TKA SMA 2025 Soroti Ketimpangan Capaian Belajar Siswa di Sumsel

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMA Negeri 3 Palembang gelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Tahun 2025 yang lalu

SMA Negeri 3 Palembang gelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Tahun 2025 yang lalu

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA tahun 2025 mengungkap fakta bahwa capaian belajar siswa di Sumatera Selatan masih belum merata. Perbedaan rerata nilai antarmata pelajaran serta capaian kompetensi yang belum optimal menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran di berbagai satuan pendidikan masih menghadapi tantangan serius.

Sebagai instrumen asesmen baru yang diterapkan secara nasional, TKA dirancang untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih menyeluruh. Namun, pada tahun pertama pelaksanaannya, asesmen ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kesiapan sistem pendidikan, baik dari sisi sekolah, guru, maupun peserta didik.

Kaprodi Administrasi Negara STIA ADS Palembang, Delfiazi Puji Lestari, menilai belum optimalnya hasil TKA tidak bisa dilepaskan dari faktor kebijakan yang masih dalam tahap awal implementasi. Menurutnya, setiap kebijakan pendidikan membutuhkan masa transisi sebelum dapat berjalan efektif.

“Kita tidak bisa berharap hasil maksimal dari kebijakan yang baru pertama kali diterapkan. Adaptasi di tingkat sekolah dan kesiapan siswa masih menjadi pekerjaan rumah,” ujarnya.

Delfiazi menekankan, salah satu persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi adalah penguatan literasi siswa. Rendahnya kemampuan memahami teks dan berpikir kritis dinilai berpengaruh langsung terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal asesmen, termasuk TKA.

“Literasi adalah kunci. Jika kemampuan membaca dan memahami soal masih lemah, maka hasil asesmen apa pun akan sulit mencerminkan potensi sebenarnya,” katanya.

Selain itu, ia menilai kurangnya pemahaman siswa terhadap mekanisme dan cakupan materi TKA turut memengaruhi hasil asesmen. Padahal, TKA dilaksanakan pada akhir tahun dan seharusnya sudah dipersiapkan sejak awal proses pembelajaran.

“Siswa perlu mendapatkan gambaran yang jelas sejak dini mengenai bentuk asesmen dan mata pelajaran yang diujikan, seperti matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, agar kesiapan mental dan akademik bisa dibangun,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan praktisi pendidikan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Afriantoni. Ia menilai rendahnya capaian TKA juga dipengaruhi oleh minimnya sosialisasi kepada para pemangku kepentingan pendidikan.

“Sosialisasi menjadi faktor krusial. Guru, siswa, dan orang tua harus memahami bahwa TKA bukan sekadar ujian tambahan, tetapi alat evaluasi untuk memetakan capaian pembelajaran,” katanya.

Menurut Afriantoni, komunikasi yang lemah berpotensi menimbulkan salah persepsi, sehingga TKA justru dianggap sebagai beban, bukan sebagai instrumen perbaikan mutu pendidikan.

Lebih jauh, hasil TKA diharapkan tidak berhenti pada angka dan peringkat semata. Data asesmen ini perlu dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki metode pembelajaran, meningkatkan kapasitas guru, serta merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

“Jika dikelola dengan serius dan kolaboratif, TKA bisa menjadi pijakan penting untuk memperbaiki ketimpangan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Usai Divonis 4 Tahun, Kuasa Hukum Dua Terdakwa Soroti Peran Pihak Lain dalam Kasus Irigasi Air Lemutu
Astra Motor Sumsel Bekali Pelajar Lewat Kompetisi dan Bootcamp Cari Aman Academy 2026
Motornya Digelapkan Teman Sendiri Arief Lapor Polisi
Dua Terdakwa Korupsi Irigasi Divonis 4 Tahun, Uang Rp1,6 Miliar Wajib Dikembalikan
Maling 17 Aki Mobil Golf, Tiga Pelaku Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang
Lima Wakil Sumsel Siap Bawa Misi Budaya ke Ajang Nasional Putri Anak dan Remaja 2026
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 8.589 Nopol Diblokir
Kaca Mobil Dipecah  Uang Rp 4,8 Juta dan HP Raib

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:21 WIB

Usai Divonis 4 Tahun, Kuasa Hukum Dua Terdakwa Soroti Peran Pihak Lain dalam Kasus Irigasi Air Lemutu

Senin, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali Pelajar Lewat Kompetisi dan Bootcamp Cari Aman Academy 2026

Senin, 21 September 2026 - 12:05 WIB

Dua Terdakwa Korupsi Irigasi Divonis 4 Tahun, Uang Rp1,6 Miliar Wajib Dikembalikan

Senin, 21 September 2026 - 12:03 WIB

Maling 17 Aki Mobil Golf, Tiga Pelaku Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang

Minggu, 20 September 2026 - 21:00 WIB

Lima Wakil Sumsel Siap Bawa Misi Budaya ke Ajang Nasional Putri Anak dan Remaja 2026

Berita Terbaru