Transaksi Ekstasi Digagalkan Tiga Kurir Dituntut 10 Tahun Penjara

- Redaksi

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana persidangan di PN Palembang saat JPU bacakan tuntutan pidana di PN Palembang, Senin (6/4/2026)

Suasana persidangan di PN Palembang saat JPU bacakan tuntutan pidana di PN Palembang, Senin (6/4/2026)

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Peredaran narkotika jenis pil ekstasi di wilayah Musi Banyuasin berhasil diungkap aparat penegak hukum. Tiga terdakwa yang berperan sebagai kurir, yakni Asep Prayogo, Endang Sagita, dan Rahmad Zain, dituntut masing-masing 10 tahun penjara serta denda Rp1 miliar.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desmilita SH dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dalam sidang di Pengadilan Negeri Palembang, Senin (6/4/2026). Ketiga terdakwa mengikuti persidangan secara daring.

Dalam persidangan, JPU menyatakan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagai perantara dalam transaksi narkotika golongan I jenis pil ekstasi dengan berat melebihi 5 gram.

“Para terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menuntut para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 10 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan,” tegas JPU di hadapan majelis hakim.

Kasus ini bermula dari operasi penyamaran (undercover buy) yang dilakukan anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel pada 11 Oktober 2025. Dalam operasi tersebut, petugas memesan 100 butir pil ekstasi dengan berat total 75,55 gram.

Transaksi dikendalikan oleh Rahmad Zain yang kemudian menghubungi dua rekannya untuk memastikan ketersediaan barang. Selanjutnya, Endang Sagita mengambil pil ekstasi dari seorang berinisial M yang hingga kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Setelah memastikan uang dari pembeli tersedia, Endang bersama Asep Prayogo menyerahkan barang tersebut kepada pembeli yang ternyata merupakan anggota polisi yang menyamar. Saat transaksi berlangsung, ketiganya langsung diamankan di lokasi.

Dari hasil pemeriksaan, ketiga terdakwa mengaku hanya memperoleh keuntungan masing-masing sebesar Rp1 juta dari transaksi tersebut.

Usai pembacaan tuntutan, tim penasihat hukum yang dipimpin Arif Rahman SH menyatakan akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada sidang lanjutan yang dijadwalkan pekan depan.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110
Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan
DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit
Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 
AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus
Tiga Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut di Palembang Ditangkap

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:08 WIB

DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 

Berita Terbaru

Kadis Kesehatan empat lawang, Dery Kurniawan

Empat Lawang

Kabut asap Landa Empat Lawang, Kasus ISPA Meningkat

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:10 WIB