Dua Pelajar Naik Motor Tanpa Helm Berhenti di Zebra Cross Petugas Satlantas Palembang Beri Hukuman Hormat Bentuk Pembinaan 

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID -Video dua pelajar yang kedapatan mengendarai sepeda motor tanpa helm di kawasan Jalan Kapten A Rivai tepatnya di Simpang Charitas Palembang, viral di media sosial kota Palembang.

 

Dalam video tersebut, kedua pelajar terlihat mengendarai satu sepeda motor dan berhenti saat lampu lalu lintas menyala merah. Namun, posisi sepeda motor yang mereka kendarai justru berhenti di atas zebra cross.

 

Keduanya juga terlihat tidak menggunakan helm. Selain itu, sepeda motor tersebut tidak dilengkapi pelat nomor polisi pada bagian belakang. Tak lama berselang, seorang anggota Satlantas Polrestabes Palembang menghampiri kedua pelajar tersebut.

 

Menariknya, petugas tidak langsung melakukan tindakan penilangan. Dengan cara yang santun, petugas terlebih dahulu menyapa dan memberikan teguran kepada keduanya.

 

Petugas kemudian meminta kedua pelajar mematikan mesin sepeda motor dan turun dari kendaraan.

Motor tersebut selanjutnya diminta untuk didorong menuju pos polisi yang berada di kawasan Jalan Veteran, masih di sekitar Simpang Lampu Merah Charitas.

 

Di pos polisi, kedua pelajar diberikan pembinaan dan diingatkan mengenai berbagai risiko berkendara tanpa memperhatikan aturan keselamatan.

 

Petugas menjelaskan bahwa penggunaan helm bukan sekadar untuk memenuhi aturan lalu lintas, tetapi juga sebagai perlindungan apabila terjadi kecelakaan.

 

Keduanya juga diingatkan mengenai sejumlah pelanggaran yang dilakukan, mulai dari tidak menggunakan helm, berhenti di zebra cross, hingga berkendara tanpa kelengkapan surat izin mengemudi dan sepeda motor yang tidak memiliki pelat nomor belakang.

 

Sebagai bagian dari pembinaan, kedua pelajar kemudian diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sikap hormat di depan pos polisi menghadap ke jalan raya.

 

Setelah itu, keduanya juga menjalani aktivitas fisik berupa push-up dan squat.

 

Usai menjalani pembinaan, kedua pelajar kembali mendapatkan nasihat dari petugas Satlantas.

Keduanya kemudian berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya dan lebih tertib saat berkendara.

 

Dalam kejadian tersebut, anggota Satlantas Polrestabes Palembang disebut tidak melakukan penilangan terhadap kedua pelajar tersebut.

 

Sementara, Kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Hendyanto Panusunan turut memberikan tanggapan terkait video yang viral di media sosial tersebut.

 

Menurutnya, tindakan yang dilakukan anggota Satlantas merupakan pendekatan persuasif sebagai bentuk pembinaan kepada pengguna jalan.

 

“Tindakan persuasif yang dilakukan anggota Satlantas bukan merupakan hukuman, namun lebih terhadap pembinaan dan kasih sayang kepada pengendara untuk mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan diri dalam berkendara,” kata AKBP Hendyanto Panusunan, Saptu (19/9/2026), siang.

 

Dirinya mengatakan, edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan secara masif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar kiranya turut membantu Polantas untuk memberikan edukasi keselamatan secara masif kepada seluruh pengguna jalan,” katanya.

 

Menurutnya, edukasi tersebut penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas tinggi sekaligus membangun kebiasaan tertib berlalu lintas di Kota Palembang.

 

“Kita mampu mencegah terjadinya laka lantas fatalitas dan membiasakan budaya tertib berlalu lintas di Kota Palembang yang kita cintai,” ucapnya.

 

Selain keselamatan berlalu lintas, AKBP Hendyanto juga mengajak masyarakat ikut mengampanyekan gerakan Stop Balap Liar, Konvoi Liar dan Tawuran.

 

“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat turut bersama-sama mengkampanyekan Stop Balap Liar, Konvoi Liar dan Tawuran,” tegasnya.

 

Hendyanto menambahkan, aksi balap liar, konvoi liar maupun tawuran tidak hanya mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap citra Kota Palembang.

 

“Karena perbuatan tersebut sangat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta merusak citra estetika Kota Palembang yang aman, tertib dan bermartabat,” tutupnya.

Penulis : Kiki

Editor : Jaks

Berita Terkait

Dua PPPK Jadi Tersangka OTT Dana Sekolah, SIRA Minta Polda Telusuri Aktor di Baliknya
Viral di Media Sosial, Polda Sumsel Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Anak
Semarak Honda DBL 2026 Bersama Astra Motor Sumsel
Dukung Petugas Satgas Karhutla, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Kembali Salurkan Bantuan Logistik ke Posko BPBD Sumsel
Dianiaya dan Kaca Mobil Dipecah Hengki Laporan ke Polisi
OTT di Palembang, Ditreskrimsus Polda Sumsel Amankan Dua Oknum PPPK Disdik Banyuasin
Pegadaian Perluas Aksi Kepedulian, Program Mengetuk Pintu Langit Berlanjut di Juni
Lakukan Aksi Pencurian MS Berhadapan Unit Pidum

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:00 WIB

Dua PPPK Jadi Tersangka OTT Dana Sekolah, SIRA Minta Polda Telusuri Aktor di Baliknya

Sabtu, 19 September 2026 - 16:57 WIB

Dua Pelajar Naik Motor Tanpa Helm Berhenti di Zebra Cross Petugas Satlantas Palembang Beri Hukuman Hormat Bentuk Pembinaan 

Sabtu, 19 September 2026 - 16:30 WIB

Viral di Media Sosial, Polda Sumsel Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Anak

Sabtu, 19 September 2026 - 15:43 WIB

Semarak Honda DBL 2026 Bersama Astra Motor Sumsel

Jumat, 18 September 2026 - 19:52 WIB

Dianiaya dan Kaca Mobil Dipecah Hengki Laporan ke Polisi

Berita Terbaru

Kota Palembang

Semarak Honda DBL 2026 Bersama Astra Motor Sumsel

Sabtu, 19 Sep 2026 - 15:43 WIB