Gegara Nagih Utang, Siswi SMP Dianiaya

- Redaksi

Jumat, 23 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban didampingi neneknya melapor ke Polrestabes Palembang. (Photo: Kiki Nardance)

Korban didampingi neneknya melapor ke Polrestabes Palembang. (Photo: Kiki Nardance)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Siswi SMP di Palembang,  mendatangi Polrestabes Palembang dengan luka di pipi. Didampingi neneknya, AM (12) hendak melaporkan kekerasan yang ia terima usai menagih utang.

Nenek korban AS (67) mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Ilir Timur (IT) III, Palembang, pada Rabu (21/5/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Datang ke sini untuk melaporkan cucuku yang dicakar AL (terlapor). Dia (AL) ini memang ada utang tapi tidak mau dibayar,” ungkapnya, Jumat (23/5/2025).

AS menjelaskan, cucunya dan terlapor merupakan teman seangkatan yang masih menginjak kelas 2 SMP. Menurut AM, AL kerap mengambil uang dari saku kemejanya. Jika ditotal, jumlah kerugiannya sekitar Rp 180 ribu.

“Hutang jajan, tapi (diambil) sedikit-sedikit. Aku sudah bilang ke AM tidak usah ditagih lagi,” katanya.

“Aku bilang juga tidak usah dipikirkan lagi. Ibu AL juga sudah mengancam kami,” sambung AS.

AS menyebut, kekerasan ini bukan baru pertama kalinya dialami korban. Sebelumnya, AM dan AL pernah bertengkar hingga dahi korban berdarah.

“Sebelumnya mereka pernah berantem. Dia (korban) jajan diikuti terus,” imbuhnya.

“Aku tidak tahu kejadian itu, tiba-tiba dahi kanannya sudah berdarah. Kejadiannya sudah lama, mungkin setengah bulan lalu,” lanjut AS.

Warga IT III Palembang tersebut mengatakan, dia berharap cucu perempuannya itu tak lagi ditindas. “Sedih aku, dia ini ibunya sudah meninggal, bapaknya bekerja. Harapannya jangan sampai menindas korban lagi,” harapnya sambil menangis.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan membenarkan adanya laporan kekerasan terhadap anak tersebut. “Benar sudah diterima laporannya, ya. Kami dialami dulu kasusnya untuk ditindak lanjut,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Diduga Anaknya Difitnah Saat Live TikTok Ibu ini Laporkan Pemilik Akun ke Polisi
Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi
Dipergoki Bawa Golok di Kawasan Monpera, YS Diamankan Polisi
Polda Sumsel Bidik 20 Korporasi Kasus Karhutla, Empat Perusahaan Baru Menyusul
Kuasa Hukum Apresiasi Unit Ranmor, Desak Pelaku Begal Dhea yang Masih DPO Segera Ditangkap
Angkut 16.000 Liter Minyak Cong, Sutrisno Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara
Pergoki Suami Bersama Wanita Lain di Hotel, IRT Mengaku Jadi Korban KDRT
Dipercaya Jaga Hotel Keluarga, AR Malah Curi Kipas Angin dan Kabel

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Anaknya Difitnah Saat Live TikTok Ibu ini Laporkan Pemilik Akun ke Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Dipergoki Bawa Golok di Kawasan Monpera, YS Diamankan Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Polda Sumsel Bidik 20 Korporasi Kasus Karhutla, Empat Perusahaan Baru Menyusul

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kuasa Hukum Apresiasi Unit Ranmor, Desak Pelaku Begal Dhea yang Masih DPO Segera Ditangkap

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si., saat sidak di Pasar Kayuagung kabupaten OKI

Ogan Komering Ilir

Kendalikan Inflasi, Pemkab OKI Hadirkan Pangan Bersubsidi untuk Warga

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:06 WIB

Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi

Kota Palembang

Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:38 WIB