SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sudah lima hari lamanya warga Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, hidup tanpa pasokan air bersih. Kondisi ini membuat warga kelimpungan dan terpaksa mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
Pasokan air dari Tirta Maju Sriwijaya (TSM), perusahaan air minum milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dilaporkan tidak mengalir sejak Jumat (31/10/2025). Akibatnya, aktivitas warga, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak, menjadi terganggu.
“Air mati total sejak lima hari lalu. Semua penampungan sudah kosong, galon juga habis. Terpaksa kami beli air isi ulang setiap hari,” keluh Ganda (35), warga Perumahan Bukit Intan Residence, saat ditemui pada Selasa (4/11/2025).
Menurut Ganda, tak ada pemberitahuan resmi dari pihak TSM terkait gangguan tersebut. Warga tidak mendapatkan informasi apa pun tentang penyebab maupun perkiraan waktu perbaikan, sehingga banyak yang merasa kecewa terhadap pelayanan perusahaan daerah itu.
“Kami pelanggan tetap, tapi tidak diberi kabar sama sekali. Kami berharap TSM bisa segera turun ke lapangan dan memperbaiki jaringan air. Ini sudah sangat merepotkan,” ujarnya dengan nada kesal.
Selama gangguan berlangsung, Ganda mengandalkan air isi ulang yang dibeli dari penjual keliling di sekitar kompleks. Dalam sehari, ia membutuhkan sekitar 10 galon air untuk keperluan rumah tangga. Dengan harga Rp6 ribu per galon, pengeluarannya pun meningkat drastis.
“Tiga hari ini sudah habis sekitar Rp180 ribu hanya untuk air. Padahal biasanya tagihan bulanan saya ke TSM cuma sekitar Rp65 ribu sampai Rp75 ribu,” tambahnya.
Citra, warga lain di kawasan yang sama, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku setiap hari membeli antara 7 hingga 10 galon air isi ulang untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Bahkan saat hujan turun, ia memanfaatkan air hujan untuk menampung persediaan air bersih.
“Saya sampai tampung air hujan karena stok galon cepat habis. Ini pertama kali kami alami gangguan selama ini,” kata Citra.
Sementara itu, Direktur Utama TSM, Adib Ubaidillah, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan gangguan distribusi air di wilayah Bukit Baru. Namun, ia belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan maupun jumlah pelanggan yang terdampak.
“Kemarin sudah dihubungi oleh customer care kami, kan?” ujarnya singkat saat dihubungi wartawan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari TSM mengenai langkah penanganan atau perkiraan waktu normalisasi pasokan air. Warga berharap pihak perusahaan segera bertindak cepat agar krisis air bersih di Bukit Baru tidak berkepanjangan.

















