EMPAT LAWANG, SUARAPUBLIK.ID – Hujan yang belum turun merata di Kabupaten Empat Lawang mendorong pemerintah daerah bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa, Rabu (16/9/2026) pagi. Tidak hanya dipusatkan di halaman Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Salat Istisqa juga dilaksanakan serentak di sembilan kecamatan lainnya.
Di halaman Pemkab Empat Lawang, salat meminta hujan tersebut diikuti sekitar 500 jemaah. Mereka terdiri atas unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, tokoh agama, organisasi keagamaan, para camat, hingga masyarakat.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama di tengah kondisi cuaca yang membuat hujan belum turun secara merata di wilayah Empat Lawang dan sejumlah daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Fauzan mengajak seluruh jemaah mengikuti Salat Istisqa dengan hati yang tulus dan ikhlas, sekaligus memperbanyak introspeksi serta saling memaafkan sebelum memanjatkan doa kepada Allah SWT.
“Insyaallah mudah-mudahan dengan hati yang lapang, hati yang tulus, hati yang ikhlas, bumi Saling Keruani Sangi Kerawati akan mendapatkan limpahan rahmat dan karunia dari Allah SWT dalam bentuk guyuran hujan yang sedang kita nantikan,” ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya dilakukan di pusat pemerintahan Kabupaten Empat Lawang. Pemkab menginstruksikan kegiatan serupa dilaksanakan secara serentak di seluruh 10 kecamatan.
“Hari ini bukan hanya Tebing Tinggi yang meminta kepada Allah. Kita ada sembilan kecamatan di luar Kecamatan Tebing Tinggi yang juga bagian dari Empat Lawang Madani,” katanya.
Untuk memastikan pelaksanaan berlangsung serentak, masing-masing kecamatan diminta menyampaikan laporan serta dokumentasi kegiatan kepada Pemkab Empat Lawang.
Fauzan juga mengajak jemaah memulai doa dengan membersihkan hati dan saling memaafkan. Ia meminta masyarakat tidak menyimpan persoalan maupun kesalahan terhadap sesama.
“Mari patrikan di dalam hati kita masing-masing: aku, kita, memaafkan semua saudara kita yang berada di sini, yang berada di Kabupaten Empat Lawang, apa pun kesalahannya lillahi ta’ala aku memaafkan,” tuturnya.
Ia menyebut, secara umum periode September hingga Desember biasanya mulai memasuki musim hujan. Namun, hingga pertengahan September 2026, hujan belum turun secara merata di wilayah Empat Lawang.
Menurutnya, manusia tetap harus melakukan ikhtiar, sementara turunnya hujan merupakan ketentuan Allah SWT. Karena itu, masyarakat diminta tetap bersabar dan memperbanyak doa di tengah kondisi kemarau.
“Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Hujan adalah ketentuan Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua diberikan rahmat dan kekuatan dalam menghadapi kondisi ini,” imbuhnya.
Salat Istisqa tersebut bertindak sebagai khatib Ketua MUI Kabupaten Empat Lawang, Drs. Saiful Rozak. Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, Kementerian Agama, BNNK, Lapas, Wakil Ketua I DPRD Empat Lawang, organisasi keagamaan, tokoh ulama, para camat, serta masyarakat.
Penulis : Yun
Editor : Jaks


















