SUARAPUBLIK.IDPAGAR ALAM-PLt Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha menerima audiensi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Rapat Besemah I, Kantor Wali Kota, Kamis (4/6/2026).
Diketahui pertemuan ini membahas penguatan sektor pertanian dan strategi antisipasi dampak perubahan iklim di Kota Pagar Alam.
Audiensi strategis tersebut dihadiri Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI dan perwakilan BMKG Sumsel. Turut mendampingi Hj. Bertha, Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam beserta jajaran Dinas Pertanian Kota Pagar Alam.
Dalam sambutannya, Hj. Bertha menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementan RI, Dinas Pertanian Provinsi Sumsel, dan BMKG. Ia menyebut sinergi lintas sektor sangat vital bagi Pagar Alam yang 60% lebih penduduknya bergantung pada sektor pertanian hortikultura seperti kopi, sayur, dan buah.
“Kolaborasi ini penting agar petani Pagar Alam dapat perlindungan dari serangan hama, edukasi budidaya modern, serta dukungan data iklim akurat dari BMKG. Dengan begitu produktivitas pangan bisa terjaga meski cuaca makin tidak menentu,” ujarnya
Sementara Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan RI menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat sistem peringatan dini hama dan penyakit tanaman. Sementara BMKG Sumsel siap menyediakan informasi prakiraan cuaca dan iklim spesifik lokasi untuk membantu petani menentukan waktu tanam dan panen yang tepat.
Hasil audiensi ini akan ditindaklanjuti dengan penyelarasan program pusat, provinsi, dan daerah. Fokusnya pada 3 hal penguatan ketahanan pangan, peningkatan kapasitas penyuluh lapangan, dan pemanfaatan teknologi pertanian ramah iklim. Diharapkan langkah ini menjaga stabilitas pasokan pangan dan kesejahteraan petani Pagar Alam secara berkelanjutan.
Penulis : Delta Handoko
Editor : Jaks

















