Waspada! 4 Orang Anak Sudah Terindikasi Kasus Gagal Ginjal Akut 

- Redaksi

Jumat, 21 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPIBLIK.ID, PALEMBANG – Kasus gagal ginjal akut pada anak atau Acute Kidney Injury di Sumatra Selatan terus mengalami peningkatan.

 

Setelah dua orang anak yang meninggal di duga teridentifikasi gagal ginjal akut.

 

Pada Kamis (20/10) malam, satu orang anak pasien dari Palembang diduga juga teridentifikasi gagal ginjal akut dan di rawat di Rumah Sakit Umum Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

 

“Semalam pasien diantar orang tuanya ke IGD, dengan keluhan tidak ada urien selama dua hari,” ungkap dr. Eka Intan Fitriana, Sp.A(K), M.Kes saat Pres Conference di RSMH Palembang, Jumat (21/10).

 

Dia menjelaskan, bahwa pasien berusia 3,8 tahun, jenis kelamin perempuan asal Palembang tersebut datang dengan keluhan tidak ada urine selama dua hari terakhir .

 

“Pasien tersebut sebelumnya ada riwayat demam selama 10 hari, dan mengkonsumsi obat-obatan sirup,” jelas Eka.

 

Saat ini lanjut Eka, pihaknya masih menelusuri lebih lanjut untuk melengkapi data-data yang diperlukan.

 

“Tapi setelah kami periksa untuk kondisi pasien baik, dan dapat beraktivitas seperti biasa. Untuk fungsi ginjalnya juga masih normal. Namun, kami akan menelusuri dulu bagaimana kondisi ginjalnya di USG,” jelas Eka.

 

Namun, Eka menilai melihat kondisi sekarang, kesadaran para orang tua sudah ada.

 

“Karena dilihat saat ini para orang tua

jika anaknya merasa ada gejala seperti batuk, pilek, demam, muntah, diare, terjadi penurunan urien segera dibawa ke dokter,” terang Eka.

 

Lanjutnya, saat ini pihak di RSMH Palembang sudah menangani tiga pasien yang diduga gagal ginjal akut.

 

“Satu pasien asal Jambi, satu pasien asal Palembang dan keduanya sudah meninggal. Satu lagi yang terbaru masih dalam proses perawatan,” tambah Eka.

 

Sementara itu sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Trisnawarman menyampaikan sudah ada 2 anak asal Sumsel yang terkena Gagal Ginjal, satu anak asal Palembang sudah meninggal dan satu lagi asal Kabupaten Lahat masih dalam perawatan. Serta ada satu orang anak asal Jambi yang di rujuk ke RSMH Palembang juga telah meninggal.

 

Dokter Tris mengimbau, kepada masyarakat diimbau jangan panik. Adanya ratusan kasus di Indonesia itu dari bulan Januari sampai sekarang. Memang akhir – akhir ini ada peningkatan kasus.

 

“Untuk itu imbaunya kepada masyarakat terapakan pola hidup bersih dan sehat. Jangan makan makanan yang tidak sehat, jaga anak supaya tidak obesitas, karena akan mudah terpapar penyakit,” ungkapnya.

“Untuk terkait obat-obatan sesuai imbauan dari Kemenkes, untuk jenis sirup jangan dipakai dulu dan jangan diperjual belikan dulu, sembari nunggu hasil resminya,” katanya.

 

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Pasar Murah, Ringankan Beban Kebutuhan Pokok Warga Lubuk Linggau
Dugaan Pasien Dipaksa Pulang Disorot SIRA, RSMH Palembang Tegaskan Kondisi Stabil dan Masuk Perawatan Paliatif
NGASAB, Gaya Baru Experience Ride Komunitas Honda Palembang
PTP Nonpetikemas Palembang Dukung Rantai Pasok Industri Pupuk Nasional
‎Sidang Pemeriksaan Objek Sengketa Aset Universitas Bina Darma Sempat Beradu Argumen
HUT ke-73, IKAHI Sumsel Gelar Donor Darah, 80 Kantong Terkumpul
Bostgame.com Jadi Rekomendasi Platform Top Up Game Online yang Cepat dan Terpercaya
SIRA Demo Tolak Pengadaan Mobil Mewah dan Pakaian Dinas Rp7,9 Miliar di Kantor Gubernur Sumsel

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:05 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Pasar Murah, Ringankan Beban Kebutuhan Pokok Warga Lubuk Linggau

Rabu, 15 April 2026 - 21:03 WIB

Dugaan Pasien Dipaksa Pulang Disorot SIRA, RSMH Palembang Tegaskan Kondisi Stabil dan Masuk Perawatan Paliatif

Rabu, 15 April 2026 - 15:37 WIB

NGASAB, Gaya Baru Experience Ride Komunitas Honda Palembang

Rabu, 15 April 2026 - 13:23 WIB

PTP Nonpetikemas Palembang Dukung Rantai Pasok Industri Pupuk Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

‎Sidang Pemeriksaan Objek Sengketa Aset Universitas Bina Darma Sempat Beradu Argumen

Berita Terbaru