hakim menunda sidang dan menjadwalkan kembali persidangan pekan depan dengan agenda yang sama, yakni pembuktian tambahan dari pihak penggugat.

    Kuasa hukum salah satu tergugat, M. Novel Suwa, SH, MH, menyoroti adanya kejanggalan dalam bukti tambahan yang diajukan penggugat. Ia menilai sebagian bukti yang diserahkan tidak jauh berbeda dengan bukti sebelumnya.

    “Agenda hari ini pembuktian dari penggugat. Kalau dilihat, sebagian besar hampir sama dengan bukti yang sudah pernah diajukan,” ujar Novel saat ditemui di PN Palembang.

    Namun, Novel mengaku bingung setelah mencermati objek sengketa yang tercantum dalam sertifikat. Menurutnya, objek tersebut justru berada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), bukan di Kota Palembang.

    “Ada fakta persidangan yang membuat kami bingung. Sertifikat asli yang kami lihat menunjukkan objek sengketa berada di daerah OKI, tetapi perkaranya digugat di Palembang,” tegasnya.

    Ia menambahkan, persoalan tersebut menyangkut aspek formil kepemilikan. Novel menyebut sertifikat yang dimiliki pihak tergugat masih sah dan belum mengalami mutasi wilayah.

    “Sertifikat itu belum ada mutasi dari OKI ke Ogan Ilir (OI). Selain itu, ada beberapa sertifikat lain yang berbeda dengan yang dibuktikan oleh penggugat. Ini menjadi catatan penting bagi kami,” jelasnya.

    Sementara itu, kuasa hukum penggugat, Donald Mamusung, SH, MH, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp menjelaskan bahwa agenda sidang masih tetap pada tahap pembuktian surat.

    “Masih sama agendanya, pembuktian surat. Dan akan dilanjutkan sekali lagi pada Selasa minggu depan, itu bagian terakhir dari kami,” jelasnya. (ANA)

  • Gegara Hendak Pinjam Motor, Nia Jadi Korban KDRT

    Gegara Hendak Pinjam Motor, Nia Jadi Korban KDRT

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Miris dialami seorang ibu rumah tangga (IRT) di Palembang ini, Nia Ariska (29). Tak tahan lagi terus-terusan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, membuat warga Jalan Kapuk Kertapati Palembang, didampingi ibunya, melaporkan kejadian ini ke pengaduan Polrestabes Palembang, pada Kamis (14/1/2026).

    Diketahui, peristiwa ini terjadi lantaran hanya gegara korban meminta kunci motor kepada suami dan iparnya.

    Dihadapan petugas piket pengaduan, korban yang terlihat masih trauma dan terus menangis menuturkan, peristiwa KDRT tersebut dialami terjadi di Jalan Abikusno Cokro Suyoso Kelurahan Kemang Agung Kertapati Palembang pada Selasa, (13/1/2026), sekitar Pukul 15.45 WIB.

    Di mana, berawal saat korban bersama Terlapor YSA (31) yang merupakan suami korban, pergi menggunakan sepeda motor menuju ke kediaman orangtua Terlapor yang berada di Kemang Agung Kertapati.

    “Peristiwa tersebut terjadi saat saya dan terlapor pergi rumah orangtuanya,” ucapnya.

    Lalu, sesampainya di rumah orangtuanya, terlapor masuk ke dalam rumah, sedangkan korban berada diluar rumah menunggu terlapor. Sekitar 15 menit menunggu, korban masuk kedalam rumah menemui terlapor untuk meminta kunci motor.

    “Saya meminta kunci motor itu untuk pergi pak, berbelanja menggunakan motor, meminjam motor sebentar saja,” ungkapnya.

    Namun, bukan dipinjamkan motor dan diberi kunci motor, saat itu korban malah menerima pukulan tangan kosong dari terlapor pada bagian wajah korban. Mendapat pukulan keras tersebut, membuat korban terjatuh ke lantai. Lalu terlapor kian emosi dengan meninjak perut korban yang sedang terjatuh.

    “Saya terjatuh pak dipukuli dan diinjak-injak. Saya ini istrinya,” katanya sambil menangis.

    Ketika korban terjatuh dan akan berdiri, tiba-tiba Aladik terlapor ikut mencekik leher korban. Akibat peristiwa ini korban mengalami trauma dan luka-luka lecet.

    “Oleh itulah saya laporkan kesini berharap atas laporan saya pelaku tangkap dan bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” harapnya.

    Sementara, Ka SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Hendra Yuswoyo membenarkan adanya laporan terkait laporan KDRT dan sudah diterima.

