SUARAPUBLIK.ID,PAGAR ALAM — Di balik setiap piring makanan bergizi gratis ada harapan besar, anak-anak tumbuh sehat dan cerdas. Harapan itu yang dikuatkan,Kamis, (11/06/26), saat Kejaksaan Negeri Pagar Alam menggandeng dunia pendidikan untuk “mengunci” dapur MBG dari segala bentuk penyimpangan.
Bertempat di Aula SDN 74 Kota Pagar Alam, Kajari Pagar Alam Ira Febrina, turun langsung memimpin Sosialisasi Jaga Dapur MBG. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagar Alam, Nopi Apriyadi dan Korwil BGN Pagar Alam, serta 205 kepala sekolah dari TK, SD, hingga SMP negeri/swasta se-Kota Pagar Alam.
Acara ditandai penyerahan brosur “Jaga Dapur MBG” secara simbolis. Tapi ini bukan seremoni biasa. Di tengah isu nasional soal mutu, kebersihan, hingga penyaluran MBG yang sempat jadi sorotan publik beberapa bulan terakhir, pertemuan ini jadi langkah nyata Pagar Alam: mencegah, bukan memperbaiki.
“Kita tidak mau program baik ini ternoda. Dapur MBG harus bersih, bahan berkualitas, dan sampai ke anak tepat waktu. Karena yang kita jaga bukan cuma makanan, tapi masa depan anak-anak kita,” tegas Ira Febrina di hadapan para kepala sekolah.
Ia mengatakan, Program Makan Bergizi Gratis memang jadi isu terkini pendidikan Indonesia 2026. Ketika pemerintah genjot program, pengawasan di lapangan jadi kunci. Lewat kerja sama strategis Kejari dengan Dinas Pendidikan, Korwil BGN, dan seluruh kepala sekolah, Pagar Alam memilih jalur transparansi dan pencegahan dini.
“Bagi 205 kepala sekolah yang hadir, brosur itu bukan sekadar kertas. Itu pengingat: setiap sendok nasi, setiap butir telur, ada mata yang mengawasi. Ada tanggung jawab bersama,”pesan Kajari
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagar Alam Nopi Apriyadi menambahkan, Bahwa kegiatan ini tujuannya sederhana tapi penting untuk memastikan MBG benar-benar sampai ke siswa tanpa potongan, tanpa kompromi mutu, tanpa celah penyimpangan. Karena anak Pagar Alam berhak dapat yang terbaik.
“Sekolah adalah garda terdepan. Kami minta kepala sekolah tidak hanya menerima, tapi ikut mengawasi. Mulai dari kualitas bahan, kebersihan dapur, sampai porsi yang sampai ke anak. Jangan sampai ada satu anak pun dirugikan,” pungkasnya.
Penulis : Delta Handoko
Editor : Jaks

















