Polda Sumsel Undang Orang Tua Adopsi beserta Bayi yang Dibuang dan Dikerumuni Semut di SPBU

- Redaksi

Senin, 5 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Sumsel menggendong Razka Aditya (1) berfoto bersawa kedua orang tua adopsinya dan Wakapolda

Kapolda Sumsel menggendong Razka Aditya (1) berfoto bersawa kedua orang tua adopsinya dan Wakapolda

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG . – Razka Aditya (1), bayi yang dibuang dan dikerumuni semut di trotoar, diundang bertemu Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK bersama Tim bela diri kejuaraan Kasad 2023. Pertemuan dilakukan di ruang serbaguna lantai 2 Gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel KM Palembang, Senin (5/06/2023).

Dalam ramah tamah ini, Kapolda juga menjamu personel yang juga orang tua adopsi bayi. Kedua personel ini menemukan bayi tersebut tergeletak di trotoar SPBU depan SPBU Tangga Takat, Jalan A Yani, Palembang, beberapa hari yang lalu.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol. A Rachmad Wibowo, S.I.K didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. M.Zulkarnain, S.I.K, M.Si Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya, S.I.K,M.H Karorena Polda Sumsel Kombes Pol Agus santosa, SIK, Karo sdm Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K,M.Si,Kabid humas Polda Sumsel Kombes Pol. Drs. Supriadi, M.M, Kabiddokkes Polda Sumsel Kombes Pol. dr.Syamsul Bahar, M.kes Kasubbid Bia dan APK bidkeu Polda Sumsel AKBP Heru.

Sementara orang tua angkatnya (adopsi) sang bayi yakni pasangan suami istri Ipda Hendri Prayudha dan Ipda Arini Yulia.
Dari pantauan awak media, bayi beserta personel Polri yang menemukannya juga diajak makan bareng.
Rachmad juga menyempatkan diri untuk menggendong bayi tersebut.

Sebelumnya Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK menaruh perhatian yang besar terhadap bayi Razka Aditya yang dibuang atau ditinggalkan ibu kandungnya di trotoar depan SPBU Tangga Takat, Jalan A Yani, Palembang, Jumat, 2 Juni 2023 lalu.
Orang nomor satu di Polda Sumsel itu menginstruksikan agar bayi Razka Adiyta diperiksa kesehatannya secara menyeluruh untuk memastikan kondisinya sehat.

Perintah Kapolda itu sudah dilaksanakan, dan bayi Razka Aditya dinyatakan sepenuhnya sehat oleh tim dokter RS Bhayangkara yang memeriksanya.

“Atas perintah Bapak Kapolda dan Kabid Dokkes Polda Sumsel dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap bayi tersebut,” ungkap Ipda Hendri Prayudha selaku ayah angkat bayi tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu, 4 Juni 2023, Razka Aditya sudah pulang ke dari RS Bhayangkara.
Dia tinggal bersama orang tua adopsinya, Ipda Arini Yulia yang bersama suaminya Ipda Hendri Prayudha yang menemukan bayi Razka tergelelak di trotoar depan SPBU Tangga Takat, hari Jumat lalu.

Bayi itu akhirnya diadopsi dua personel Polda Sumsel itu Ipda Hendri juga mengaku dia dan sang istri beserta kedua orang putra putrinya sangat antusias dan senang dengan kedatangan bayi laki-laki bernama Razka itu.

Pulang dari rumah sakit (RS) Bhayangkara Palembang, bari Razka diajak ibu adopsi-nya Ipda Arini Yulia potong rambut.
Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri Ipda Hendri Prayudha dan Ipda Arini Yulia, mendapat amanah merawat bayi laki-laki yang mereka selamatkan saat lari pagi, Jumat, 2 Juni 2023.

Bayi yang tergeletak di trotoar depan SPBU Tangga Takat Jl A Yani, Palembang itu ternyata sudah ketiga kalinya ditinggalkan ibu kandungnya, Weni Agustin (35), yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Orang tua Weni, Abdul Hamid (58) mengatakan, ini bukan pertama kalinya cucunya yang bernama Razka Aditya itu ditinggalkan ibunya di tempat umum.

Hamid tak menampik jika putri sulungnya mengalami gangguan kejiwaan, semenjak pisah dari suaminya, Erik.
Ditambah anak kedua Weni, meninggal dunia tahun 2018 silam.

“Semenjak cucu kedua saya meninggal, terus tidak lama istri saya meninggal, membuat Weni ini mulai depresi,” tuturnya.
Yang bikinnya sulit lagi, Weni selalu tidak mau saat diajak berobat.

Sementara dia sendiri, tidak bisa mengurus semuanya. Profesinya sebagai tukang ojek pengkolan, penghasilannya sangat minim. “Terus saya juga sudah tua,” ucap Hamid.
(*)

Berita Terkait

Oknum Perwira Narkoba Polda Sumsel Dilaporkan ke Propam, Keluarga Sebut Penangkapan Tanpa Surat Tugas
Mulai 13 Maret, Truk Besar Dilarang Melintas di Jalur Mudik Sumsel
Buron Penembakan Diringkus di Kos Palembang, Polda Sumsel Sita Peluru 9 mm dan Sabu
Dugaan Mafia Tanah di Sematang Borang Resmi Dilaporkan ke Polda Sumsel
Sempat Melawan Saat Ditangkap, Begini Kronologi Penangkapan Predator Anak di Palembang
Aksi Berantai Berakhir di Jeruji Besi, Jatanras Polda Sumsel Bekuk Spesialis Curanmor 5 TKP
Jamin Keamanan Ramadhan 1447 H, Polda Sumsel Ungkap Ribuan Kasus Penyakit Masyarakat
Lima Bulan Buron, Pencuri Motor di Gereja HKBP Belitang Diringkus di Kosan Palembang

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:24 WIB

Oknum Perwira Narkoba Polda Sumsel Dilaporkan ke Propam, Keluarga Sebut Penangkapan Tanpa Surat Tugas

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:55 WIB

Mulai 13 Maret, Truk Besar Dilarang Melintas di Jalur Mudik Sumsel

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:49 WIB

Buron Penembakan Diringkus di Kos Palembang, Polda Sumsel Sita Peluru 9 mm dan Sabu

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:18 WIB

Dugaan Mafia Tanah di Sematang Borang Resmi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:09 WIB

Sempat Melawan Saat Ditangkap, Begini Kronologi Penangkapan Predator Anak di Palembang

Berita Terbaru