    “Laporan korban sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang Unit PPA untuk ditindaklanjuti,” tuturnya. (ANA)

  • Giat Sambang Polsek BMT Tingkatkan Sinergi Dengan Masyarakat dan Kamtibmas Wilayah

    Giat Sambang Polsek BMT Tingkatkan Sinergi Dengan Masyarakat dan Kamtibmas Wilayah

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Personil Polsek Buay Madang Timur melaksanakan sambang dan himbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur, kepada Masyarakat Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, pada Rabu (14/01/2026).

     

    Giat sambang dan himbauan Kamtibmas, dilakukan guna meningkatkan Harkamtibmas yang kondusif dan aman serta nyaman. Giat tersebut dilaksanakan oleh Aipda Zulkifli.

     

    Kapolsek BMT Iptu Swisspo melalui Aipda Zulkifli mengatakan, pihaknya terus menyampaikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian rumah kosong, serta tindak kriminal lainnya. Pastikan rumah dan kendaraan dikunci dengan aman.

     

    “Memberikan himbauan nyata, agar warga lebih waspada terhadap tindak kejahatan dan meningkatkan kepedulian sesama. Serta mencegah terjadinya gangguan keamanan melalui edukasi langsung, bukan hanya penindakan,” tegasnya.

     

    Dengan adanya giat sambang akan mempererat kemitraan Polisi dengan masyarakat, dalam rangka Polri Presisi. Serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam pembinaan dan pengawasan wilayah desa/kelurahan.

     

    “Agar masyarakat mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), Kapolsek menekankan pentingnya ronda malam, dan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama,” tegasnya.

     

    Masyarakat di Wilkum Polsek BMT diharapkan lebih bijak menggunakan media sosial, dengan tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya (hoaks), ujaran kebencian, maupun konten provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

     

    Dengan adanya peran serta masyarakat, pencegahan peredaran narkoba akan lebih efektif dan maksimal, dalam mendukung program Zero Narkoba dengan melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran atau penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.

     

    Masyarakat juga diminta tertib berlalu lintas dengan tetap mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm SNI, serta tidak berkendara dalam keadaan mabuk atau menggunakan ponsel saat mengemudi.

     

    Dengan tetap menjaga kerukunan antar warga, Polsek BMT mengajak masyarakat memperkuat toleransi, menjaga hubungan baik, dan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah demi terciptanya situasi kondusif.

     

    “Melalui program baru dari Kapolsek BMT, Quick Respon Cepat melalui Whattshap dengan melaporkan kejadian melalui Scan Barcode WA. agar bisa cepat dan tanggap dalam menerima laporan dari masyarakat khususnya wilkum Polsek BMT,” imbuhnya.

     

    Sehingga Polsek BMT dengan Motto “Aman Nyaman Warganya Bahagia Personilnya” meningkatkan Wilkum Polsek BMT zero narkoba, zero begal 3 C, zona zero judi online.

     

    Tingginya curah hujan menyebabkan naiknya debit air di saluran irigasi. Masyarakat terutama orang tua dan anak yang tinggal disekitar irigasi untuk berhati-hati, adanya tren peningkatan debit air irigasi.

     

  • Polsek BMT Monitoring Debit Air Sungai Macak, Pastikan Keselamatan Warga Bantaran Sungai

    Polsek BMT Monitoring Debit Air Sungai Macak, Pastikan Keselamatan Warga Bantaran Sungai

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur melaksanakan monitoring debit air Sungai Macak yang berada di area pemukiman di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek, pada Kamis (15/01/2026).

     

    Giat Monitoring debit air Sungai tersebut dilaksanakan oleh Bripka Nur Holik. Adapun lokasi yang dilaksanakan monitor yaitu daerah rawan banjir di Wilkum Polsek Buay Madang Timur.

     

    Kapolsek BMT Iptu Swisspo melalui Bripka Nur Holik mengatakan, guna memastikan keamanan dan keselamatan warga yang berada di area aliran Sungai Macak. Pihaknya perlu melakukan monitoring debit air sungai tersebut. Mengingat curah hujan tinggi yang terjadi di Kabupaten OKU Timur.

     

    “Dari hasil Monitoring dilapangan, debit air di Sungai Macak saat ini masih dalam kategori Normal (aman) dari area pemukiman warga di pinggiran Sungai Macak,” terangnya.

     

    Dia menambahkan, curah hujan tinggi di Wilkum Polsek Buay Madang Timur terjadi pada waktu Sore hingga malam hari. untuk itu, pihaknya melaksanakan Patroli dan Monitoring secara berkala terkait perkembangan debit air di Sungai Macak.

     

    Dimana Unit Intel dan Bhabinkamtibmas Polsek Buay Madang Timur berkoordinasi dengan Perangkat Desa. Guna mengantisipasi terjadi area rawan banjir maupun tanah longsor.

