PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID- Sejumlah massa yang tergabung dalam Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan (CACA Sumsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, Selasa.(31/3/2026) Aksi tersebut dipimpin oleh Ketua Aksi, Reza Fahlepie.
Dalam orasinya, Reza Fahlepie menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya persidangan dugaan tindak pidana korupsi dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD OKU, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.
“Aksi ini adalah upaya kami mendorong transparansi, keterbukaan, serta penegakan hukum yang adil dan akuntabel dalam kasus yang sedang bergulir di Pengadilan Tipikor Palembang,” tegas Reza dalam orasinya.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, massa memaparkan sejumlah fakta persidangan yang dinilai menguatkan dugaan adanya praktik korupsi dalam pengelolaan dana Pokir DPRD OKU. Di antaranya, dugaan adanya perintah pencairan dana oleh anggota DPRD kepada pihak eksekutif, komunikasi antar pejabat terkait pengakomodiran Pokir, hingga dugaan aliran dana dari kontraktor sebagai kompensasi proyek APBD.
Selain itu, massa juga menyoroti adanya dugaan pemberian fee proyek oleh pejabat Dinas PUPR OKU yang disebut-sebut diserahkan melalui ajudan kepada kepala daerah, serta permintaan uang THR yang bersumber dari kontraktor.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, CACA Sumsel menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak jaksa dan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, sebagai tersangka.
Kedua, mendesak majelis hakim untuk lebih mendalami fakta-fakta persidangan yang berkembang, khususnya yang diduga melibatkan kepala daerah.
Ketiga, massa meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang untuk bersikap objektif dan tidak tebang pilih dalam memeriksa keterangan saksi, termasuk para pejabat daerah yang dianggap sebagai saksi kunci.
“Aparat penegak hukum harus berani dan tidak pandang bulu. Siapapun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Reza.
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa berharap tuntutan mereka dapat menjadi perhatian serius bagi penegak hukum dalam mengusut tuntas perkara yang tengah disidangkan.
Penulis : Hermansyah
Editor : Jaks

















