Kebut Optimasi Lahan, Petani OKI Tanam Padi IP 300

- Redaksi

Selasa, 10 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai menerapkan sistem pola tanam Indeks Pertanaman 300 (IP 300) atau tanam tiga kali setahun dalam satu kawasan. Peningkatan Indeks Pertanaman ini bagian dari program optimasi 51 ribu hektare  lahan pertanian di Ogan Komering Ilir.

“Disini ada 4.960 Ha yang melakukan IP 300. Lempuing dan Lempuing Jaya punya potensi 12 ribu hektare ditambah kecamatan lain dengan IP 200,”Ujar Kepala Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura OKI, Ir. Sahrul, M. Si saat penanaman perdana padi IP 300 di Desa Sungai Belida Kecamatan Lempuing Jaya, OKI, Selasa (10/9/2024).

Melalui peningkatan indeks pertanaman ini, Sahrul memprediksi akan ada peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) di wilayah Kecamatan Lempuing Jaya  mencapai 34.342 ribu ton GKG Tahun 2024 ini.

“Akan ada penambahan produksi mencapai 34.342 ton gkg dgn provitas 7 ton GKG per ha,” jelas dia.

Pj. Bupati OKI, Asmar Wijaya mengaku bangga karena petani di OKI telah berhasil mengelola lahan pertanian dengan baik, ditandai dengan musim tanam padi yang dilaksanakan hingga tiga kali tanam setahun yang berdampak pada peningkatan produksi padi.

“Dengan meningkatnya produktivitas padi di sini diharapkan menjadi motivasi petani di kecamatan lain yang memiliki sistem irigasi/pompanisasi untuk menerapkan pola tanam padi IP 300 ini,” kata Asmar.

Bantu Petani Olah Lahan IP 300

Asmar yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian OKI ini mengatakan untuk mengoptimalisasi indeks pertanaman (IP), perlu dilakukan sejumlah penyesuaian agar lahan bisa ditanami tiga kali. Di antaranya dengan optimalisasi alat mesin pertanian (alsintan) dan pemilihan bibit.

“Untuk membantu petani IP 300, melalui program opla di Kec Lempuing Jaya ini  pemerintah membantu petani sebanyak 575 unit pompa air, 122 ton benih padi serta 1.226 ton dolomit,” jelas Asmar.

Dia menambahkan, salah satu sasaran utama optimasi lahan rawa yang dilakukan di OKI yakni meningkatkan indeks pertanaman yang masih rendah yakni dari IP 100 menjadi IP200 bahkan sampai IP300 dalam setahun. Sehingga pada tahun 2024 ini diharapkan  ada tambahan produksi gabah  sekitar 250 ribu ton GKG  khusus dari OKI.

“Dari sini OKI berkontribusi bagi negara khususnya soal pangan, sehingga kita menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional,” ucap Asmar.

Selain menanam padi IP 300 pj Bupati OKI bersama Dandim 0402 OKI juga melakukan panen cabai dan penanaman bawang merah. “Kalau cabai dan bawang sebagai upaya kita mengendalikan inflasi,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 
Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht
Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau
Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk
KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas
Niat Menolong Berujung Maut di Sungai Baung, Sopir Truk Ditemukan Tewas, Kernet Masih Hilang
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
Bermodal Informasi Warga, Polisi Bongkar Bengkel Senjata Ilegal di SP Padang

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:41 WIB

Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 

Rabu, 23 September 2026 - 14:16 WIB

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht

Senin, 21 September 2026 - 18:06 WIB

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Jumat, 18 September 2026 - 14:49 WIB

Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:21 WIB

KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas

Berita Terbaru