Lima Wakil Sumsel Siap Bawa Misi Budaya ke Ajang Nasional Putri Anak dan Remaja 2026

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Lima putri cilik dan remaja asal Sumatera Selatan (Sumsel) bersiap membawa nama daerah ke ajang nasional Puteri Anak dan Remaja Indonesia 2026 serta Puteri Batik Cilik dan Remaja Indonesia 2026. Selain berkompetisi, mereka akan membawa misi mengenalkan potensi budaya dan batik khas Sumsel kepada masyarakat lebih luas.

 

Kelima finalis tersebut merupakan hasil seleksi tingkat provinsi yang berlangsung di Palembang. Mereka telah menjalani karantina serta pembekalan intensif selama sekitar satu bulan sebelum melaju ke tingkat nasional.

 

Regional Director Putri Anak & Remaja Sumsel, Bimbo Titaley mengatakan, pembekalan yang diberikan tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga kemampuan berbicara di depan umum, catwalk, etika, serta wawasan budaya daerah.

 

“Mereka sudah kami gembleng, mulai dari public speaking, catwalk, etika, hingga wawasan tentang budaya Sumsel. Target kami bukan hanya berpartisipasi, tapi membawa pulang mahkota juara nasional untuk Sumsel,” ujar Bimbo saat ditemui di Luminor Hotel, Minggu (20/9/2026).

 

Menurut Bimbo, khusus kategori Puteri Batik, para finalis akan memperkenalkan salah satu kain batik dari Sumatera Selatan. Mereka juga dituntut memahami sejarah, filosofi, motif, serta karakter warna batik yang dibawa sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan wastra daerah.

 

“Supaya ini juga jadi upaya mempromosikan batik, kain batik asli dari daerah kita,” katanya.

 

Ia menjelaskan, penilaian dalam ajang tersebut tidak hanya melihat paras para peserta. Kemampuan intelektual, bakat, kepribadian, wawasan kebangsaan, serta kemampuan membawa misi sosial dan budaya juga menjadi bagian dari penilaian.

 

Para wakil Sumsel juga akan menampilkan kemampuan dan program masing-masing. Di antaranya melalui kegiatan advokasi dan edukasi yang berkaitan dengan sejarah serta potensi daerah.

 

“Untuk putri anak dan remaja, mereka akan menonjolkan skill dan talenta yang dipunya. Mereka juga akan menjadi panduan buat teman-teman seusianya di sekolah maupun di lingkungan sekitar,” jelas Bimbo.

 

Salah satu wakil Sumsel berasal dari Kota Lubuklinggau, yakni Charisa Hani. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari daerah tersebut yang akan tampil di tingkat nasional setelah meraih gelar Puteri Batik Remaja Indonesia Sumatera Selatan.

 

Hani membawa Batik Tunjung Langit sebagai kain yang akan diperkenalkan dalam ajang nasional. Menurutnya, batik tersebut merupakan salah satu identitas budaya yang berkembang di Kota Lubuklinggau dan memiliki filosofi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat setempat.

 

“Batik yang akan dibawa ke nasional yaitu Batik Tunjung Langit. Batik ini merupakan ikon dan identitas budaya baru di Lubuklinggau. Karena batik ini merupakan tumbuhan yang ada di Kota Lubuklinggau yang berbentuk menjulang ke atas,” ujar Hani.

 

Ia menjelaskan, Batik Tunjung Langit memiliki filosofi ketuhanan yang mengajak masyarakat untuk semakin dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pengenalan batik tersebut di tingkat nasional diharapkan dapat membuat simbol budaya daerah semakin dikenal, khususnya oleh generasi muda.

 

“Termasuk menjunjung kehidupan masyarakat dan ketangguhan. Lalu batik ini juga menggambarkan objek wisata lokal yang ada di Lubuklinggau karena ada ikon kopo yang memang sumber dayanya,” katanya.

 

Adapun lima wakil Sumsel yang akan berlaga di tingkat nasional yakni Fahrani Mutia Khanza sebagai Puteri Remaja Indonesia Sumatera Selatan, Callysta Queenycia sebagai Puteri Anak Indonesia Sumatera Selatan, Charisa Hani sebagai Puteri Batik Remaja Indonesia Sumatera Selatan, Clarissa Mecania Adivasa sebagai Puteri Batik Cilik Sumatera Selatan 1, dan Afiqah Khalia Zahirah sebagai Puteri Batik Cilik Sumatera Selatan 2.

 

Kelima finalis tersebut diharapkan tidak hanya mampu bersaing dalam ajang nasional, tetapi juga membawa identitas budaya Sumsel melalui kemampuan, talenta, serta pengetahuan yang mereka miliki.

Penulis : Yun

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 8.589 Nopol Diblokir
Kaca Mobil Dipecah  Uang Rp 4,8 Juta dan HP Raib
Dua PPPK Jadi Tersangka OTT Dana Sekolah, SIRA Minta Polda Telusuri Aktor di Baliknya
Dua Pelajar Naik Motor Tanpa Helm Berhenti di Zebra Cross Petugas Satlantas Palembang Beri Hukuman Hormat Bentuk Pembinaan 
Viral di Media Sosial, Polda Sumsel Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Anak
Semarak Honda DBL 2026 Bersama Astra Motor Sumsel
Dukung Petugas Satgas Karhutla, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Kembali Salurkan Bantuan Logistik ke Posko BPBD Sumsel
Dianiaya dan Kaca Mobil Dipecah Hengki Laporan ke Polisi

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:00 WIB

Lima Wakil Sumsel Siap Bawa Misi Budaya ke Ajang Nasional Putri Anak dan Remaja 2026

Minggu, 20 September 2026 - 13:03 WIB

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 8.589 Nopol Diblokir

Sabtu, 19 September 2026 - 18:10 WIB

Kaca Mobil Dipecah  Uang Rp 4,8 Juta dan HP Raib

Sabtu, 19 September 2026 - 17:00 WIB

Dua PPPK Jadi Tersangka OTT Dana Sekolah, SIRA Minta Polda Telusuri Aktor di Baliknya

Sabtu, 19 September 2026 - 16:57 WIB

Dua Pelajar Naik Motor Tanpa Helm Berhenti di Zebra Cross Petugas Satlantas Palembang Beri Hukuman Hormat Bentuk Pembinaan 

Berita Terbaru