Ratu Dewa Launching Gladiator Permudah Layanan Adminduk Warga Palembang

- Redaksi

Jumat, 16 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- Wali Kota Palembang Ratu Dewa secara resmi melaunching program “Gladiator” yakni Gerakan Layanan Administrasi Kependudukan di Atas Motor, Jumat (16/5/2025).

Program yang diresmikan di Kantor Alang – Alang Lebar ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan dengan cara jemput bola.

Dengan adanya program Gladiator, warga Palembang yang memiliki keterbatasan tidak perlu repot-repot lagi datang ke kantor Capil maupun UPTD untuk mengurus administrasi kependudukan.

Petugas akan mendatangi lokasi-lokasi yang telah ditentukan untuk memberikan layanan administrasi kependudukan secara langsung kepada masyarakat.

Ratu Dewa menyampaikan bahwa program Gladiator ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Palembang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk dalam program Palembang Gerak Cepat (Gercep).

Beliau juga berharap bahwa program ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sah.

“Saya kira ini sesuatu yang postif dan baik, karena ini menjadi program unggulan palembang gercep RDPS kemarin. Hari ini realisasi semoga ini bisa bermanfaat karena sifatnya jemput bola bukan menunggu, termasuk bagi disabilitas,” ujar Ratu Dewa.

Ia berharap program ini bisa dikembangkan di seluruh kecamatan yang ada di Kota Palembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dewi Isnaini mengungkapkan bahwa ini merupakan program Disdukcapil sesuai arahan Wali Kota Palembang untuk memberikan kemudahan bagi warga Palembang.

“Palembang Gercep, kami harus jemput bola dan paling utama ini gratis, kami implementasikan bertujuan untuk memberikan pelayanan door to door sehingga penduduk dengan keterbatasan tidak perlu datang lagi ke capil dan uptd. Baik itu keterbataan fisik, sosial dan ekonomi,” kata dia.

Selain launching program Gladior, hari ini juga diresmikan pojok layanan administrasi kependudukan di kecamatan dan penyerahan sertifikat ISO 900:2015.

“Pojok layanan kecamatan adalah perluasan layanan dari uptd, sehingga memecah antrian layanan di uptd. Terdapat lima pojok layanan yakni

Alang Alang Lebar, Kertapati, Gandus, Sematang borang dan Kecamatan Plaju,” bebernya.

Diketahui pemilihan 5 kecamatan ini berdasarkan proporsi jumlah pendudukan dan jangkauan masyarakat, pojok layanan ini akan terus dikembangkan di berbagai kecamatan lainya.

Berita Terkait

Gugatan Puluhan Sertifikat Tanah di Palembang Kandas, PTUN Nyatakan Tidak Dapat Diterima
Dituding Pelakor, IRT di Palembang Dianiaya hingga Wajah Lebam
Pelaku Jambret Tas Berisi Laptop dan HP Ditangkap, Satu Rekannya Masih Buron
Dugaan Penyelewengan Dana Rp76 Miliar, Yayasan PT PGRI Sumsel Laporkan Sejumlah Pengurus ke Polda
Pedagang dan Pemerintah Capai Kesepakatan, Pasar 7 Ulu Akan Ditata Ulang untuk Kurangi Kemacetan
Astra Motor Sumsel bersama AHM Dorong Generasi Muda Berkarya lewat SFL dan AHBS 2026
OTT Bupati Muara Enim Bongkar Dugaan Suap Auditor BPK, Praktisi Hukum Soroti Rekam Jejak Kasus Serupa
BI Sumsel Paparkan Prospek Ekonomi Daerah dalam Forum BERSUA, Pertumbuhan Diproyeksi Capai 5,8 Persen

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:11 WIB

Gugatan Puluhan Sertifikat Tanah di Palembang Kandas, PTUN Nyatakan Tidak Dapat Diterima

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:36 WIB

Dituding Pelakor, IRT di Palembang Dianiaya hingga Wajah Lebam

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:34 WIB

Pelaku Jambret Tas Berisi Laptop dan HP Ditangkap, Satu Rekannya Masih Buron

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:22 WIB

Dugaan Penyelewengan Dana Rp76 Miliar, Yayasan PT PGRI Sumsel Laporkan Sejumlah Pengurus ke Polda

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:20 WIB

Pedagang dan Pemerintah Capai Kesepakatan, Pasar 7 Ulu Akan Ditata Ulang untuk Kurangi Kemacetan

Berita Terbaru