     

    “Agar warga desa di sekitaran Sungai Macak, tidak membuang sampah di sungai tersebut. Bhabinkamtibmas menyampaikan himbauan melalui perangkat desa, dan warga agar berhati – hati dalam aktifitas dipinggiran sungai khususnya anak – anak,” tegasnya.

     

    Dia menambahkan, pihaknya terus mengingatkan warga desa Kecamatan Buay Madang Timur tidak menebang pohon yang mengakibatkan resapan air tidak ada lagi.

     

    “Agar warga desa Kecamatan Buay Madang Timur menjadi perhatian dan pengawasan bersama dengan pihak yang terkait dan saling menjaga hutan,” imbuhnya.

  • Dua Wanita Pengedar Narkoba Diringkus, Polisi Amankan BB Sabu 1,13 Gram

    Dua Wanita Pengedar Narkoba Diringkus, Polisi Amankan BB Sabu 1,13 Gram

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Satres Narkoba Polres Pagar Alam berhasil mengamankan dua orang perempuan yang diduga pengedar Narkotika jenis Sabu di wilayah hukum polres Pagar Alam.

    Keduanya adalah Anggun (23) dan Tiwi (29) yang diamankan oleh aparat pada hari Selasa (13/01/26) sekira pukul 00.30 WIB di Daerah Pasar Nendagung Jalan Letnan Mudah Nur Majais Kecamatan Pagar Alam Selatan.

    Dari tangan keduanya, Satresnarkoba berhasil mengamankan Narkotika jenis sabu seberat 1,13 gram yang disimpan dalam sebuah kotak rokok.

    Kasat Res Narkoba Polres Pagar Alam Iptu Doris Pidriandi, menyampaikan berawal dari laporan masyarakat didaerah Pasar Terminal Nendagung sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

    Kemudian, kata dia, dilakukan penyelidikan oleh Anggota Satres Narkoba didaerah tersebut didapati satu orang laki-laki dan dua orang perempuan dengan gerak gerik yang mencurigakan.

    “Saat dihampiri oleh petugas Satres Narkoba satu orang laki-laki dan satu orang perempuan melarikan diri lalu dilakukan pengejaran terhadap orang yang melarikan diri tersebut dan berhasil mengamankan dua orang perempuan,” terangnya.

    Ia menyebutkan, satu orang laki-laki yang tidak diketahui namanya berhasil melarikan diri, setelah dua orang perempuan diamankan dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan satu kotak rokok Saporna evolution berwarna merah yang didalamnya berisikan satu bungkus plastik klip merah yang berisikan narkotika jenis Sabu.

    “Atas kejadian tersebut dua orang perempuan berinisial Anggun dan Tiwi beserta barang bukti yang ditemukan dibawak ke mapolres Pagar Alam guna pemerikasaan lebih lanjut kedua pelaku dikenakan pasal 114(1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 ttg Narkotika Jo UU No 1 Tahun 2026 ttg penyesuaian pidana atau pasal 609 (1) hurup a UU No. 1 Tahun 2023 ttg Kuhp Jo UU No 1 Tahun 2026 ttg penyesuaian Pidana Jo pasal 132 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya. (ANA)

  • Penguatan Nilai Kebangsaan Mendesak di Era Digital

    Penguatan Nilai Kebangsaan Mendesak di Era Digital

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —Penguatan nilai-nilai kebangsaan kembali menjadi sorotan penting di tengah dinamika sosial, politik, dan budaya yang kian kompleks. Di era digital yang sarat disinformasi, polarisasi, serta krisis kepercayaan publik, menjaga dan meneguhkan fondasi berbangsa bukan lagi sekadar kewajiban moral, melainkan kebutuhan mendesak bagi seluruh elemen masyarakat.

    Akademisi dan pakar komunikasi politik Universitas Bina Darma (UBD) Palembang, Dr. Sila Nirmala, S.IP., M.I.Kom, menegaskan bahwa Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar konsep normatif atau simbol formal semata.

    “Keempat pilar kebangsaan tersebut merupakan fondasi hidup berbangsa yang harus diaktualisasikan secara nyata, bukan hanya dipahami sebagai teori atau ritual seremonial,” ujarnya.

    Menurut Dr. Sila, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya berkutat pada persoalan ideologi, tetapi juga pada bagaimana nilai-nilai kebangsaan hadir dan dijalankan dalam praktik komunikasi sehari-hari, baik di ruang publik maupun di media sosial.

    “Nilai kebangsaan harus menjadi panduan dalam setiap interaksi, diskusi, dan cara kita menyampaikan informasi, terutama di tengah derasnya arus berita dan opini yang kerap menyesatkan,” tambahnya.

