MUBA, SUARAPUBLIK.ID – Kesempatan bagi generasi muda di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi kembali terbuka melalui Program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Muba mengajak masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, agar memanfaatkan program pemagangan nasional tersebut.
Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar sekaligus memperoleh pengalaman praktik secara langsung di dunia industri. Dengan mengikuti pemagangan, peserta diharapkan memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Untuk Pemagangan Nasional 2026 Batch 2 Angkatan 2, sejumlah tahapan telah ditetapkan pemerintah. Pendaftaran mitra penyelenggara dan lowongan berlangsung pada 21–31 Agustus 2026, dilanjutkan verifikasi serta penayangan lowongan pada 1–3 September 2026.
Sementara pendaftaran peserta dibuka pada 3–8 September 2026. Selanjutnya, proses rekrutmen dan pengusulan peserta dilakukan pada 9–15 September, seleksi dan penetapan peserta oleh Kemnaker pada 16–18 September, serta pengumuman peserta pada 18 September 2026.
Peserta yang dinyatakan lolos dijadwalkan mulai menjalani pemagangan pada 21 September 2026.
Bagi masyarakat Muba yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi MagangHub Kemnaker. Calon peserta terlebih dahulu masuk melalui platform SIAPkerja menggunakan akun yang telah dimiliki.
Bagi yang belum memiliki akun, peserta dapat melakukan registrasi dengan mengisi data seperti NIK, nama lengkap, email aktif, nomor telepon, serta membuat kata sandi.
Setelah akun berhasil dibuat, peserta wajib melengkapi profil SIAPkerja. Data yang perlu dilengkapi antara lain foto formal, biodata sesuai KTP, alamat domisili, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan, pencapaian, kemampuan bahasa, serta minimal satu keahlian yang relevan dengan posisi pemagangan yang dituju.
Selanjutnya, data tersebut disinkronkan dengan platform MagangHub. Peserta kemudian dapat memilih posisi pemagangan yang diminati, maksimal dua posisi, mengisi asesmen, serta menyetujui surat pernyataan mengikuti program pemagangan.
Peserta yang dinyatakan lulus seleksi nantinya harus melakukan daftar ulang dengan melengkapi data rekening bank sesuai ketentuan. Pilihan bank yang tersedia yakni BNI, BRI, Mandiri, BTN, atau BSI.
Peserta juga diwajibkan menandatangani perjanjian pemagangan bersama perusahaan penyelenggara dan mengunggah dokumen tersebut melalui laman MagangHub.
Selama menjalani program, peserta wajib mengisi kehadiran dan aktivitas harian secara rutin. Peserta juga harus membuat laporan bulanan yang telah diketahui dan disetujui mentor.
Program MagangHub tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga sejumlah hak bagi peserta. Di antaranya mendapatkan pelatihan, pendampingan, bimbingan dan pengawasan dari mentor, fasilitas pembelajaran dan praktik kerja, uang saku dari pemerintah, fasilitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), perlindungan jaminan sosial, serta sertifikat atau surat keterangan setelah menyelesaikan pemagangan.
Di sisi lain, peserta wajib menaati tata tertib perusahaan, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga kerahasiaan informasi perusahaan, serta menyusun laporan kegiatan secara berkala.
Disnakertrans Muba mengimbau masyarakat yang memenuhi ketentuan untuk mempersiapkan diri dan berkas sejak dini agar tidak melewatkan masa pendaftaran.
Untuk informasi maupun pengaduan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Kemnaker di 1500630 pada jam kerja, layanan konsultasi peserta 0811 1013 8811, atau melalui Instagram resmi @Kemnaker.
Informasi dan pendaftaran juga dapat diakses melalui portal resmi MagangHub Kemnaker.
Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan generasi muda Muba untuk memperkuat keterampilan, menambah pengalaman profesional, serta meningkatkan daya saing dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Penulis : Yun
Editor : Jaks












