Penguatan Nilai Kebangsaan Mendesak di Era Digital

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Sila Nirmala, S.IP., M.I.Kom, akademisi dan pakar komunikasi politik, Universitas Bina Darma (UBD)

Dr. Sila Nirmala, S.IP., M.I.Kom, akademisi dan pakar komunikasi politik, Universitas Bina Darma (UBD)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —Penguatan nilai-nilai kebangsaan kembali menjadi sorotan penting di tengah dinamika sosial, politik, dan budaya yang kian kompleks. Di era digital yang sarat disinformasi, polarisasi, serta krisis kepercayaan publik, menjaga dan meneguhkan fondasi berbangsa bukan lagi sekadar kewajiban moral, melainkan kebutuhan mendesak bagi seluruh elemen masyarakat.

Akademisi dan pakar komunikasi politik Universitas Bina Darma (UBD) Palembang, Dr. Sila Nirmala, S.IP., M.I.Kom, menegaskan bahwa Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar konsep normatif atau simbol formal semata.

“Keempat pilar kebangsaan tersebut merupakan fondasi hidup berbangsa yang harus diaktualisasikan secara nyata, bukan hanya dipahami sebagai teori atau ritual seremonial,” ujarnya.

Menurut Dr. Sila, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya berkutat pada persoalan ideologi, tetapi juga pada bagaimana nilai-nilai kebangsaan hadir dan dijalankan dalam praktik komunikasi sehari-hari, baik di ruang publik maupun di media sosial.

“Nilai kebangsaan harus menjadi panduan dalam setiap interaksi, diskusi, dan cara kita menyampaikan informasi, terutama di tengah derasnya arus berita dan opini yang kerap menyesatkan,” tambahnya.

Sebagai dosen dan peneliti Ilmu Komunikasi, Dr. Sila menekankan pentingnya literasi politik dan literasi digital. Masyarakat, khususnya generasi muda, dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, serta memahami konteks agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

“Generasi muda perlu diajak berdiskusi, bukan sekadar menghafal nilai-nilai kebangsaan. Mereka harus memahami esensi Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika agar mampu menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan nilai kebangsaan harus berjalan seiring dengan pendidikan karakter, praktik demokrasi yang sehat, serta budaya komunikasi yang inklusif. Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi benar-benar menjadi pijakan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya penyebaran opini di media sosial, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah tantangan sekaligus panggilan bagi setiap warga negara. Penguatan nilai kebangsaan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis yang harus diresapi, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang
Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp
Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus
Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang
Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober
Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu
Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza
Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Salurkan Bantuan Lewat Program Mengetuk Pintu Langit
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober

Berita Terbaru

Empat Lawang

Rhendy Nahkodai Paratai Golkar Empat Lawang Lima tahun Kedepan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:53 WIB