    Sebagai dosen dan peneliti Ilmu Komunikasi, Dr. Sila menekankan pentingnya literasi politik dan literasi digital. Masyarakat, khususnya generasi muda, dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, serta memahami konteks agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

    “Generasi muda perlu diajak berdiskusi, bukan sekadar menghafal nilai-nilai kebangsaan. Mereka harus memahami esensi Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika agar mampu menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan nilai kebangsaan harus berjalan seiring dengan pendidikan karakter, praktik demokrasi yang sehat, serta budaya komunikasi yang inklusif. Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi benar-benar menjadi pijakan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

    “Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya penyebaran opini di media sosial, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah tantangan sekaligus panggilan bagi setiap warga negara. Penguatan nilai kebangsaan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis yang harus diresapi, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

  • 4.091 Guru dan Tendik Terima SK PPPK Paruh Waktu, Pemprov Sumsel Tekankan Integritas dan Kinerja

    4.091 Guru dan Tendik Terima SK PPPK Paruh Waktu, Pemprov Sumsel Tekankan Integritas dan Kinerja

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan arah kebijakan pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan pada 2026 dengan menyerahkan 4.091 Surat Keputusan (SK) Gubernur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Penyerahan SK ini menandai dimulainya pengabdian ribuan guru dan tenaga kependidikan dengan sistem kerja berbasis kontrak serta kinerja yang terukur.

    Penyerahan SK Gubernur, surat perintah penugasan, dan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) PPPK paruh waktu dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, di Aula SMK Negeri 2 Palembang. Sementara gelombang kedua dijadwalkan berlangsung pada Selasa pekan depan.

    Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi ribuan guru dan tenaga kependidikan paruh waktu untuk menjalankan tugasnya dalam mendukung kelancaran serta keberlanjutan proses pendidikan di Sumatera Selatan sepanjang 2026. Kehadiran mereka dinilai strategis untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di sejumlah satuan pendidikan negeri, khususnya di tingkat sekolah menengah kejuruan dan sekolah dengan kebutuhan khusus tenaga pengajar.

    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.menegaskan bahwa penyerahan SK PPPK paruh waktu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari komitmen kerja yang harus dijalankan secara profesional.

    “Sebanyak 4.091 SK PPPK paruh waktu dibagikan dalam dua gelombang. Kami berharap seluruh penerima SK memiliki rasa tanggung jawab penuh dan mampu bekerja sesuai dengan perjanjian yang tercantum dalam SK,” ujarnya.

    Ia menekankan bahwa status paruh waktu tidak boleh dimaknai sebagai pengabdian setengah hati. Menurutnya, kualitas layanan pendidikan sangat bergantung pada integritas, disiplin, dan etos kerja para pendidik serta tenaga kependidikan, tanpa memandang status kepegawaian.

    “Kami berharap para guru dan staf memiliki integritas yang tinggi, mematuhi aturan, serta menjaga profesionalisme sebagai pendidik dan pelayan publik,” katanya.

    Mondyaboni menjelaskan, skema PPPK paruh waktu merupakan solusi kebijakan pemerintah daerah untuk menjawab keterbatasan formasi aparatur sipil negara, tanpa mengabaikan kebutuhan riil sekolah terhadap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui skema ini, pemerintah berupaya menjaga mutu pembelajaran sekaligus memberikan kepastian kerja bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi.

    Sementara itu, sejumlah penerima SK menyambut kebijakan tersebut dengan rasa syukur dan optimisme. Bagi mereka, SK PPPK paruh waktu tidak hanya menjadi legalitas kerja, tetapi juga bentuk pengakuan atas kontribusi dan pengabdian di dunia pendidikan.

    Melalui penyerahan ribuan SK ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia, sekaligus memastikan proses belajar-mengajar di sekolah tetap berjalan efektif, merata, dan berkelanjutan.

  • Tak Berizin Daycare Kasih Bunda Di Sidak Tim Gabungan. 

    Tak Berizin Daycare Kasih Bunda Di Sidak Tim Gabungan. 

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA- Menindaklanjuti laporan dari masyarakat tentang adanya tempat penitipan anak atau daycare tak punya izin. Tim gabungan Pemkab Muba terdiri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), dan pihak Kecamatan Sekayu melakukan sidak ke daycare Kasih Bunda Sekayu, Kamis 15 Januari 2026.

    Dalam sidak tersebut, dari pantauan langsung tim berjumlah lebih kurang 10 orang masuk untuk melihat kondisi daycare Kasih Bunda.

    Tim meninjau beberapa ruangan yang ada, seperti tempat belajar, bermain, tempat istirahat anak-anak asuh, dan toilet.

    Kepala DPPPA Muba dr Sharlie Esa Kanedy MARS melalui Kabid PPA H Hariunsyah mengatakan, sidak ini dilakukan karena adanya laporan kembali tentang aktifitas daycare yang belum mengantongi izin.

    Dimana sebelumnya, pihaknya telah menyurati pengelola Daycare Kasih Bunda untuk menghentikan aktivitas sementara waktu sembari menunggu izin keluar.

