Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

fhoto : walikota pagar alam bersama opd dan dinas terkait cek lahan untuk penanaman bawang putih

fhoto : walikota pagar alam bersama opd dan dinas terkait cek lahan untuk penanaman bawang putih

SUARAPUBLIK.ID,PAGAR ALAM- Pemerintah Kota Pagar Alam memperkuat langkah mendukung swasembada pangan nasional dengan menjadikan bawang putih sebagai komoditas unggulan. Kota dengan hawa sejuk ini menargetkan diri menjadi salah satu pemasok utama bawang putih di Sumatera Selatan.

 

Sebagai tahap awal, Pemkot telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare. Lahan itu akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai 50 hektare dalam beberapa tahun ke depan.

 

Keseriusan program ini mendapat dorongan langsung dari pemerintah pusat. Bantuan berupa 1,2 ton benih bawang putih beserta sarana produksi pertanian akan disalurkan kepada kelompok tani di wilayah dengan ketinggian 900 sampai 1.000 meter di atas permukaan laut. Ketinggian tersebut dinilai paling ideal untuk budidaya bawang putih di Indonesia.

 

Program ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin ketahanan pangan melalui peningkatan produksi komoditas strategis di daerah.

 

Walikota Ludi Oliansyah menyebut, budidaya bawang putih memiliki peluang besar di Pagar Alam karena kondisi geografis dan ketinggian wilayahnya.

 

“Hari ini kita melakukan persiapan untuk penanaman bawang putih yang merupakan bagian dari Asta Cita Bapak Presiden melalui Polri. Tanggal 19 nanti kita akan melakukan penanaman perdana se-Indonesia. Pagar Alam menjadi salah satu daerah yang mendapat tugas untuk mendukung program ketahanan pangan ini,” ujar Wako Ludi.

 

Ia menambahkan, bawang putih merupakan kebutuhan pokok nasional. Keunggulan Pagar Alam terletak pada elevasi dan iklim dataran tingginya.

 

“Bawang putih merupakan kebutuhan yang sangat mendasar di Indonesia. Kita memiliki banyak keuntungan, yang pertama adalah ketinggian. Secara geografis kita sangat cocok untuk menanam bawang putih,” jelasnya.

 

Ia menyebut kebutuhan bawang putih nasional mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun. Sekitar 80 persennya masih dipenuhi dari impor.

 

“Kita punya lahan luas dan aset pertanian yang bisa terus dikembangkan. Potensi ini harus dimaksimalkan agar memberi nilai tambah langsung ke kantong petani,” katanya.

 

Ia menegaskan, Pemkot Pagar Alam optimistis, jika dikelola serius dan berkelanjutan, Pagar Alam tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sendiri, tapi juga menjadi sentra produksi bawang putih Sumsel yang mampu memasok ke daerah lain bahkan provinsi tetangga.

 

Semenatara Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar Alam melalui sekretaris Diki Herlambang menegaskan kesiapan jajarannya mengawal dari hulu ke hilir.

 

“Kami menyambut baik bantuan 1,2 ton benih dari pusat. Secara agroklimat, wilayah Pagar Alam di ketinggian 900-1000 mdpl sangat cocok untuk bawang putih. Tugas kami memastikan kelompok tani mendapat pendampingan teknis, mulai dari pengolahan tanah, pemupukan, pengendalian hama, sampai pascapanen agar produktivitasnya optimal,” jelasnya.

 

Menurutnya, keberhasilan tahap awal di 10 hektare akan menjadi tolok ukur perluasan ke 50 hektare. Ia juga mendorong petani membentuk jejaring pemasaran bersama agar harga di tingkat petani tetap stabil.

 

Selain bernilai ekonomi tinggi, permintaan bawang putih terus meningkat seiring pertumbuhan industri kuliner dan rumah tangga. Karena itu, Wali Kota mengajak seluruh kelompok tani memanfaatkan bantuan benih sebaik-baiknya.

 

“Ini bukan hanya soal menanam. Ini soal kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani Pagar Alam,”pungkasnya.

Penulis : Delta Handoko

Editor : Jaks

Berita Terkait

Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah
Pesan Menyentuh MUI Pagar Alam, Jangan Awali Pernikahan yang Sakral dengan Hal yang Menghilangkan Keberkahan
Cegah Konflik SARA, Asisten I Dahnial Nasution Buka Raker FPK Kota Pagar Alam
Kejar Predikat Sangat Baik, Sekda Pagar Alam Pimpin Langsung Rapat Evaluasi NSPK Manajemen ASN
Gerak Cepat Hadapi Musim Hujan, Pemkot Pagar Alam Kerahkan Gabungan OPD Bersihkan Drainase Terminal Nendagung
Sinergi Kuat untuk Kesejahteraan Pemkot dan DPRD Pagar Alam Sepakati APBD Perubahan 2026
Didaulat Jadi Tuan Rumah MTQ Tingkat Provinsi 2027, Pemkot Pagar Alam Gerak Cepat Bentuk Panitia
Ketok Palu APBD Perubahan 2026, DPRD Titip Catatan Kritis untuk Pemkot Pagar Alam

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:13 WIB

Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah

Minggu, 27 September 2026 - 13:09 WIB

Pesan Menyentuh MUI Pagar Alam, Jangan Awali Pernikahan yang Sakral dengan Hal yang Menghilangkan Keberkahan

Kamis, 24 September 2026 - 17:12 WIB

Cegah Konflik SARA, Asisten I Dahnial Nasution Buka Raker FPK Kota Pagar Alam

Kamis, 24 September 2026 - 17:11 WIB

Kejar Predikat Sangat Baik, Sekda Pagar Alam Pimpin Langsung Rapat Evaluasi NSPK Manajemen ASN

Kamis, 24 September 2026 - 14:28 WIB

Gerak Cepat Hadapi Musim Hujan, Pemkot Pagar Alam Kerahkan Gabungan OPD Bersihkan Drainase Terminal Nendagung

Berita Terbaru