Tim Penasehat Hukum Nilai Robi Vitergo hanya Berperan Pasif dalam Kasus Pokir OKU

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penasehat hukum terdakwa Robi Vitergo, Sapri Samsudin, SH, MH, memberikan keterangan  usai sidang perkara dugaan korupsi dana Pokir DPRD OKU di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (28/1/2026). (Photo: Hermansyah)

Penasehat hukum terdakwa Robi Vitergo, Sapri Samsudin, SH, MH, memberikan keterangan usai sidang perkara dugaan korupsi dana Pokir DPRD OKU di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (28/1/2026). (Photo: Hermansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tim penasehat hukum terdakwa Robi Vitergo, menilai kliennya tidak memiliki peran aktif dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dana pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang saat ini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Penilaian tersebut disampaikan usai persidangan yang digelar Rabu (28/1/2026), dengan agenda pemeriksaan saksi. Dalam sidang tersebut, empat terdakwa yakni Parwanto, Robi Vitergo, Ahmat Thoha, dan Mendra SB dihadirkan di hadapan majelis hakim yang diketuai Fauzi Isra, SH, MH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menghadirkan tiga saksi yang juga merupakan terpidana dalam perkara yang sama, yakni mantan Kepala Dinas PUPR OKU Selatan Nopriansyah, serta Fauzi alias Pablo dan Ahmad Sugeng Santoso.

Penasehat hukum Robi Vitergo, Sapri Samsudin, SH, MH, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan para saksi di persidangan, tidak ditemukan fakta yang menunjukkan adanya peran aktif kliennya dalam perkara tersebut.

“Setelah kami mencermati keterangan para saksi, baik saksi pertama Setiawan dan rekan-rekannya, maupun saksi kedua Nobrianza beserta kawan-kawan, tidak satu pun yang mengungkap adanya peran aktif Robi Vitergo,” ujar Sapri, saat ditemui di PN Palembang.

Menurutnya, posisi hukum Robi Vitergo jelas bersifat pasif, sehingga dakwaan primer Pasal 12 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dinilai tidak terpenuhi. Kendati demikian, pihaknya tetap bersikap hati-hati dan mencermati dakwaan subsider yang masih akan diuji dalam proses persidangan.

Terkait keterangan saksi yang menyebut sejumlah nama lain beserta nominal uang tertentu, tim penasihat hukum menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan penuntut umum maupun penyidik KPK untuk menindaklanjutinya.

“Kami menyayangkan jika perkara ini tidak dibongkar secara tuntas. Fakta di persidangan justru menunjukkan nilai yang muncul relatif kecil dan jauh dari angka besar yang selama ini berkembang di publik,” katanya.

Sapri juga menyoroti keterangan saksi Nopriansyah yang menyebut adanya pembagian dana sebesar 20 persen atau sekitar Rp7 miliar kepada 35 anggota DPRD dan pimpinan DPRD OKU. Menurutnya, praktik tersebut bukan hal baru dan telah berlangsung lama.

“Ini menunjukkan adanya persoalan sistemik. Dari keterangan saksi, pembagian 20 persen itu sudah menjadi tradisi sejak jauh sebelum masa jabatannya. Ini kebiasaan buruk yang seharusnya dibenahi,” ungkapnya.

Tim penasehat hukum menyatakan, mendukung penuh langkah KPK dalam mengungkap praktik tersebut secara menyeluruh, namun menegaskan agar penegakan hukum dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih.

“Jika memang tidak bersalah, seperti klien kami yang perannya pasif, jangan dituntut secara berlebihan. Penegakan hukum harus menjunjung keadilan agar tidak menimbulkan ketidakadilan baru,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar proses penuntutan dilakukan dengan mengedepankan hati nurani, mengingat terdakwa memiliki keluarga dan masa depan.

“Selama kurang lebih 30 tahun mengabdi sebagai anggota DPRD, klien kami memiliki dedikasi bagi Kabupaten OKU. Hal itu patut menjadi pertimbangan dalam melihat perkara ini secara utuh,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Empat Terdakwa Korupsi Perkimtan Palembang Dituntut 1,5 hingga 2 Tahun Penjara
Polres Empat Lawang Gelar Sholat Istisqo, Doa Bersama dan Salurkan Bansos
Beli HP di Facebook Marketplace, Warga Talang Kelapa Tertipu Rp2,2 Juta
Gugat-Menggugat Rumah di Sinta Regensi, Tergugat II Beberkan Transaksi Tunai hingga SHM
Terekam CCTV Hendak Curi Motor di Parkiran Hotel, IA Nyaris Diamuk Warga
Polisi Dalami Karhutla 350 Hektare di Bukit Senubut Lahat
Tujuh Tersangka Karhutla Nonkorporasi Diproses di Sumsel, Satu Perkara Segera Disidangk
Kejari Palembang Periksa Admin PT Amanda Tiga Mandiri dan Anggota DPRD Terkait Dugaan Korupsi Lampu Jalan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Empat Terdakwa Korupsi Perkimtan Palembang Dituntut 1,5 hingga 2 Tahun Penjara

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Polres Empat Lawang Gelar Sholat Istisqo, Doa Bersama dan Salurkan Bansos

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Beli HP di Facebook Marketplace, Warga Talang Kelapa Tertipu Rp2,2 Juta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Gugat-Menggugat Rumah di Sinta Regensi, Tergugat II Beberkan Transaksi Tunai hingga SHM

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Terekam CCTV Hendak Curi Motor di Parkiran Hotel, IA Nyaris Diamuk Warga

Berita Terbaru

Sumsel

Menerapkan Pancasila Melalui Hal-Hal Kecil

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:59 WIB

Sumsel

Pancasila : Nilai yang Hidup dalam Diriku

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:58 WIB

Sumsel

Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:19 WIB

Sumsel

Pancasila, Bagian dari Hidup

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:15 WIB

Sumsel

Pancasila di Setiap Langkah Kecil Saya

Kamis, 27 Agu 2026 - 23:10 WIB