Emak-emak Geruduk Kejari Empat Lawang, Tak Terima Dicoret dari Penerima Bansos

- Redaksi

Rabu, 31 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Puluhan emak-emak yang mengaku sebagai warga Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejakaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, Rabu (31/5/2023).

Mereka menyampaikan keluhan soal bantuan sosial seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), yang diduga dicoret oleh Kepala Desa Babatan, karena dianggap tidak memilih Kepala Desa tersebut saat Pilkades lalu.

“Kami meminta keadilan karena nama-nama yang dapat bantuan sosial seperti BPNT dan PKH dicoret oleh kepala Desa Babatan, karena tidak memilih kepala desa waktu Pilkades. Semua pendukung kades itu mendapatkan bantuan,” kata juru bicara aksi, Rika, saat menyampaikan orasinya.

Menurut dia, Kades selalu mengintervensi bantuan sosial Pemerintah, baik bantuan BPNT maupun PKH yang disalurkan melalui Kantor Pos.

“Kami meminta kepada penegak hukum agar dapat mengadili Kades Babatan sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Kami sudah geram atas tingkah kades yang selalu mengintervensi bantuan sosial Pemerintah,” pintanya.

Salah seorang koordinasi aksi, yang juga mantan perangkat Desa Babatan, Dodi Irawan mengaku tidak pernah menerima gaji sejak November 2022. Karena itu dia mengundurkan diri dari perangkat desa.

“Banyaknya data fiktif terhadap yang menerima bantuan sosial. KPM yang dirugikan 130 orang,” kata dia.

Sementara itu, Kajari Empat Lawang, Eryana Ganda Nugraha, didampingi Kasi Pidsus, Iwan Setiadi, menyebut agar masyarkat dapat membuat laporan tertulis terlebih dahulu.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk membuat laporan tertulis terlebih dahulu agar bisa ditindaklanjuti dan nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh APIP,” jelasnya.

Menurut Iwan, semua laporan masyarakat diterima, namun Kejaksaan mempunyai SOP dan prosedur dalam menerima laporan.

“Laporan apa pun masih kami layani, datang sendiri pun tetap kami layani. Masalah ini akan kita panggil terlebih dahulu pihak terkait untuk klarifikasi, kita tidak bisa memutuskan secara sepihak,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Santri bisa jadi Ulama Hingga Pemimpin Bangsa
Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi
Para Ibu adalah Benteng Utama Pencegahan Narkoba
Manajemen Talenta ASN Jadi Faktor Penting dalam Pelayanan
Polres Empat Lawang Laksanakan Bakti Sosial Serentak dalam Rangka Hari Jadi ke-75 Humas Polri
Polres Empat Lawang Ungkap Kasus Pembakaran Lahan 4 Hektare
Kejari Empat Lawang Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Senjata Tajam
5 Bulan Ditahan, Andika Bebas

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Santri bisa jadi Ulama Hingga Pemimpin Bangsa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Para Ibu adalah Benteng Utama Pencegahan Narkoba

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Faktor Penting dalam Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Polres Empat Lawang Laksanakan Bakti Sosial Serentak dalam Rangka Hari Jadi ke-75 Humas Polri

Berita Terbaru

Sumsel

Banggar DPRD Muba Matangkan KUA-PPAS 2027 Bersama TAPD

Senin, 2 Nov 2026 - 21:25 WIB

Kota Palembang

Buron ke Lampung, Deo Pelaku Jambret Akhirnya Ditangkap Unit Ranmor

Senin, 2 Nov 2026 - 16:04 WIB