Imbas PMK, Penjualan Hewan Kurban Sepi Pembeli

- Redaksi

Rabu, 22 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi pada hewan, membuat penjualan hewan kurban seperti sapi sepi pembeli.

 

Hal ini diungkapkan, Warto pedagang hewan kurban di Jalan Sukabangun II Palembang, Rabu (22/6).

 

“Biasanya dua minggu mendekati lebaran Idul Adha mulai ramai. Tapi ini termasuk sepi karena biasanya sehari bisa 5-8 ekor terjual paling sedikit, ini laku 1-2 ekor sudah Alhamdulillah,” ungkapnya.

 

Menurutnya, bila dalam sepekan sebelum lebaran haji pemesan hewan ternak belum ramai, artinya pasar penjualan hewan kurban memang menurun dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mungkin menjadi faktor kekhawatiran konsumen membeli.

 

“Hewan di sini sudah sehat jadi tidak usah ragu untuk membelinya. Rata-rata pedagang sudah memeriksa hewan yang akan dijual,” timpalnya.

 

Sementara, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Sumatra Selatan (PDHI Sumsel) Jafrizal, rasa khawatir membeli hewan kurban saat penularan PMK sedang tinggi merupakan hal wajar. Sebab tingkat penyebaran PMK pada hewan sangat cepat hingga 90-100 persen.

 

Namun, kendati penyebarannya cepat, tapi tingkat kematian sekitar 5 persen.

 

“Biasanya penyebaran bisa melalui udara sehinga penyebaran penyakit ini bisa sampai 10 km,” jelasnya.

 

Jafrizal menegaskan, walau tingkat penularan PMK begitu cepat, penyakit tersebut tidak menular ke manusia dan hanya memberikan dampak ekonomi daerah. Sebab memengaruhi penurunan produksi.

 

“Hewan yang positif PMK bisa kehilangan berat badan dan kehilangan susu pada sapi perah serta biaya yang dikeluarkan peternak untuk mengobati penyakit lumayan tinggi,” tutupnya.

Berita Terkait

Gugatan Puluhan Sertifikat Tanah di Palembang Kandas, PTUN Nyatakan Tidak Dapat Diterima
Dituding Pelakor, IRT di Palembang Dianiaya hingga Wajah Lebam
Pelaku Jambret Tas Berisi Laptop dan HP Ditangkap, Satu Rekannya Masih Buron
Dugaan Penyelewengan Dana Rp76 Miliar, Yayasan PT PGRI Sumsel Laporkan Sejumlah Pengurus ke Polda
Pedagang dan Pemerintah Capai Kesepakatan, Pasar 7 Ulu Akan Ditata Ulang untuk Kurangi Kemacetan
Astra Motor Sumsel bersama AHM Dorong Generasi Muda Berkarya lewat SFL dan AHBS 2026
OTT Bupati Muara Enim Bongkar Dugaan Suap Auditor BPK, Praktisi Hukum Soroti Rekam Jejak Kasus Serupa
BI Sumsel Paparkan Prospek Ekonomi Daerah dalam Forum BERSUA, Pertumbuhan Diproyeksi Capai 5,8 Persen

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:11 WIB

Gugatan Puluhan Sertifikat Tanah di Palembang Kandas, PTUN Nyatakan Tidak Dapat Diterima

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:36 WIB

Dituding Pelakor, IRT di Palembang Dianiaya hingga Wajah Lebam

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:34 WIB

Pelaku Jambret Tas Berisi Laptop dan HP Ditangkap, Satu Rekannya Masih Buron

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:22 WIB

Dugaan Penyelewengan Dana Rp76 Miliar, Yayasan PT PGRI Sumsel Laporkan Sejumlah Pengurus ke Polda

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:20 WIB

Pedagang dan Pemerintah Capai Kesepakatan, Pasar 7 Ulu Akan Ditata Ulang untuk Kurangi Kemacetan

Berita Terbaru