SUARAPUBLIK.ID, MUSI BANYUASIN – Akibat dari intensitas curah hujan yang cukup tinggi, mengakibatkan di beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Terendam Banjir. Dari data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, sebanyak 5 kecamatan di Musi Banyuasin terendam banjir.
Kecamatan yang terdampak akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi tersebut yakni Kecamatan Sanga Desa banjir mulai melanda di Desa Ulak Embacang, mencapai 1,5 Meter dari Permukaan air, rata-rata disana rumah panggung.
Dari data yang ada yang terdampak banjir yakni sebanyak150 Kepala Keluarga, Sekolah terdampak SMP Harapan, SD Negeri 1 dan SDN 2, warga tidak bisa melakukan aktivitas menyadap karet.
Kemudian di Desa Trans Air Balui SP1 dan SP2 tinggi permukaan air mencapai 60 Cm. Pihak Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin telah mendirikan Posko.
Kecamatan Lais, banjir terjadi di Dusun 3 Desa Petaling Kecamatan Plakat Tinggi terjadi di Desa Bukit Indah, ketinggian air mencapai 1 meter dari badan jalan.
Selanjutnya di Kecamatan Sungai Keruh, banjir melanda di Desa Kertajaya, kondisi air awalnya sudah surut tapi oleh karena hujan Kembali terjadi banjir, ketinggian air mencapai 1 meter diatas jalan perlintasan yang di lewati.

Lalu di Desa Rantau Sialang melanda dusun 3 rumah masyarakat sekitar 35 Kepala Keluarga (KK), dan air sudah sudah menyebrangi jalan provinsi dari menuju Desa Gajah Mati. Kemudian terjadi di Desa Sindang Marga melanda di Dusun 4, lalu di Desa Tebing bulang melanda di Dusun 1 dan Dusun 9.
Kecamatan Jirak Jaya, di Desa Jembatan Gantung, melanda di dusun 2,3,dan 4 saat ini konidisi air sudah mulai surut
Ketinggian air banjir di beberapa kecamatan tersebut bervariasi, mulai dari 10 hingga 50 sentimeter. Banjir telah menyebabkan ratusan rumah warga terendam, serta akses jalan dan jembatan terputus.
Kepala BPBD Musi Banyuasin, Pathi Riduan mengatakan, banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sejak Selasa malam (9/1/2024). Hujan deras disertai angin kencang tersebut menyebabkan beberapa sungai di Muba meluap.
“Kami sudah melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam banjir. Kami juga sudah menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak,” katanya, Rabu (10/1/2024).
Pathi mengimbau kepada masyarakat Muba untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika hujan deras disertai angin kencang terjadi.
“Masyarakat juga diminta untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG,” katanya. (ANA)

