    “Surat kita sampaikan, dengan nomor surat B-800/598/DPPPA/2025 perihal Himbauan untuk segera melengkapi izin operasional Daycare yang ada di Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu,” ungkapnya.

    Namun, diakuinya, saat ini Daycare Kasih Bunda telah menerima titipan 11 anak dengan diasuh oleh 4 orang.

    Maka dari itu, nanti pihaknya sendiri akan meminta pemilik untuk menyetop aktivitas dengan tidak menerima lagi titipan anak.

    “Kita juga pinta pemilik melepas plang atau papan yang bertuliskan tempat penitipan anak atau Daycare Kasih Bunda. Sebab, ini sudah ada anak yang diasuh jadi kita pinta setop aktivitasnya dulu, ” tegas Hariunsyah.

    Sementara itu, Kabid PAUD Disdikbud Muba Suci Indriani menambahkan, untuk mendirikan suatu lembaga itu harus punya legalitas, namun kalau tidak ada itu namanya ilegal.

    Sebab, lembaga didirikan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada salah satunya pendirian daycare.

    “Namun untuk dirikan daycare atau tempat penitipan anak itu saat ini ada edaran moratorium lembaga PAUD, artinya tidak boleh lagi mendirikan, ” jelasnya.

    Suci juga menerangkan, PAUD itu ada yang formal dan non formal. Nah, daycare masuk di pendidikan non formal, namun untuk pendirian harus memenuhi syarat-syarat yang lengkap agar izin diterbitkan.

    “Perlu tahu juga, untuk PAUD sesuai peraturan 1 desa ada 1 PAUD.

    Lalu untuk dirikan daycare wajib memenuhi, standar kelayakan lembaga satuan pendidikan, fisik bangunan, sarana prasarana yang ada, kualifikasi SDM, pengelolaan dan kurikulum sesuai standar kelompok bermain.

    “Selain itu layanan pendidikan pun harus ditentukan sesuai umur, pengasuhnya harus memenuhi standar dengan punya sertifikat dari lembaga berwenang, pendamping yang mengajar, pendamping kesehatan, ruang istirahat anak laki-laki dan perempuan dipisah, ” jelasnya.

    Suci pun menambahkan, seyogyanya sesuai aturan 1 pengasuh itu harus menangani 2 atau 3 anak, pendamping kesehatan yang harus standby di Daycare dan terakhir jarak antara Daycare satu dengan Daycare lainnya

    “Jadi kita harus penuhi syarat-syarat itu dan lengkapi, sembari menunggu dibukanya moratorium, ” bebernya.

    Ditempat sama, pemilik Daycare Kasih Bunda Yulisnawati menambahkan, bahwa pihaknya sudah mendirikan Yayasan, NPWP ada, pengasuh punya sertifikat dan lainnya.

    Hanya saja, kendala izin dari dinas berwenang yang sudah diajukan.

    “Kita sudah memenuhi syarat dan mengajukan, tapi karena ada moratorium kami masih menunggu, ” tandasnya.

  • Kejari Lahat Tetapkan Bendahara KONI dan Dua Wakilnya Tersangka Korupsi Dana Porprov 2023

    Kejari Lahat Tetapkan Bendahara KONI dan Dua Wakilnya Tersangka Korupsi Dana Porprov 2023

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat terus mengembangkan pengusutan dugaan korupsi dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2023. Setelah lebih dulu menetapkan mantan Ketua KONI Lahat, Kalsum Barefi, penyidik kini menyasar sektor paling krusial dalam pengelolaan keuangan organisasi.

    Pada Rabu (14/1/2026), Kejari Lahat resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, masing-masing AMRL selaku Bendahara Umum KONI Lahat, serta dua wakilnya, W (Wakil Bendahara I) dan DK (Wakil Bendahara II). Ketiganya diduga terlibat dalam perkara yang dikenal publik sebagai kasus Porprov Jilid II.

    Penetapan tersangka terhadap Bendahara Umum dinilai menjadi titik penting dalam pengungkapan perkara. Pasalnya, jabatan tersebut memegang kendali penuh atas arus keluar-masuk dana organisasi, mulai dari pencairan anggaran hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan.

    Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lahat mengungkap adanya dugaan manipulasi laporan penggunaan anggaran serta pemotongan dana yang seharusnya dialokasikan untuk cabang olahraga. Praktik tersebut disebut dilakukan secara terstruktur dan berulang, dengan tujuan menguntungkan pihak-pihak tertentu.

    Dalam konstruksi perkara, Bendahara Umum diduga berperan aktif mengatur pencairan dana, menyusun laporan fiktif, serta memastikan aliran dana berjalan sesuai skema yang telah disepakati. Dana yang semestinya diperuntukkan bagi pembinaan atlet dan kegiatan olahraga justru diduga dialihkan untuk kepentingan pribadi.

