Literasi Bahasa Isyarat Didorong Masuk Ruang Publik, Perpustakaan Diminta Lebih Inklusif

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —informasi bagi penyandang disabilitas Tuli masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Perpustakaan, yang selama ini dikenal sebagai pusat literasi, dinilai perlu bertransformasi menjadi ruang yang benar-benar inklusif, termasuk dengan menghadirkan layanan bahasa isyarat.

Hal itu disampaikan Duta Literasi Provinsi Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, saat membuka dan meluncurkan Pekan Literasi Bahasa Isyarat dalam rangka peringatan Hari Tuli Nasional, di Palembang, Kamis(15/1/2026).

“Bahasa isyarat bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan empati dan bentuk penghormatan terhadap keberagaman,” ujarnya

Ia menegaskan, penyandang disabilitas Tuli memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi, pendidikan, dan layanan publik, termasuk perpustakaan.

Menurut Ratu Tenny, perpustakaan tidak boleh lagi hanya ramah bagi masyarakat umum, tetapi juga harus siap melayani kelompok rentan. Karena itu, ia mendorong pustakawan memiliki kemampuan dasar bahasa isyarat agar komunikasi dengan pemustaka Tuli dapat terjalin secara setara dan manusiawi.

Pekan Literasi Bahasa Isyarat digagas sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran publik akan pentingnya komunikasi inklusif. Kegiatan ini digelar di enam lokasi, mulai dari Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, sejumlah sekolah kejuruan, sekolah rakyat, hingga pusat perbelanjaan buku Gramedia Palembang.

Ia juga mengajak, komunitas perempuan dan masyarakat umum untuk mempelajari bahasa isyarat. Menurut dia, keterampilan tersebut tidak hanya bermanfaat di ruang formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan bahasa isyarat, interaksi menjadi lebih humanis. Kita tidak lagi memandang keterbatasan, tetapi membuka ruang saling memahami,” katanya.

Data World Health Organization (WHO) menunjukkan sekitar 5 persen populasi dunia atau sekitar 430 juta orang mengalami gangguan pendengaran signifikan. Sementara di Indonesia, jumlah penyandang Tuli diperkirakan mencapai 22,97 juta orang.

Angka tersebut, menurut Ratu Tenny, berbanding terbalik dengan jumlah juru bahasa isyarat dan relawan yang tersedia.

Karena itu, ia berharap peserta Pekan Literasi Bahasa Isyarat tidak berhenti pada pembelajaran personal, tetapi turut menularkan pengetahuan kepada lingkungan sekitarnya,”katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas makna literasi.

“Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga soal akses dan kesetaraan,” ujarnya

Ia menjelaskan, Pekan Literasi Bahasa Isyarat dilaksanakan selama sepekan dan menyasar 550 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara, pustakawan, pelajar, komunitas, hingga organisasi perempuan. Narasumber utama kegiatan ini berasal dari komunitas Tuli, yakni Ketua GERKATIN Sumatera Selatan.

Fitriana menambahkan, kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan, sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi inklusif di Sumatera Selatan. Bahkan, program literasi bahasa isyarat sebelumnya telah mengantarkan Sumatera Selatan meraih Inovasi Government Award (IGA) tingkat nasional pada 2023.

“Harapannya, literasi bahasa isyarat tidak lagi menjadi hal yang asing, tetapi menjadi bagian dari budaya komunikasi masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tim Karate Polda Sumsel Tembus Peringkat Ke-8 Tingkat Nasional Piala Kapolri
Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap
Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk
Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 
Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor
Empat Terdakwa Penyalahgunaan Bio Solar Dituntut Dua Tahun Penjara di PN Palembang
Live Facebook Promosikan Judol, Dua Streamer Palembang Dituntut 2 Tahun Penjara
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:05 WIB

Tim Karate Polda Sumsel Tembus Peringkat Ke-8 Tingkat Nasional Piala Kapolri

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:10 WIB

Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:32 WIB

Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:21 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 

Berita Terbaru