Dipaksa ke Tanah Kosong, Remaja Putri di Palembang Jadi Korban Perundungan

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Seorang remaja putri berinisial CC (13) diduga menjadi korban perundungan yang dilakukan sejumlah teman sebayanya di kawasan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang. Tak terima anaknya mengalami kekerasan hingga mengalami luka-luka, sang ibu, Liza Liana (33), melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang.

 

Warga Perumahan Griya Cahaya Nirwana, Kecamatan Sukarami, itu mendatangi Polrestabes Palembang pada Sabtu (20/6/2026) malam untuk membuat laporan terkait dugaan tindak pidana perlindungan anak.

 

Kepada petugas, Liza menuturkan peristiwa yang dialami putrinya terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 16.20 WIB di Jalan Mataram II, kawasan PT Praga, Talang Jambe, Kecamatan Sukarami.

 

Menurutnya, ia baru mengetahui anaknya menjadi korban perundungan setelah korban pulang ke rumah dalam kondisi pakaian kotor dan terdapat sejumlah luka di tubuhnya.

 

“Saya melihat baju anak saya kotor dan ada luka-luka. Karena curiga, saya langsung bertanya apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Liza.

 

Dari pengakuan korban, saat itu dirinya hendak pergi ke warung untuk membeli jajanan. Namun, korban didatangi beberapa teman sebayanya yang diketahui berinisial KY, ST, LL dan beberapa lainnya.

 

Korban mengaku sempat menolak ajakan para terlapor untuk pergi ke sebuah lokasi tanah kosong. Namun, korban akhirnya dipaksa ikut menuju tempat tersebut.

 

“Sesampainya di lokasi, anak saya didorong, dijambak rambutnya dan dipukuli secara bersama-sama hingga tidak berdaya,” kata Liza.

 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh. Liza berharap laporan yang dibuatnya dapat segera ditindaklanjuti dan para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

“Saya berharap para terlapor dapat diproses dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

 

Sementara itu, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui anggota piket Pamapta, Ipda Tamia Rahmadhany, membenarkan adanya laporan tersebut.

 

“Laporan terkait dugaan tindak pidana perlindungan anak sudah kami terima. Selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Tamia.

Penulis : Kiki

Editor : Jaks

Berita Terkait

Jual Sepeda Gunung Curian Rp100 Ribu, Pria di Palembang Ditangkap Buser Polsek SU II
Kecanduan Judi Slot, Pria di Palembang Curi Saldo E-Money Teman Rp2,8 Juta
Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet
Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel
Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan
Curi Puluhan Kaleng Susu, Karyawan Indomaret Diserahkan ke Polisi

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Kecanduan Judi Slot, Pria di Palembang Curi Saldo E-Money Teman Rp2,8 Juta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel

Berita Terbaru