MUBA, SUARAPUBLIK.ID – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimanfaatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Kabupaten Musi Banyuasin bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disnaketrans Muba untuk menegaskan komitmen dalam memperkuat perlindungan anak sekaligus membangun ketahanan keluarga sebagai fondasi lahirnya generasi unggul.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pengawasan terhadap praktik pekerja anak, peningkatan edukasi pengasuhan bagi keluarga pekerja, hingga mendorong terciptanya lingkungan kerja yang ramah keluarga.
Kepala Disnaketrans Kabupaten Muba, Herryandi Sinulingga AP, menegaskan bahwa pemenuhan hak-hak anak merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas.
“Anak-anak adalah aset terbesar dan penerus masa depan Kabupaten Musi Banyuasin. Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan hak-hak dasar mereka, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perlindungan, terpenuhi tanpa kompromi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Disnaketrans Muba akan terus memperketat pengawasan terhadap potensi pekerja anak di sektor industri, perkebunan maupun usaha formal dan informal.
“Anak-anak seharusnya memegang pena dan buku untuk belajar, bukan menanggung beban pekerjaan orang dewasa. Karena itu kami mengajak seluruh perusahaan dan pemangku kepentingan bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang bebas pekerja anak dan ramah terhadap tumbuh kembang anak,” tegas Herryandi.
Sementara itu, Ketua DWP Disnaketrans Muba, Ny. Patrichia Lisnawaty Sinulingga, mengingatkan bahwa keluarga memiliki peran paling besar dalam membentuk karakter serta kesehatan mental anak.
Menurutnya, perlindungan anak tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang.
“Keluarga adalah sekolah pertama sekaligus benteng perlindungan emosional bagi anak. Kebijakan yang baik tidak akan berjalan maksimal apabila anak tidak merasakan keamanan dan kasih sayang di rumah,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh orang tua untuk menerapkan pola asuh tanpa kekerasan, meluangkan waktu berkualitas bersama anak, menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan sejak dini, serta mendukung setiap potensi dan bakat anak tanpa paksaan.
Sebagai tindak lanjut, Disnaketrans Muba bersama DWP telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya meningkatkan sosialisasi dan pengawasan terpadu terhadap praktik pekerja anak, menyelenggarakan edukasi ketahanan keluarga dan pengasuhan bagi pekerja serta ASN, serta mendorong perusahaan menyediakan fasilitas ramah keluarga seperti ruang laktasi dan sarana pendukung tumbuh kembang anak.
Melalui sinergi tersebut, Disnaketrans dan DWP Muba berharap peringatan Hari Anak Nasional 2026 tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.
Penulis : Yun
Editor : Jaks

















