PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Jon Heri kembali dipercaya memimpin Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2030. Terpilihnya Jon Heri secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) SMSI Sumsel di The Zuri Hotel Palembang, Kamis (29/10/2026), menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme perusahaan pers digital.
Ketua Dewan Pembina SMSI Sumsel, H. Joncik Muhammad, menilai kepercayaan yang kembali diberikan kepada Jon Heri merupakan amanah besar. Ia mengingatkan agar hasil Musprov tidak berhenti pada penetapan kepemimpinan, tetapi dilanjutkan dengan kerja nyata untuk memperkuat organisasi dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota.
“Terpilihnya kembali Saudara Jon Heri menunjukkan adanya kepercayaan dari keluarga besar SMSI Sumatera Selatan. Kepercayaan ini harus dijaga dengan memperkuat soliditas, membangun komunikasi yang baik, dan memastikan organisasi memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya,” ujarnya.
Menurut Joncik, SMSI memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong perusahaan pers agar mampu berkembang di tengah transformasi digital. Karena itu, peningkatan profesionalisme, kualitas sumber daya manusia, integritas jurnalistik, dan kemampuan beradaptasi harus menjadi perhatian bersama.
Ia berharap kepemimpinan SMSI Sumsel ke depan mampu memperkuat ekosistem pers yang sehat sekaligus mendorong perusahaan media siber semakin profesional dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Umum SMSI, Drs. Firdaus, M.M., dalam sambutannya mengingatkan bahwa musyawarah harus menjadi landasan dalam mengambil keputusan organisasi. Kepentingan bersama, menurutnya, harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Firdaus juga menekankan pentingnya memberikan ruang kepada kader-kader potensial untuk berkembang dan mengambil peran dalam organisasi.
“Jangan sampai orang yang memiliki potensi justru ditinggalkan. Organisasi harus memberikan kesempatan kepada mereka yang mampu membawa kemajuan bersama,” katanya.
Selain konsolidasi organisasi, Firdaus menyoroti perubahan teknologi digital yang menuntut perusahaan media terus berbenah. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, profesionalisme, serta kemampuan mengikuti perkembangan teknologi menjadi kebutuhan agar perusahaan pers tetap relevan dan kompetitif.
Ia berharap SMSI menjadi ruang bagi seluruh anggotanya untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat daya saing di tengah perubahan industri media.
Jon Heri, usai kembali terpilih, mengajak seluruh anggota menjaga kebersamaan dan meningkatkan kualitas kerja organisasi. Ia menilai pengalaman para anggota selama berorganisasi harus menjadi modal untuk membangun SMSI yang lebih solid dan profesional.
“Seluruh anggota SMSI bukan lagi orang-orang baru. Kita sudah sama-sama mengenal organisasi ini. Karena itu, mari terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan bekerja lebih baik untuk kemajuan SMSI,” ungkapnya.
Jon Heri juga mengingatkan bahwa perubahan teknologi informasi berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut perusahaan media melakukan pembenahan dari berbagai aspek, mulai dari kualitas pemberitaan, pengelolaan bisnis, kompetensi wartawan, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, kekompakan dan komunikasi antara pengurus dengan anggota menjadi fondasi penting dalam menjalankan roda organisasi. Soliditas, kata dia, tidak cukup hanya ditunjukkan dalam forum musyawarah, tetapi harus diwujudkan melalui kerja bersama dan program yang memberikan dampak nyata.
Kembali terpilihnya Jon Heri sekaligus menempatkan sejumlah pekerjaan penting bagi kepengurusan SMSI Sumsel periode 2026–2030. Selain menjaga konsolidasi internal, organisasi dituntut ikut menjawab persoalan keberlanjutan bisnis perusahaan media, peningkatan kualitas jurnalistik, penguatan kepercayaan publik, serta penerapan prinsip pers yang profesional dan bertanggung jawab.
Dukungan para pimpinan SMSI kabupaten dan kota serta pembinaan Dewan Pembina diharapkan dapat menjadi modal untuk menjalankan program kerja yang terukur dan berkelanjutan.
Terpilih secara aklamasi menjadi awal kepemimpinan baru Jon Heri. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi penguatan organisasi, peningkatan kualitas perusahaan pers, dan kontribusi nyata bagi perkembangan industri media siber di Sumatera Selatan.
Penulis : Yun
Editor : Jaks


