    Berdasarkan hasil penyidikan sementara, aliran dana yang diterima masing-masing tersangka berkisar antara Rp50 juta hingga Rp100 juta. Nilai tersebut menguatkan dugaan bahwa perbuatan para tersangka bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

    Kejari Lahat menegaskan proses hukum akan terus berlanjut dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru seiring pendalaman perkara. (ANA)

  • Pererat Keberagaman, Bupati Muba Jamu Silaturahmi Masyarakat Tionghoa di Griya Bumi Serasan Sekate

    Pererat Keberagaman, Bupati Muba Jamu Silaturahmi Masyarakat Tionghoa di Griya Bumi Serasan Sekate

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA– Bupati Musi Banyuasin (Muba), H. M. Toha Tohet, S.H., menegaskan komitmennya dalam merawat pluralisme dengan menjamu silaturahmi Perhimpunan Indonesia dan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Indonesia (PMTI) Kabupaten Muba. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut digelar di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (14/01/2026).

    Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas etnis serta memastikan stabilitas sosial di wilayah Bumi Serasan Sekate tetap kondusif. Dalam audiensi tersebut, rombongan masyarakat Tionghoa dipimpin langsung oleh Joni (Bang Aking) selaku Ketua, didampingi oleh Boy sebagai perwakilan warga Tionghoa Sekayu.

    Dalam sambutannya, Bupati H. M. Toha menekankan bahwa tidak boleh ada pemisahan antara masyarakat pribumi, pendatang, maupun keturunan dalam membangun daerah. Ia menyatakan bahwa keberagaman adalah aset fundamental kemajuan Muba.

    “Ternyata rekan-rekan sependapat dengan saya. Jadi, tidak ada perbedaan antara pribumi, antara pendatang, atau keturunan. Itu yang sangat saya garis bawahi,” tegas Bupati Toha di hadapan para tamu yang memiliki latar belakang profesi mulai dari pelaku usaha hingga penggerak sosial.

    Bupati Toha juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu di bawah semangat persatuan untuk memajukan Musi Banyuasin.Selain itu, Bupati memberikan jaminan kemudahan bagi para pelaku usaha, termasuk dalam pengurusan izin , IMB (PBG), hingga HGB, asalkan tetap taat pada peraturan dalam membayar pajak.

    Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkab Muba guna memastikan sinkronisasi program. Tampak hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ardiansyah, SE., MM, Ph.D, CMA, para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat Sekayu, Edi Heryanto, SH., M.Si.

    Kehadiran para pejabat ini dimaksudkan agar setiap aspirasi yang disampaikan oleh paguyuban dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga iklim investasi dan keamanan yang kondusif, menjadikan Musi Banyuasin sebagai barometer daerah yang sukses merawat kebhinekaan di tengah modernisasi zaman.

  • Kuasa Hukum Dosen UMP Apresiasi Sikap Kampus, Tegaskan Hormati Proses Hukum

    Kuasa Hukum Dosen UMP Apresiasi Sikap Kampus, Tegaskan Hormati Proses Hukum

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kuasa hukum dosen HM menegaskan bahwa penonaktifan kliennya oleh Universitas Muhammadiyah Palembang merupakan langkah administratif semata dan tidak dapat dimaknai sebagai penetapan kesalahan.

    Pernyataan tersebut disampaikan oleh Amin Rais dari Sakahira Lawfirm, didampingi A. Rilo Budiman, SH, MH, Axel, SH, MH, Abyan, SH, MH, serta Febri, SH, MH, selaku tim kuasa hukum dosen yang bersangkutan. Mereka menyatakan menghormati kebijakan kampus yang diambil demi menjaga kondusivitas lingkungan akademik.

    Menurut Amin Rais, penonaktifan tersebut merupakan bagian dari mekanisme internal universitas yang bersifat sementara dan bertujuan mendukung proses penanganan yang tengah berjalan.

    “Kami memahami penonaktifan ini sebagai langkah administratif untuk menjaga suasana akademik tetap kondusif. Kebijakan ini tidak bisa diartikan sebagai bentuk vonis atau penetapan kesalahan terhadap klien kami,” ujar Amin Rais, saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).

    Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih mempelajari secara mendalam keputusan kampus tersebut dan siap bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang untuk mengikuti seluruh prosedur internal yang berlaku, sekaligus mendukung proses hukum di luar kampus.

    Sementara itu, Axel, SH, MH menegaskan bahwa dugaan yang dialamatkan kepada kliennya hingga kini masih membutuhkan pembuktian yang sah dan objektif. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi demi melindungi hak semua pihak secara adil dan proporsional.

