Musim Kemarau, 10 Hektare Lahan di Pagar Alam Terbakar

- Redaksi

Senin, 9 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD bersama Pj Walikota Pagar Alam meninjau lokasi Karhutla. (Photo: Delta Handoko)

Kepala BPBD bersama Pj Walikota Pagar Alam meninjau lokasi Karhutla. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Musim kemarau yang berkepanjangan di hampir seluruh wilayah Indonesia, turut memicu terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai daerah.

Begitu juga dengan wilayah Kota Pagar Alam, yang belakangan ini kabar peristiwa Karhutla marak dan kerap kali terjadi.

Belum lama ini, ada sekira setengah hektar lahan di kawasan Simpang Sandar Angin Kelurahan Rebah Tinggi, Kecamatan Dempo Utara, kembali terbakar.

Tak pelak dengan kondisi ini, membuat petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, kembali harus berjibaku sekuat tenaga untuk memadamkan api.

Belum usai memadamkan api di kawasan ini, kebakaran lahan juga terjadi di kawasan pinggiran jalan menuju akses Bandara Atung Bungsu, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan.Dan sekira 2 Ha lahan dikawasan ini hangus terbakar, upaya pemadaman kobaran api pun terus dilakukan petugas Damkar BPBD Kota Pagar Alam.

Dikatakan Kepala BPBD Pagar Alam Jhon Hasman, untuk kejadian Karhutla pertama itu, terjadi di kawasan Simpang Sandar Angin yang menghanguskan sekira ½ Ha lahan, kemudian Karhutla kedua terjadi di pinggiran akses jalan menuju Bandara Atung Bungsu, dengan luas area lahan yang terbakar mencapai 2 Ha.

“Sejauh ini, untuk luasan area lahan terbakar akibat Karhutla mencapai 10,¾ Ha, dimulai dari kawasan Liku Endikat sekira 2 Ha, kawsan lapter 3 Ha, kawasan Talang Ternak 2 Ha, kawasan Padang Serunting ¾ Ha, kawasan Ponpes Dempo Darul Muttaqien sekira 2 Ha, serta di kawasan Alun Dua sekira 1 Ha,” bebernya.

Jhon Hasman mengimbau, kepada seluruh masyarakat Kota Pagaralam, agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, dalam upaya mengantisipasi terjadinya Karhutla di Pagar Alam.

“Kita juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, secara khusus di musim kemarau ini, dengan lebih peduli terhadap alam dan lingkungan sekitar, serta senantiasa mnenjaga kelestarian alam,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Mutasi Besar Gerbong Luber, Sejumlah Pejabat Pagar Alam Alami Pergeseran
Signifikan Kelolala Toleransi Sosial, Pagar Alam Raih Penghargaan Improving Zone Dari SETARA Institute
Curup Mangkok Pagar Alam Telan Korban, Pemuda 23 Tahun Asal Lahat Tewas Tenggelam
Balai Kota Pagar Alam Diramaikan Warga, Undian Tabungan Pesirah BSB Bikin Antusias Meledak
Butuh KRIS dan Peningkatan Sapras RSUD Besemah, Walikota Pagar Alam Lobi Langsung Kemenkes
Faisol Riza Ingin Industrialisasikan Kopi Pagar Alam, Siap Beri Kejutan Saat HUT Kota
Teka-teki Ketua PKB Pagar Alam Bakal Ditentukan Oleh DPP, 5 Nama Masuk Dalam Usulan Muscab
Tepis Isu Kena OTT, Kajari Justru Dalami Dugaan Korupsi 2 OPD Pemkot Pagar Alam

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 11:17 WIB

Mutasi Besar Gerbong Luber, Sejumlah Pejabat Pagar Alam Alami Pergeseran

Kamis, 23 April 2026 - 16:51 WIB

Signifikan Kelolala Toleransi Sosial, Pagar Alam Raih Penghargaan Improving Zone Dari SETARA Institute

Rabu, 22 April 2026 - 15:11 WIB

Curup Mangkok Pagar Alam Telan Korban, Pemuda 23 Tahun Asal Lahat Tewas Tenggelam

Selasa, 21 April 2026 - 20:30 WIB

Balai Kota Pagar Alam Diramaikan Warga, Undian Tabungan Pesirah BSB Bikin Antusias Meledak

Selasa, 21 April 2026 - 14:33 WIB

Butuh KRIS dan Peningkatan Sapras RSUD Besemah, Walikota Pagar Alam Lobi Langsung Kemenkes

Berita Terbaru

Muba Ambil Bagian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Musi Banyuasin

Muba Ambil Bagian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Minggu, 26 Apr 2026 - 15:54 WIB

Ratusan gram ganja kering dan siap edar hasil tangkapan Polres Muratara. Foto: dokumen polisi.

Muratara

Polisi Ringkus 3 Hektar Ganja dan Ratusan Kilogram Hasil Panen

Minggu, 26 Apr 2026 - 15:52 WIB