Warga Tertekan Lonjakan Harga Pupuk Subsidi di Desa Bayur, Aparat Diminta Bertindak

- Redaksi

Jumat, 16 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, OKU SELATAN – Desa Bayur, Kecamatan Muaradua Kisam, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, kembali dihebohkan dengan lonjakan harga pupuk bersubsidi jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Salah satu kios di wilayah tersebut dilaporkan menjual pupuk bersubsidi dengan harga Rp160.000 per sak. Sementara HET resmi yang ditetapkan pemerintah adalah Rp112.500 per sak.

Seorang warga setempat, IW, mengungkapkan keluhannya terkait kondisi ini. IW mengaku harus membeli pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani dengan harga yang jauh di atas HET.

“Meskipun berat, pupuk merupakan kebutuhan pokok bagi kami para petani. Mau tidak mau, saya harus membeli meskipun harga sangat memberatkan,” ujar IW.

Senada dengan IW, AT, warga lain yang juga terdampak, mengungkapkan rasa pasrahnya. “Kami tidak punya pilihan lain. Kalau tidak membeli pupuk, tanaman kami bisa gagal panen,” tutur AT.

Namun, pihak pengecer yang dituding oleh warga, seorang pria bernama Coni, membantah keras tuduhan tersebut. Coni menyatakan bahwa dirinya selalu menjual pupuk sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

“Kami tidak pernah menjual dengan harga Rp160.000. Kami selalu mengikuti aturan pemerintah. Saya akan mencari siapa yang membuat laporan seperti itu,” tegasnya.

Menyikapi temuan ini, warga berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam. Mereka mendesak aparat untuk menertibkan para penjual pupuk yang diduga nakal dan memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Lonjakan harga pupuk bersubsidi ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat pentingnya pupuk bagi para petani dalam menjaga produktivitas pertanian mereka.

Jika dibiarkan, dampaknya bisa sangat merugikan para petani kecil yang sudah kesulitan dengan berbagai tantangan lain, mulai dari cuaca hingga harga komoditas yang fluktuatif.

Dengan adanya laporan ini, diharapkan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat segera bertindak untuk memastikan hak-hak petani terlindungi dan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar. (ANA)

Berita Terkait

Cekcok Soal Parkir Berujung Maut, Plt Kepala KUA di OKU Selatan Tewas Ditusuk
Tragedi di Sungai Selabung, Satu Bocah Tewas, Satu Lagi Masih Dalam Pencarian
Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua Perkuat Sinergi dengan Pengembang Perumahan, Perluas Akses Pembiayaan KPR FLPP dan KSG di OKU Selatan
Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Petani di Kebun Warkuk Ranau Selatan
Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua dan Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan Teken Kerja Sama Pengelolaan Keuangan, Jasa Perbankan, dan Fasilitas Kredit Pegawai
Polres OKU Selatan Bergerak Cepat, Dua Pelaku Pencurian Kabel Tower Telekomunikasi Berhasil Diamankan
Andie Dinialdie Ajak Karang Taruna OKU Selatan Perkuat Kolaborasi Bersama Pemerintah
Bupati Abusama Apresiasi Pembentukan Cabang Persiapan PMII di OKU Selatan

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Cekcok Soal Parkir Berujung Maut, Plt Kepala KUA di OKU Selatan Tewas Ditusuk

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Tragedi di Sungai Selabung, Satu Bocah Tewas, Satu Lagi Masih Dalam Pencarian

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:34 WIB

Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua Perkuat Sinergi dengan Pengembang Perumahan, Perluas Akses Pembiayaan KPR FLPP dan KSG di OKU Selatan

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Petani di Kebun Warkuk Ranau Selatan

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:46 WIB

Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua dan Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan Teken Kerja Sama Pengelolaan Keuangan, Jasa Perbankan, dan Fasilitas Kredit Pegawai

Berita Terbaru