    “Klien kami berkomitmen bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses pemeriksaan, baik di lingkungan universitas maupun oleh aparat penegak hukum. Kami juga meminta agar proses ini dibuka secara transparan,” tegas Axel.

    Kuasa hukum juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menarik kesimpulan secara prematur sebelum adanya hasil pemeriksaan yang berkekuatan hukum tetap. Menurut mereka, tujuan utama dari seluruh rangkaian proses ini adalah mengungkap fakta yang sebenarnya berdasarkan bukti yang sah.

    Amin Rais kembali menegaskan sikap tim kuasa hukum yang tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

    “Kita tetap menghargai dan menghormati proses hukum di kepolisian. Negara kita adalah negara hukum, dan semua pihak wajib menjunjung tinggi prinsip tersebut,” jelasnya. (ANA)

  • UMP Nonaktifkan Sementara Dosen FH, Terkait Dugaan Kasus Pelecehan

    UMP Nonaktifkan Sementara Dosen FH, Terkait Dugaan Kasus Pelecehan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) mengambil langkah administratif dengan menonaktifkan sementara salah satu dosen Fakultas Hukum berinisial HM, menyusul adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang saat ini telah masuk ke ranah hukum.

    Rektor UMP, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menegaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian institusi sambil menunggu kepastian hukum atas perkara yang tengah bergulir.

    “Perkara ini sudah ditangani secara hukum. Sikap universitas jelas, jika nantinya terbukti bersalah berdasarkan putusan hukum yang berkekuatan tetap, maka sanksi tegas akan diberikan,” ujar Abid Djazuli, saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

    Ia menjelaskan, Universitas telah menerima laporan awal dari Tim Investigasi Fakultas Hukum UMP. Berdasarkan laporan tersebut, pihak rektorat memutuskan untuk menonaktifkan sementara HM dari seluruh aktivitas akademik, termasuk kegiatan mengajar dan bimbingan mahasiswa.

    “Laporan yang kami terima masih bersifat ringkasan. Namun, demi menjaga kondusivitas akademik, yang bersangkutan untuk sementara dinonaktifkan,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Tim Investigasi FH UMP, Dr. Suharyono, SH, MH, mengungkapkan bahwa tim telah menyelesaikan tugasnya dengan mengumpulkan keterangan dari pelapor, terlapor, serta saksi-saksi, termasuk menelaah sejumlah bukti pendukung.

    “Kami telah memeriksa seluruh pihak terkait dan mendokumentasikan bukti-bukti yang ada. Hasil pemeriksaan tidak bisa kami sampaikan ke media, namun sudah kami laporkan secara resmi kepada pimpinan fakultas dan diteruskan ke rektorat,” jelas Suharyono.

    Ia menambahkan, laporan hasil investigasi telah disampaikan dalam forum rapat pimpinan fakultas yang diperluas pada awal pekan ini. Dengan demikian, tugas Tim Investigasi dinyatakan telah selesai.

    “Keputusan selanjutnya berada di tangan pimpinan universitas. Tugas kami hanya memastikan peristiwa ini menjadi terang secara internal,” tandasnya. (ANA)

  • Stabilitas Sektor Keuangan di Sumbagsel Terjaga

    Stabilitas Sektor Keuangan di Sumbagsel Terjaga

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan menyatakan kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang terdiri dari Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Jambi, Provinsi Lampung, dan Provinsi Bengkulu tahun 2025 masih cukup terjaga dan stabil.

    Hal tersebut terlihat dari kinerja sektor jasa keuangan Sumbagsel, baik dari pertumbuhan sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank, didukung dengan peningkatan kegiatan edukasi dan pelindungan konsumen.

    Per November 2025, kinerja Perbankan di wilayah Sumbagsel mengalami pertumbuhan cukup terjaga, tercermin dari peningkatan aset sebesar 6,13 persen (yoy) menjadi sebesar Rp369,95 triliun.

    Fungsi intermediasi Perbankan juga mengalami pertumbuhan, tercermin dari meningkatnya total penyaluran kredit/pembiayaan berdasarkan lokasi Bank sebesar 5,29 persen (yoy) menjadi Rp322,88 triliun, yang didominasi oleh porsi Kredit Konsumtif sebesar 43,59 persen, dengan kualitas kredit bermasalah (NPL Net) secara keseluruhan yang masih terjaga di level 1,01 persen. Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga terjadi peningkatan 6,79 persen (yoy) menjadi Rp292,43 triliun dengan dominasi porsi dana Tabungan sebesar 55,54 persen.

    Kedit/pembiayaan posisi November 2025 didominasi oleh Sektor Rumah Tangga sebesar Rp122,89 triliun meningkat 8,60 persen (yoy) dengan market share 6,22 persen dari kredit/pembiayaan nasional pada sektor yang sama. Namun pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yakni meningkat 10,35 persen menjadi Rp61,60 triliun.

