Kapal Mati Mesin, ABK 16 Tahun Terpeleset dan Hilang di Perairan Muara Lalan

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan saat cari korban di Muara Lalan. Foto: Basarnas Palembang.

Tim SAR Gabungan saat cari korban di Muara Lalan. Foto: Basarnas Palembang.

SUARAPUBLIK.ID, MUSI BANYUASIN — Perjalanan mengangkut paket JNT berubah menjadi petaka di perairan Muara Lalan. Seorang anak buah kapal (ABK) berusia 16 tahun, M. Firliansyah hilang setelah diduga terpeleset dan jatuh ke sungai saat kapal yang ditumpanginya mengalami mati mesin.

 

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di perairan Muara Lalan, Desa Perumpung Raya, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

 

Saat kejadian, Firliansyah bersama pamannya, Supri, yang merupakan nakhoda, berada di kapal jukung (MS) Juwita dalam perjalanan mengangkut paket JNT dari Dermaga PU menuju P6.

 

Di tengah perjalanan, kapal mengalami mati mesin karena kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Nakhoda kemudian meminta korban mengisi BBM.

 

Korban berjalan dari bagian depan menuju bagian belakang kapal. Namun, saat itulah Firliansyah diduga terpeleset dan terjatuh ke dalam air.

 

Korban diketahui tidak dapat berenang. Ia kemudian tenggelam dan hingga kini belum ditemukan.

 

Laporan kejadian baru diterima Basarnas Kantor SAR Palembang pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

 

Pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polair, BPBD, serta masyarakat.

 

Petugas membagi tim menjadi dua sektor untuk memperluas jangkauan pencarian. Tim pertama menyisir permukaan air secara visual menggunakan perahu karet dan speed boat ke arah barat dengan luas area sekitar 6 kilometer persegi.

 

Sementara itu, tim kedua bergerak ke arah tenggara dengan luas area pencarian sekitar 4 kilometer persegi.

 

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan, pencarian terus dilakukan secara optimal dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia.

 

“Kami mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang ada untuk melakukan pencarian terhadap korban. Tim dibagi menjadi beberapa sektor agar area pencarian dapat dijangkau secara maksimal,” ujar Raymond, Senin (10/8/2026).

 

Raymond mengungkapkan, keselamatan personel tetap menjadi perhatian selama operasi berlangsung. Kondisi perairan, jarak pandang, arus, serta faktor keselamatan lainnya menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pencarian.

 

Raymond juga mengimbau seluruh unsur SAR dan masyarakat yang terlibat agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian.

 

“Basarnas mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di sungai maupun perairan untuk selalu menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai. Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri beraktivitas apabila kondisi cuaca maupun perairan membahayakan,” imbau Raymond.

 

Untuk keadaan kecelakaan, bencana, atau kondisi yang membahayakan manusia, masyarakat dapat menghubungi Emergency Call Basarnas 115 untuk mendapatkan bantuan.

Penulis : Uci

Editor : Jaks

Berita Terkait

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet
Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel
Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan
Curi Puluhan Kaleng Susu, Karyawan Indomaret Diserahkan ke Polisi
Astra Motor Sumsel Hadirkan Promo Spesial Shocktober
Pegadaian Hadirkan ATM Emas, Cetak Emas Fisik Tanpa Waktu Tunggu

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan

Berita Terbaru