    Selanjutnya, dalam mendukung permodalan UMKM, shared penyaluran kredit/pembiayaan kepada UMKM mencapai Rp123,34 triliun atau 38,20 persen dari total penyaluran kredit di Sumbagsel, tumbuh 2,75 persen (yoy). Persentase penyaluran kredit UMKM Sumbagsel berada di atas target minimal porsi penyaluran kredit/pembiayaan UMKM yaitu 30 persen.

    Per November 2025, SID Total tercatat sebanyak 1.346.817 investor di wilayah Sumbagsel meningkat 41,43 persen (yoy). Komposisi SID tersebut didominasi pada penggunaan instrumen reksa dana sebanyak 94,51 persen, dengan sebaran investor terbanyak di Sumatera Selatan (39,25) persen) diikuti Lampung (32,73 persen), Jambi (14,36 persen), Bengkulu (7,32 persen), dan Kepulauan Bangka Belitung (6,35 persen).

    Seiring dengan peningkatan kinerja pasar saham nasional, rata-rata nilai transaksi saham di Sumbagsel pada bulan November 2025 tumbuh 56,22 persen (yoy) menjadi Rp13,73 triliun. Begitupun dengan rata-rata nilai penjualan reksa dana yang turut mengalami peningkatan secara nasional, penjualan reksa dana di Sumbagsel per November 2025 tercatat tumbuh 96,05 persen (yoy) menjadi Rp873,02 miliar.

    Pada sektor IKNB posisi Oktober 2025, nilai piutang pembiayaan di Sumbagsel mencapai Rp42,17 triliun, tumbuh 1,82 persen (yoy), dan dari sisi jumlah kontrak tumbuh 70,51 persen menjadi 11,61 juta unit. Adapun rasio Non Performing Financing (NPF) di wilayah Sumbagsel masih terjaga (dibawah 5%) pada range angka terendah 2,89 persen dan angka tertinggi 3,06 persen di provinsi Lampung. Jenis pembiayaan yang disalurkan didominasi oleh Pembiayaan Multi Guna, disusul Pembiayaan Investasi, dan Pembiayaan Modal Kerja.

    Berdasarkan data Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) per Desember 2025, OJK telah menerima 3793 pengaduan dari masyarakat di wilayah Sumbagsel, yang didominasi permasalahan di sektor Industri Keuangan Non Bank sebesar 60,45 persen. Atas pengaduan tersebut, OJK terus mendorong penyelesaian pengaduan, baik yang berindikasi sengketa maupun yang tergolong indikasi pelanggaran, dengan tingkat penyelesaian mencapai 79,99 persen, termasuk 0,88 persen penyelesaian melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS).

    Adapun yang menjadi pokok permasalahan utama yang dikeluhkan konsumen adalah mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), perilaku petugas penagihan dan restrukturisasi, dengan produk layanan jasa keuangan yang digunakan yaitu penerimaan dana melalui Fintech – Pinjaman Online Multiguna dan pembayaran angsuran pembiayaan multiguna.

    Untuk mendorong pemerataan literasi dan inklusi keuangan, per Desember 2025 telah dilaksanakan 1.308 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 192.390 orang peserta, dengan sasaran peserta didominasi Masyarakat Umum, Pelajar/Mahasiswa, dan Komunitas. Kegiatan ini bersinergi juga dengan Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah, Lembaga Jasa Keuangan, dan stakeholder lainnya melalui peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sebagai forum koordinasi akselerasi perluasan akses keuangan untuk menunjang pemerataan literasi dan inklusi keuangan nasional.

    Adapun untuk mendorong percepatan akses keuangan di daerah, pada 2025 Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, OJK Provinsi Sumatera Selatan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, dan Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan selaku Pengarah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama stakeholders telah menetapkan dan menjalankan program TPAKD dalam rangka mendukung peningkatan akses keuangan daerah.

    Program Literasi dan Inklusi Keuangan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, meliputi Sumsel Religius Berekonomi Syariah – Gebyar Laksan (Literasi dan Inklusi Keuangan di Bulan Ramadan), Aksi Pangan Sumatera Selatan 2025 – Pengembangan Ekonomi Keuangan Daerah melalui Optimalisasi Komoditas Unggulan Sumatera Selatan (Kopi, Tanaman Pangan, dan Kelapa), Desa Sumsel Terus Maju – Desa Ekosistem Keuangan Inklusif, Pengembangan Kewirausahaan Generasi Muda melalui Pembentukan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC), dan Sumsel Youth Entrepreneur Incubator – Peningkatan Daya Saing Wirausahawan Muda melalui Akselerasi Pemanfaatan Layanan Urun Dana di Pasar Modal (Securities Crowdfunding)